CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 90


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, namun belum ada tanda-tanda keberadaan Alma, sampai saat ini Maya dan alvian sama sekali belum mendapatkan titik terang atas hilangnya alma, mereka benar-benar khawatir dan juga frustasi, semua cara sudah pernah mereka lakukan untuk mencari putri kecil nya yang pergi entah kemana, entah dia baik-baik saja atau tidak, entah dia masih hidup atau sudah meninggal, kecemasan itu lah yang selalu membayang-bayangi pikiran mereka. Namun saat ini mereka hanya bisa pasrah dan berdoa semoga putrinya baik-baik saja, dan bisa segera di temukan.


sementara di tempat lain, Alma sampai saat ini masih hilang ingatan, ia belum bisa mengingat namanya sendiri, tapi dia sudah mulai bisa beradaptasi di tempat tinggal nya yang baru, sebab ia di rawat dengan penuh kasih sayang sehingga ia sudah menganggap pak Joko dan bu Marni sebagai orang tuanya sendiri.


hampir setiap hari alma selalu ikut pergi ke kebun bersama mereka, sambil membawa bekal untuk makan bersama di sana, mereka bertiga tampak seperti keluarga kecil yang sangat bahagia, kehadiran Alma benar-benar memberi warna bagi mereka, mengobati kesepian mereka selama ini.


####


Hal berbeda kini tengah di rasakan Rara dan Radit, setelah resmi berpacaran, hubungan mereka semakin dekat, bunga-bunga cinta selalu menyelimuti hari-hari mereka, tak pernah sekalipun mereka melewatkan waktu untuk bertemu di sela-sela kesibukan mereka walaupun hanya sebentar.


Dan jika sedang tidak sibuk, Radit selalu mengantar dan menjemput Rara ke tempat kerja, bahkan di sela-sela jam kerja pun mereka berdua wajib saling memberikan kabar melalui chat, panggilan telepon ataupun vidio call.


Namun ada satu hal yang membuat radit cemas yaitu Farel, ia khawatir jika Farel akan selalu mengganggu Rara, apalagi saat ini mereka berdua sedang mengerjakan proyek bersama, otomatis mereka berdua pasti akan lebih sering bertemu, selain itu Rara juga tinggal di rumah alvian, jadi Farel bisa sesuka hati datang dan pergi ke rumah kakaknya.


Tapi Radit tetap percaya kepada Rara, Rara tidak mungkin tergoda lagi oleh Farel, mereka juga sudah berkomitmen untuk saling percaya satu sama lain.


"Sayang... aku antar kamu Sampai sini aja ya" ucap Radit ketika mengantarkan Rara pulang.


"Memangnya kamu gak mau mampir dulu, kok buru-buru banget" jawab Rara.


"Aku masih ada kerjaan sayang, besok pagi aku jemput kamu lagi"


"Ya udah kamu hati-hati ya"


"Ia sayang... kamu langsung istirahat ya" ucap Radit seraya mengusap pucuk Kepala Rara dan kemudian mencium kening nya. Setelah itu Rara turun dari mobil dan melambaikan tangannya kepada Radit.


"Ngapain lo di sini" tanya Rara ketika melihat Farel berada di dalam rumah.


"Suka-duka gue dong... ini kan rumah kakak gue" jawab Farel santai.


"Ia gue juga tau ini rumah kakak lo, tapi masalah nya kakak lo gak ada, di lagi pergi ke luar kota sama kakak gue" Jelas Rara.


"Memangnya Siapa bilang gue mau ketemu sama kakak gue"


"Trus lo mau ngapain ke sini" ucap Rara heran

__ADS_1


"Gue pengen ketemu sama lo"


"Gue kangen sama lo" jawab Farel jujur


"Dasar gila"


"Lo tau sendiri kan gue pacaran dama Adit " ucap Rara kesal.


"Gua gak peduli Ra, sampai kapanpun gua akan tetep ngejar lo Ra, sampai gua bisa dapetin lo lagi" jawab Farel yakin.


"Jangan mimpi lo, sampai kapanpun gua gak akan pernah mau balikan lagi sama lo"


"Udah ah gua males ngomong sama lo, gua mau istirahat cape" ucap rara seraya meninggalkan Farel ke kamarnya.


setelah sampai di kamarnya , Rara langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur, karna merasa leleh seharian bekerja, namun beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu, yang ia kira adalah asisten rumah tangga yang biasa membawakan minuman untuk dirinya.


"Masuk" ucap Rara seraya memejamkan matanya.


"Simpan saja di meja, nanti aku minum" ucap nya lagi.


"Sepertinya kamu lelah sekali" ucap Farel seraya duduk di samping Rara di atas tempat tidur.


"Lo gak sopan banget masuk sih El masuk kamar gue seenaknya " bentak Rara.


"Gue kan udah ketuk pintu, dan elo sendiri yang mempersilahkan gue masuk" jawab Farel santai.


"karna gue kira bukan elo "


"Sekarang lo keluar dari kamar gue" ucap Rara seraya menunjuk ke arah pintu.


"Santai dong Ra... baru juga gue masuk, memangnya lo gak kangen sama gue. Lo gak inget apa yang dulu sering kita lakukan saat berduaan di kamar seperti ini ?" goda Farel.


"Stop El... jangan pernah bicara tentang hal itu lagi" bentak Rara kesal. Baginya hal itu merupakan sebuah kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan.


"Kenapa Ra... Bukannya dulu lo sangat menikmatinya dulu" Farel menarik tangan Rara hingga ia terduduk di atas pangkuannya, kemudian Farel memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"El lepasin el..." Rara meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari Farel, tapi pelukan farel begitu erat.


"gue kangen sama lo Ra, gue kangen saat-saat seperti ini"Bisik farel di telinga Rara seraya memejamkan mata dan menghirup wangi tubuh Rara yang sangat ia rindukan.


"Lo bener-bener udah gila El, Lepasin gue El atau gue akan teriak biar semua orang dengar" ancam Rara


"Silahkan Lo teriak Ra silahkan.. percuma gak akan ada yang denger, karna kamar ini kedap suara "Jawab Farel lagi.


"Brengsek lo El, Sebenernya mau lo itu apa sih"Rara benar-benar kesal.


"Gue mau lo jadi cewek gue lagi Ra, gue mau kita kaya dulu lagi. lo liat Ra, Kakak gue sama kakak lo aja udah bisa balikan lagi, masa kita gak bisa Ra" Farel mengungkapkan keinginannya.


"Jangan mimpi El, sampai kapanpun gue gak akan sudi balikan lagi sama cowok brengsek kaya lo" Maki Rara.


"Ok Ra kalau itu yang lo mau, gua akan tunjukin sama lo, seberapa brengseknya gue di mata lo" Farel tampak kesal dengan ucapan Rara, ia langsung membaringkan tubuh Rara ke tempat tidur dan menindihnya, menahan kedua tangan rara dengan erat.


"El... apa yang lo lakuin El, lepasin gue" Rara berusaha keras untuk melepaskan diri dari Farel. Namum sejurus kemudian Farel langsung ******* bibir Rara dengan rakus, seolah melampiaskan amarahnya.


" Hmmmmp hmmmmp" Rara berusaha melawan namun Farel semakin agresif.


"El... lepasin gue El, atau gue akan laporin perbuatan lo sama kakak lo" ucap Rara dengan napas yang tersengal-sengal setelah farel melepaskan bibirnya.


"Silahkan lo laporin ke kakak gue, kalo lo emang pengen liat pernikahan mereka hancur lagi, dan melihat Maya sedih, gue yakin masalah ini akan mempengaruhi hubungan mereka" Farel sama sekali tidak takut dengan ancaman Rara.


"Lebih baik lo nikmati aja ra, lo gak usah munafik" farel kembali ******* bibir Rara bahkan lebih agresif.


Semakin Rara memberontak semakin kuat juga tenaga farel hingga Rara kehabisan tenaga untuk melawan.


Farel sudah mulai membuka kancing kemeja Rara satu persatu, kemudian ia menyusuri leher ratra sampai ke bagian d*d*.


"El gue mohon el... lepasin gue" Rara sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Lo cuma milik gue Ra, gak ada seorangpun yang bisa mengambil lo dari gue " Farel benar-benar terobsesi dengan Rara hingga ia berbuat nekat.


Farel sudah melepaskan semua pakaian Rara, Hingga tidak ada sehelai benangpun di tubuhnya, Rara hanya bisa menangis saat Farel menguasai tubuh nya dan melampiaskan hasratnya.

__ADS_1


Walaupun ini bukan pertama kalinya mereka melakukan hal seperti ini, tapi Rara merasa jika kali ini dirinya sudah hancur sehancur-hancurnya, mengingat jika dirinya sudah menjalin hubungan serius dengan Radit, bahkan Radit sudah mengajaknya untuk segera menikah.


Rara benar-benar tidak menyangka jika farel akan senekat dan segila ini. Entah bagaimana hubungan nya dengan Radit kedepannya.


__ADS_2