CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 106


__ADS_3

Hari ini merupakan hari pertama Bu Marni bekerja di rumah Maya dan Alvian, ia membawa Putri untuk ikut tinggal di rumah tersebut.


Pertama kali putri menginjakkan kaki di rumah tersebut, ia tampak sangat kagum melihat kemewahan rumah itu, bak seperti istana kerajaan. Tak pernah terbayangkan sedikit pun olehnya jika ia akan tinggal di rumah sebesar dan semegah ini


kesan pertama ketika ia bertemu dengan Maya adalah, Maya sangat baik dan tulus dan juga ramah. Walaupun ia orang yang sangat kaya raya tapi ia tidak sombong, ia tetap bersikap ramah kepadanya dan juga Ibunya.,


"Celine sini sayang" ucap Maya ketika Celine baru turun dari kamar nya.


"Ia mih...." jawab Celine seraya menghampiri Maya.


"Kenalin sayang, ini Bu Marni dan Putri, mereka berdua akan bekerja di rumah ini" jelas Maya.


"Hai Bu Marni, hai putri" ucap Celine ramah.


"Hai non" jawab Bu Marni dan Putri sambil tersenyum.


"Mudah-mudahan kalian berdua betah ya di rumah ini, kalian anggap aja rumah ini rumah sendiri" ucap Maya.


"Ia Bu..." jawab mereka lagi.


"Cel... sekarang kamu punya teman di rumah ini, kamu gak akan kesepian lagi, Mami harap kamu bisa berteman baik ya dengan putri, apalagi kalian seumuran, jadi pasti bakalan nyambung " ucap Maya kepada Celine.


"Ia mih....kita pasti bakalan jadi temen yang baik, ia kan Put" jawab Celine.


"Ia non" jawab Putri.


"Mami seneng denger nya. Ya sudah kalau begitu Mami berangkat duluan ya, soalnya Mami buru-buru, nanti kamu berangkat sama sopir aja ya" Pamit Maya.


"Ia Mih" jawab Celine.


"Hei kalian berdua, cepetan bikini gue sarapan, gue laper banget " Setelah Maya pergi, sikap Celine langsung berubah. mereka berdua pun sangat heran dengan hal itu.


"Baik non, bibi akan buatkan nasi goreng untuk non Celine" jawab Bu Marni.

__ADS_1


"Lo mau bikin gue gendut ya, ngasih gue makan nasi goreng" bentak Celine kepada Bu Marni.


"Maaf ya non, tolong jangan bicara kasar sama ibu saya, non kan bisa ngomong baik-baik kan" Putri tidak terima ibunya di bentak seperti itu.


"Heh anak kampung, berani-beraninya lo nasehatin gue, gue berhak ngelakuin apapun di rumah ini" bentak Celine lagi.


"Tapi __" putri hendak Menjawab ucapan Celine.


"Put sudah put..." cegah Bu Marni.


"Maaf ya non, anak saya sudah lancang berbicara seperti itu" ucap Bu Marni kepada Celine.


"Ajarin tuh anaknya untuk bersikap sopan sama majikan" bentak Celine lagi.


"Ia non"


"Kalau gitu Bibi permisi ke dapur dulu ya, bibi akan buatkan roti aja untuk sarapan non Celine "


"Ayo put bantuin ibu di dapur" Bu Marni menarik putri untuk ikut ke dapur.


"Tapi bu dia gak sopan sama ibu, ibu jangan mau di perlakukan seperti itu sama dia" protes Putri.


"Tapi dia itu majikan kita put, kita itu cuma pembantu di sini" jelas Bu Marni.


"Ia bu... putri tau, tapi walaupun kita pembantu, kita juga punya harga diri Bu, jangan mau di perlukan seenaknya " Putri bersikeras dengan pendirian nyam


"Sudah lah put gak usah di ambil hati, memang nya kamu mau kalau kita di pecat"


"Tapi Bu..." Putri masih tidak setuju dengan ucapan ibunya.


"Dengerin ibu Put... kita itu orang susah, kita sangat membutuhkan pekerjaan ini, apalagi sekarang sangat susah mencari pekerjaan, jadi kita harus sabar, kita harus nurut sama majikan, pokoknya ibu gak mau kalau kamu bersikap seperti tadi lagi" tegas Bu Marni.


Begitulah sikap dan sifat asli Celine yang sebenarnya, selama ini ia selalu bersikap baik di depan Maya dan Alvian, tapi di belakang mereka ia selalu bersikap sombong dan angkuh, dan memperlakukan orang seenaknya, itu sebab nya tak ada satupun orang yang betah bekerja di rumah itu.

__ADS_1


***


Hari ini merupakan jadwal pertemuan Rara dan Radit dengan Dokter Vera, dokter kandungan mereka, hasil tes kesehatan mereka berdua akan keluar hari ini, tapi sayang nya, Radit tidak bisa ikut menemui dokter tersebut, karna ada meeting yang sangat penting yang tidak bisa ia tinggal kan. Jadi hari ini terpaksa Rara harus pergi sendiri ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Rara langsung menemui Dokter kandungan di ruangannya, ia tidak perlu menunggu lama karena ia sudah membuat janji sebelumnya selain itu mereka juga sudah saling mengenal satu sama lain, karna Dokter Vera memang sering berkunjung ke rumah Dokter Diana.


Dengan berat hati Dokter tersebut menjelaskan bahwa penyebab mereka berdua belum memiliki anak sampai saat ini karna masalah nya ada pada Radit. Dokter tersebut menjelaskan secara rinci perihal hasil tes kesehatan Radit yang ternyata memiliki masalah dengan hormon nya.


Rara merasa sangat terpukul mendengar semua itu, ia sempat tidak percaya dengan apa yang di katakan Dokter tersebut, bahkan ia sempat meminta Dokter untuk melakukan tes ulang, ia yakin jika ada kesalahan dengan semua itu, tapi Dokter menjelaskan kepada Rara bahwa mereka sudah melakukan semuanya sesuai prosedur dan secara menyeluruh, ia menjamin jika hasil tes ini benar adanya.


Rara hanya bisa pasrah dengan kenyataan itu, tapi ia tidak tau bagaimana cara menjelaskan semua ini kepada Radit, ia yakin suaminya pasti akan sangat hancur setelah mengetahui hal itu, Radit pasti akan merasa tidak berguna sebagai seorang suami.


Rara pergi dari rumah sakit dengan perasaan sedih, ia bukan sedih karena Radit tidak bisa memberikan nya keturunan, ia akan menerima Radit apa adanya, menerima kelebihan dan kekurangannya. Tapi Rara sedih memikirkan perasaan suaminya setelah mengetahui hal ini.


Sekitar pukul lima sore akhirnya Radit pun kembali dari kantor, Rara menunggu Radit dengan perasaan cemas, rasanya ia ingin pergi dari rumah itu untuk sementara waktu, ia belum siap untuk bertemu dengan suaminya.


"Hai sayang kamu sedang apa" tanya Radit ketika ia masuk ke dalam kamar seraya mencium pucuk kepala istrinya.


"Tumben kamu gak nyamperin aku keluar, biasanya kalau kamu denger suara mobil aku, kamu langsung keluar nyamperin aku" sambungnya lagi, seraya duduk di samping istrinya.


"Maaf sayang, aku gak denger suara mobil kamu" jawab Rara bohong.


"Oia. Gimana kata Dokter, semua nya baik-baik aja kan" tanya Radit penasaran. Raut wajah Rara langsung berubah setelah mendengar hal itu, Radit pun menyadari hal itu.


"Kenapa sayang apa ada masalah" Tanya Radit khawatir. Tapi Rara masih belum bisa berkata apa-apa.


"Sayang... tolong jelaskan sama aku, jangan buat aku cemas seperti ini" bujuk Radit.


"Ta_tadi... tadi Dokter Vera bilang ternyata... ternyata ada masalah dengan kandungan aku. A_aku mandul sayang" Ucap Rara bohong, ia terpaksa berbohong kepada suami nya untuk menjaga perasaannya. Ia tidak mau jika perasaan suaminya hancur setelah mendengar kenyataan yang sebenarnya, ia kan menyimpan rapat-rapat semua kebenaran ini.


Setelah mendengar hal itu, Radit langsung memeluk Rara untuk menenangkan nya, dan memberikannya kekuatan, karna ia tau saat ini perasaan istrinya pasti sangat hancur, karna bagi seorang wanita, hamil dan melahirkan merupakan sesuatu hal yang sangat mereka nantikan.


"Maafin aku Dit" ucap Rara yang berada dalam pelukan suaminya. "Maaf karena aku sudah membohongi kamu" gumam Rara dalam hati

__ADS_1


"Nggak sayang gak apa-apa, aku yakin kita berdua akan mampu menjalani ini semua, hal ini gak merubah apapun, aku akan tetap menyayangi kamu, aku akan menerima kamu apa adanya" Ucap Radit dari dalam hati yang paling dalam.


__ADS_2