
satu bulan kemudian
Hari ini merupakan hari yang paling di tunggu-tunggu oleh Rara dan Radit, hari bahagia yang akan menjadi sejarah bagi mereka, hari yang tidak akan pernah mereka lupakan.
Acara ijab kabul sudah selesai di laksanakan, Rara dan Radit sudah sah menjadi suami istri secara agama dan juga negara.
Rara terlihat sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun berwarna putih dengan riasan dari penata rias ternama. Karna pada dasarnya Rara memang sudah sangat cantik walaupun tanpa make up.
Tak ada satupun orang yang tidak kagum dengan kecantikan Rara, dengan tubuh tinggi semampai seperti model. Apapun pakaian yang ia kenakannya akan selalu terlihat anggun.
Radit juga Tampak kagum melihat penampilan Rara saat ini, terlihat pangling dan berbeda dari biasanya, ia sampai-sampai tidak mengenalinya.
Moment haru dan menegangkan pun sudah selesai di laksanakan, kini tibalah saat nya acara resepsi, dimana teman dan kerabat akan mengucapkan selamat kepada mereka atas hari bahagia mereka. Dan melangsungkan serangkaian acara dan hiburan bagi semua tamu undangan.
Sebagian tamu undangan yang hadir di dominasi oleh para dokter dan juga pengusaha , yang tidak lain merupakan sahabat dari dokter Diani dan juga Radit yang merupakan seorang CEO, Alvian dan juga Maya turut mengundang teman-teman dan kerabat nya, sehingga Resepsi Rara dan Radit di penuhi dengan orang-orang hebat.
"Selamat nak... sekarang kamu sudah menikah, sekarang kamu sudah menjadi seorang suami" Ucap Dokter Diana yang tampak tidak menyangka melihat anak bungsunya sudah menikah.
"Mami Harap kamu bisa menjadi suami yang baik untuk istri kamu, yang bisa membimbing dan menjaganya, dan juga membahagiakannya. Semoga pernikahan ini menjadi pernikahan sekali dan terakhir kalinya untuk kalian, jangan pernah kamu berbuat kasar kepada istri kamu, jangan pernah kecewakan Mami" Dokter Diana memberikan wejangan untuk putranya.
"Ia mih... Adit janji, Adit akan menjadi suami yang Baik, Adit gak akan pernah ngecewain Mami" jawab Adit.
"Ra... Mami seneng banget sekarang kamu sudah menjadi Menantu Mami, kamu sudah menjadi anak Mami seutuhnya. Kamu yang sabar ya ngadepin Adit, jangan berantem-berantem lagi kaya kucing sama tikus, kalau Adit macem-macem kamu bilang aja sama Mami, nanti Mami jewer dia" ucap Dokter diana kepada Rara.
"Ia Mih... Rara juga seneng bisa jadi anak Mami, mertua idaman yang selama ini Rara dambakan" Selama ini Rara dan Dokter Diana memang selalu bercanda.
"Mami tenang aja kalau Radit macem-macem Rara pasti bakalan langsung cerita sama Mami, biar nanti kita cemplungin ke kolam bareng-bareng " Mereka berdua seketika tertawa bersama.
"Oh ia ada yang lupa, kalian harus secepatnya ngasih Mami cucu" ucap Dokter diana lagi.
"Siap laksanakan komandan " Adit langsung menjawab ucapan Mami nya, hal itu membuat Rara merasa malu.
__ADS_1
Kali ini giliran Radit dan Alvian yang akan mengucapkan selamat kepada mereka.
"Selamat ya Ra... sekarang kamu udah menikah, kakak bener-bener bahagia banget, semoga kamu selalu bahagia ya Ra, kakak harap kamu bisa menjadi istri yang baik bagi Adit, kamu harus nurut sama suami kamu, jangan pernah mengabaikan tugas kamu sebagai seorang istri" Maya turut bahagia melihat adik perempuan nya sudah menikah.
"Ia kak... Rara janji Rara akan berusaha menjadi istri yang baik. Makasih ya kak... selama ini kaka selalu ada di samping aku, selalu sabar ngadepin aku dan berusaha keras untuk bahagia aku dan keluarga kita, semoga aku bisa menjadi orang yang baik seperti kakak" Rara memeluk Kakaknya seraya meneteskan air matanya, teringat begitu besarnya pengorbanan Maya untuk dirinya dan juga keluarga nya.
"Adit... kakak titip Rara ya, sekarang kaka serahkan Rara sama kamu, tolong jaga dia dan bimbing dia, Kakak yakin kamu mampu menjalankan tugas kamu sebagai suami yang baik, kamu jangan segan-segan untuk mengingatkan Rara jika dia salah" Maya menyerahkan tanggung jawabnya kepada Radit, sekarang tugasnya sebagai kakak sudah selesai, ada seseorang yang lebih berhak untuk menjaga dan melindungi adiknya itu.
"Ia kak... kakak jangan khawatir, aku akan berusaha membahagiakan Rara " jawab Radit.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai di laksanakan, kini tibalah saatnya acara puncak, Dimana para pengantin dan juga para tamu akan berdansa dengan pasangannya masing-masing.
Mendadak suasana saat itu menjadi romantis, dengan lampu yang mulai redup dan di iringi dengan musik yang romantis pula.
Radit melingkarkan tangan nya di pinggang Rara yang ramping, sedangkan Rara mengalungkan tangannya di leher Radit, melangkah kaki mereka ke kiri dan ke kanan secara bersamaan.
"Ra... hari ini kamu sangat cantik" puji Radit seraya menatap wajah Rara.
"Kamu juga sangat tampan malam ini" jawab Rara.
keduanya saling menatap satu sama lain, larut dalam iringan musik yang sangat romantis. Radit mulai menundukkan sedikit kepalanya dan mendekatkan bibirnya dengan bibir Rara, Rara pun refleks memejamkan matanya, menerima sentuhan bibir Radit dan membalasnya. Mereka berdua tidak memperdulikan orang-orang di sekitar nya. Hingga cukup lama mereka menautkan bibir mereka yang terasa sangat manis.
Tibalah saat nya pasangan pengantin ini kembali ke kamar hotel, untuk beristirahat dan melewati malam yang panjang.
"Akhirnya acaranya selesai juga, kaki aku pegel banget seharian berdiri" ucap Rara seraya membuka High heels yang ia kenakan.
"Pegel banget ya, nanti aku pijitin ya sayang " Jawab Radit yang merasa kasihan, melihat Rara memakai high heels setinggi itu seharian.
"Gak usah sayang... kamu juga pasti cape" jawab Rara.
"Kamu bantu bukain aksesori di rambut aku aja, rasa nya berat banget" Rara merasa sangat risih dengan aksesoris yang ia kenakan, dari mulai hiasan kepala, anting yang besar dan juga kalung.
__ADS_1
"Sini Sayang aku bantuin" Radit membantu melepaskan aksesoris Rara satu persatu, Rara juga membantu melepaskan dasi yang radit kenakan dan membuka kancing kemejanya agar Radit merasa lebih lega.
Setelah selesai melepaskan aksesoris yang di kenakan Rara, Radit juga hendak membuka resleting gaun pengantin Rara di bagian punggung, karna Rara tampak kesulitan untuk membukanya.
Radit tampak canggung untuk melakukan nya, sebab hal itu akan menjadi yang pertama kalinya ia melihat bagian dalam tubuh Rara.
"Ting Nong" Tiba-tiba suara bel pintu kamar hotel berbunyi, hal itu membuyarkan kecanggungan mereka .
"Sebentar ya sayang, aku buka pintu dulu" Pamit Radit.
"Ada apa ya mas" Tanya Radit kepada Karyawan hotel.
"Maaf saya mengganggu, saya hanya mengantarkan surat ini untuk Nona Rara " jelas pegawai hotel, seraya membawa amplop berwarna coklat
"Dari siapa" jawab Radit heran.
"Saya tidak tau, sebab orang yang memberikan surat ini tidak memberi tahu namanya, tapi katanya ini penting sekali " jawabnya lagi.
"Baiklah kalau begitu " jawab Radit membawa amplop tersebut.
"Siapa sayang..." Tanya Rara ketika Radit kembali ke dalam.
"Ini ada yang mengantarkan amplop untuk kamu, katanya penting" jawab Radit.
"Amplop ?" Rara mengerucutkan keningnya.
"Mungkin ini dari salah satu teman kamu yang gak bisa dateng" Jelas Radit.
"Aku buka ya" ia juga penasaran dengan amplop tersebut.
Radit mengeluarkan isi Amplop tersebut, yang ternyata isinya merupakan beberapa foto.
__ADS_1
Radit begitu sangat-sangat terkejut melihat Foto-foto tersebut yang ternyata merupakan Foto Rara bersama Farel di tempat tidur tanpa memakai pakaian.