
"Terimakasih untuk hari ini sayang" ucap Farel seraya mencium pucuk kepala Rara yang tengah terduduk di sisi tempat tidur seraya memeluk kedua lututnya dan membalut tubuhnya dengan selimut.
Farel berlalu dari kamar Rara tanpa merasa bersalah sedikitpun, setelah apa yang telah ia lakukan kepada Rara, perbuatan yang sangat melampaui batas.
"Haaaaaaaaaaaah" Teriak Rara setelah farel pergi.
"Dasar b*jingaaaaaan"
"Brengsek Lo farel brengseeeeek" Rara sangat murka dan frustasi.
****
Setelah kejadian itu, Rara yang tengah merasa sangat Frustasi dengan kejadian yang di alaminya itu memutuskan untuk pergi ke rumah sahabatnya, untuk menenangkan diri di sana sebab Rara tidak tau harus cerita kepada siapa, bahkan ia tidak mempunyai keberanian untuk cerita kepada Maya, ia tidak mau jika masalah ini akan mempengaruhi pernikahan Maya dan Alvian, apalagi saat ini mereka masih bersedih atas hilangnya Alma.
Tampaknya Rara sedang berusaha menghindari Radit, bahkan ia tidak memberitahu Radit alamat tempat tinggal sahabatnya saat Radit ingin menemui nya kesana, Rara juga selalu mengabaikan chat dan telpon Radit, hal itu benar-benar membuat Radit bingung dengan berubahnya sikap Rara yang secara tiba-tiba, padahal sebelumnya hubungan mereka baik-baik saja, dan Radit juga merasa ia tidak pernah melakukan kesalahan apapun.
"Ra sampai kapan lo mau menghindar terus dari Adit seperti ini" Tanya Lisa yang merupakan sahabat Rara. Rara sudah menceritakan apa yang di alaminya kepada sahabatnya itu.
"Gak tau Lis gue bingung, bahkan gue gak sanggup buat ngeliat mukanya, gue bener-bener merasa bersalah" jawab Rara bingung
"kesalahan-kesalahan gue di masa lalu aja belum sempat gue akuin sama dia, sekarang udah Dateng masalah baru" ucap Rara lagi.
"Ra... semua orang pasti pernah punya masalalu yang buruk, gak ada orang hidup nya lempeng-lempeng aja. Lebih baik Lo jujur aja Ra, Lo ceritain semuanya sama dia, biar Lo gak punya beban lagi"jawab Lisa.
"Gue takut Lis... gue takut kalo dia gak mau Nerima gue, dia pasti gak bakal mau punya cewek bekas orang, apalagi cowok itu orang yang sangat di benci" jelas Rara.
"Ya ampun Ra... hari gini Lo masih mikir begituan, emang nya Lo bisa jamin kalo dia juga belum pernah tidur sama cewek ? secara jaman sekarang hal kaya gitu udah gak aneh" Bagi Lisa hal seperti itu adalah hal yang biasa, apalagi dia yang memang berkecimpung di dunia malam.
__ADS_1
"Tapi Lis... Adit itu cowok baik-baik, kayanya gak mungkin dia pernah ngelakuin hal kaya gitu" Rara tampak ragu dengan ucapan Lisa.
"Ra, Lo jangan liat orang dari luarnya aja. Apalagi cowok lu itu orang yang berduit, dan pergaulannya luas, jadi bukan hal yang mustahil kalo dia pernah tidur sama cewek, pasti banyak cewek yang ngejar-ngejar dia dan menggoda dia " Lisa berusaha meyakinkan Rara.
"Tapi omongan Lo bener juga sih Lis, tapi kalo dia bener-bener masih perjaka gimana" tanya Rara lagi.
"Ra percaya deh sama gue, gue yakin kalo cowok lu gak bener-bener polos seperti yang lo pikir" jelas Lisa lagi
"Tapi selama kita pacaran, dia gak pernah berbuat macem-macem sama gue"
"lo kan pacaran belom lama Ra, masih seumur jagung, jadi dia masih belom berani ngapa-ngapain lo. Lo coba aja deh goda dia buat tidur sama lo, gua yakin dia bakalan nyosor" Lagi-lagi Lisa meyakinkan Rara.
"Gila lo lis, ide lo bener-bener konyol" tolak Rara.
"Trus mau lo gimana ra ?" mending sekarang lo temuin dia, kasian dia nyariin lo terus, dia pasti khawatir sama lo, dia pasti bingung kenapa lo tiba-tiba ngehindarin dia" Lisa memberikan saran kepada Rara.
***
keesokan harinya Rara memutuskan untuk pulang, selain karena ia ingin menyelesaikan masalah nya dengan Adit, ia juga kasian kepada Maya yang tampak khawatir kepadanya.
Hari ini Rara meminta bertemu dengan Adit di sebuah restoran, ia sudah bertekad untuk berbicara jujur kepada Adit tentang masa lalu nya, ia juga sudah pasrah jikalau nanti Adit akan marah dan mengakhiri hubungannya.
"Sayang kamu kemana aja, kenapa kamu gak pernah angkat telepon aku, Apa aku punya salah sama kamu ? kalau aku punya salah aku minta maaf" ucap Adit seraya menggenggam tangan Rara. Terlihat jelas rait wajah adit yang sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan kekasihnya.
"Nggak Dit... kamu gak ada salah apa-apa, aku cuma lagi pengen sendiri aja. Aku minta Maaf ya udah membuat kamu khawatir" Rara merasa sangat bersalah.
"Nanti jangan kaya gitu lagi ya, aku bener-bener khawatir sama kamu, rasanya aku mau gila karna gak bisa ketemu sama kamu" Bahkan selama Rara menghilang Radit tak pernah fokus bekerja, ia selalu pergi dari kantor lebih awal.
__ADS_1
"Ia Dit aku janji, aku gak akan bikin kamu khawatir lagi"
"Oia Dit... ada yang mau aku ceritain sama kamu" Rara memberanikan diri untuk menceritakan masalahnya kepada Radit.
"Cerita tentang apa Ra... kok kayanya serius banget" tanya Adit penasaran.
"Tentang masalalu aku Dit, aku gak mau ada rahasia di antara kita, aku gak mau kalau nantinya kamu akan kecewa sama aku"
"Aku gak perduli tentang semua itu Ra... aku gak peduli dengan masa lalu kamu, yang aku pikirkan hanya tentang masa depan kita" Adit sama sekali tidak peduli dengan masalalu Rara.
"Nggak Dit kamu harus dengar kan aku dulu" Bujuk Rara.
"Ra... semua orang itu punya masa lalu, termasuk aku. Tapi tidak ada gunanya kita terus melihat ke belakang, lebih baik kita menatap lurus ke depan dan menata hidup kita yang baru" Bagi Radit yang terpenting adalah hubungan nya ke depan dengan Rara
"Aduh gimana ini, gimana cara ngejelasin sama Radit, kenapa dia gak mau dengerin omongan gue" gumam Rara dalam hati.
"Apa mungkin apa yang di katakan lisa benar, kalo Radit juga mempunyai masalalu yang buruk, dia pernah tidur sama cewek, makanya Radit gak mau denger cerita gue, mungkin Radit juga udah bisa menebak apa yang mau gue ceritain, apalagi dia juga tau kalo gue pernah kerja di Club" gumam Rara lagi.
"Ra... selama kamu pergi kemarin, aku udah mikirin mateng-mateng tentang hubungan kita, aku udah mutusin untuk melamar kamu Ra, aku ingin kita segera menikah dengan Kamu" Adit ingin segera meresmikan hubungan nya.
"Dit... kita kan pacaran belum lama, apa gak terlalu terburu-buru " Rara tampak ragu dengan ucapan Radit.
"Nggak Ra... aku gak mau lagi kehilangan kamu, aku gak bisa jauh dari kamu. Aku juga udah bicara sama Mami dan bang Raka. Dan mereka setuju. Besok kita akan menemui orang tua kamu dan juga kakak kamu untuk melamar kamu secara resmi Ra" jelas Radit.
"Dit kamu serius mau nikah sama aku" Rara tidak menyangka jika Radit akan mengajak nya menikah secepat ini.
"Ra... memangnya aku keliatan sedang bercanda? aku serius Ra... aku sangat serius dengan hubungan kita. Kamu mau kan Ra menikah dengan aku" Tanya Radit seraya menggenggam tangan Rara dan menatap kedua matanya.
__ADS_1
Cukup lama Rara terdiam memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan, namun pada akhirnya Rara pun menerima lamaran Adit, berharap jika semua akan baik-baik saja"