CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 45


__ADS_3

"May... aku mau minta maaf sama kamu atas kesalahan aku kemarin, aku udah jahat sama kamu" ucap Bella seraya menggenggam kedua tangan Maya.


"Aku ngelakuin itu karna aku cemburu melihat Al lebih perhatian sama kamu"


"Aku merasa kalo kamu udah merebut Al dari aku"


"Tapi aku sadar bahwa kamu tidak seperti itu"


"sekarang aku udah ikhlas menerima kamu sebagai istri kedua Al"


"Aku akan menganggap kamu sebagai adik aku sendiri" Bella terlihat menyesal dengan perbuatannya.


"Gak apa-apa mbak... aku udah maafin mbak kok"


"Aku juga ngerti dengan perasaan mbak Bella"


"Pasti gak akan mudah melihat suami kita menikah lagi dengan perempuan lain"


"Walaupun semua itu karna kecelakaan"


"Aku juga minta maaf sama mbak Bella karna aku sudah menjadi orang ketiga di antara kalian berdua"


"Aku senang mendengar bak Bella mau menganggap aku sebagai adik"


"Maksih ya May... makasih banyak"


"Mulai sekarang anggap aku sebagai kakak ataupun sahabat kamu, kamu jangan usah segan-segan buat cerita sama aku"


"Pokoknya mulai sekarang kita harus kompak buat jadi istri yang baik buat Al" ucap Bella lagi.


"Ia mbak pasti, aku akan menganggap bak Bella sebagai kakak aku sendiri" Maya terlihat bahagia melihat perubahan sikap Bella.


"Al... aku juga mau minta maaf sama kamu, aku udah bikin kalian salah paham"


"Aku udah egois Al, aku ingin memiliki kamu seutuhnya"


"Tapi sekarang aku udah ikhlas menerima semua ini" Kebetulan Al pun sedang berada di sana menemani Maya.


"Kali ini aku maafin kamu Bel... tapi kalo kamu mengulanginya lagi, aku gak akan pernah maafin kamu lagi"


"Aku berharap kalo apa yang kamu katakan ini benar-benar tulus Bel" tampaknya Alvian masih ragu dengan ucapan Bella.


"Ia Al... aku janji aku akan berusaha jadi istri yang baik untuk kamu, aku juga akan bersikap baik kepada Maya, aku gak akan menganggap Maya sebagai sainganku lagi" Ucap Bella meyakinkan suaminya.


"Aku senang mendengarnya, aku berharap kedepannya kalian selalu rukun"


"Aku juga akan berusaha menjadi suami yang baik untuk kalian"


"Aku juga akan berusaha adil kepada kalian" Ucap Alvian lagi.


"Oia Al... gimana kalo kita liburan ke Bali, kamu belum pernah kan ajak Maya jalan-jalan" Ucap Bella memberikan saran.

__ADS_1


"Gimana May... kamu mau kan liburan ke Bali, aku yakin kamu pasti belum pernah pergi ke sana" ucap Bella lagi.


"Ia aku emang belum pernah ke Bali"


"Tapi gimana mas Al aja" Dari dulu Maya memang sangat ingin pergi ke sana.


"Ya sudah kalo gitu, Minggu depan kita liburan ke Bali, aku akan meminta sekertaris ku untuk mengatur semuanya dan mengosongkan jadwal pekerjaanku.


**


Hubungan Farel dan Rara sudah kembali membaik seperti dulu, mengawali kisah cinta mereka dari awal lagi tanpa ada kepura-puraan, farel sudah membuka hatinya untuk Rara dan berniat serius dengan hubungannya, walaupun ia belum sepenuhnya melupakan Maya.


"Ra... setelah lulus nanti, rencananya kamu mau masuk ke fakultas mana ?" Farel sedang berada di kostan Rara sambil menemani Rara yang sedang belajar, karna besok ia akan ujian.


"Aku belum tau El..." jawab Rara yang tengah sibuk dengan buku-buku nya.


"Gimana kalau kamu masuk ke fakultas kedokteran, biar nanti kita bisa sama-sama" Ucap Farel tampak bersemangat membayangkan bisa satu kampus dengan Rara


"Aku gak tertarik jadi dokter, lagipula biayanya sangat mahal, tabungan ku gak akan cukup buat kuliah di sana, aku kan cuman ngandelin gaji aku di club', itupun uangnya aku bagi dua buat ngasih ke ibu" Jawab Rara yang sadar dengan keadaannya.


"Coba aja kalo aku udah kerja, aku pasti bakal bantu kamu buat bayar kuliah kamu"


"Tapi sekarang kau masih ngandelin orang tua aku" Farel merasa sedih karna ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Rara.


"Gak Apa-apa El... kamu harus bersyukur punya orang tua yang berkecukupan, kamu gak perlu susah-susah cari uang, kamu bisa minta apa aja yang kamu mau"


"Tapi Papi aku gak setuju kalo aku jadi dokter, dia pengennya kalau aku jadi pengusaha dan meneruskan perusahaan nya"


"Makanya Papi selalu membanding-bandingkan aku sama Bang Al" "Dan itu sebabnya aku gak terlalu Deket sama bang Al, aku benci sama dia karna dia selalu menjadi anak kesayangan Papi" Jelas Farel.


"Memangnya kenapa kamu gak mau jadi pengusaha El". Tanya Rara penasaran


"Aku juga gak tau Ra... tapi dari kecil aku pengen banget jadi dokter, aku pengen membantu orang yang gak mampu agar bisa sembuh dari penyakitnya"


"Aku bangga banget sama kamu El... ternyata kamu punya hati yang baik" puji Rara.


"Udah gak usah berlebihan"


"Sekarang lanjutin lagi belajar nya, biar kamu lulus dengan nilai yang bagus"


"Memangnya kalo aku dapet nilai bagus kamu mau ngasih apa" Tanya Rara lagi.


"Apapun yang kamu mau" Jawab Farel cepat.


"Serius ?" tanya Rara memastikan


"Ia aku serius, aku akan turutin semua permintaan kamu"


"Awas ya kalo kamu bohong" ancam Rara.


"Ia bawel...."jawab Farel seraya mencubit pipi Rara.

__ADS_1


**


"May... kamu lagi masak apa" Tiba-tiba saja, Bella menghampiri Maya di dapur.


"Aku masakin soto daging dan ayam bakar kesukaan Mas Al" jawab Maya yang tengah menyiapkan bahan-bahan masakan


"Aku bantuin ya May..."


"Tidak usah mbak... nanti baju bak Bella kotor" tolak Maya yang merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa May... sekalian aku pengen belajar masak, soalnya aku sama sekali gak bisa masak"


"Baiklah kalo gitu, bak Bella bantuin potongin sayurannya aja ya"


Hampir tiga puluh menit mereka berdua sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam, walaupun sebenarnya kehadiran Bella tidak membantu sama sekali, justru semakin merepotkan Maya, sebab Bella membuat dapur menjadi berantakan, bahkan ia sempat menumpahkan bumbu yang sudah di blender sehingga Maya harus membuat bumbu lagi.


"Akhirnya jadi juga masakannya"


"Maaf ya May... aku malah bikin kami repot" mereka berdua tengah menata makanan nya di meja.


"Gak apa-apa mbak... namanya juga lagi belajar".


"Lama-lama bak Bella juga akan terbiasa kok" ucap Maya memberi semangat.


"Kalo gitu aku ke atas dulu ya mbak, aku mau panggil mas Al di kamar"pamit Bella.


"Ia May... aku siapin piring nya dulu ya"


Beberapa saat kemudian Maya pun kembali bersama Alvian, kemudian mereka bertiga duduk bersama untuk menikmati makan malam bersama-sama.


"Hmmmm wanginya harum sekali, keliatannya enak May" ucap Alvian saat melihat makanan kesukaannya.


"Ia Al... aku juga udah laper banget dari tadi liat masakan Maya, udah gak sabar pengen nyobain" Jawab Bella.


"Ya sudah kalo gitu ayo kita makan sekarang" "Biar aku ambilin ya buat kalian" Maya mengisi piring Alvian dan Bella dengan penuh semangat. kemudian Al dan Bella langsung mencicipi makanan yang ada di hadapannya, tapi Ekspresi mereka tiba-tiba berubah saat suapan pertama, bahkan Bella sampai melepehkan makanannya menggunakan tisu.


"Mas Al... mbak Bella kalian kenapa ? masakannya gak enak ya" tanya Maya bingung.


"Gak apa-apa May..."jawab Alvian seraya mengunyah makanannya pelan.


"Masakan kamu asin banget Sis" ucap Bella yang langsung meneguk segelas air putih.


"Masa sih... perasaan tadi waktu aku cicipin, rasanya udah pas" Ucap Maya heran, kemudian ia pun mencicipinya lagi.


"Hhhmmmm ia... ini asin banget" ucap Maya lagi.


"Gimana ini Mas... mbak... kalian jadi gak bisa makan" ucap Maya tampak sedih


"Gak apa-apa May... kita bisa pesen makanan dari luar"


"Aku minta maaf ya mas... aku udah merusak suasana makan malam kita" ucap Maya merasa sangat bersalah.

__ADS_1


__ADS_2