CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 67


__ADS_3

Karna masih penasaran dengan status Maya dan Raka, Akhirnya Alvian memutuskan untuk membuntuti mereka berdua, Alvian ingin benar-benar memastikan bahwa Maya masih singgel atau sudah menikah.


Alvian sengaja menunggu di lobi rumah sakit untuk menunggu Maya selesai praktek, ia menutupi wajahnya dengan berpura-pura membaca koran, agar Maya tidak mengenali nya.


Setelah melihat Raka dan Maya keluar dari rumah sakit, Alvian mengikuti mereka dari belakang sampai mereka naik kedalam mobil. Ia mengikuti mobil mereka dengan hati-hati agar mereka tidak merasa bahwa mobilnya tengah di buntuti, Alvian sengaja agak menjaga jarak dari mobil mereka.


Bahkan saat di Mall pun, Alvian terus-menerus mengawasi mereka, tak membiarkan mereka berdua lepas dari pantauannya, bahkan ia sengaja mengenakan sebuah topi dan juga masker untuk menutupi wajahnya.


Seperti biasa Maya selalu terlihat ceria saat bersama Raka, selalu saja ada hal yang slalu membuat Maya tersenyum.


Namun ada satu hal yang membuat Alvian heran, dan membuat ia ragu kalau Maya dan Raka adalah sepasang suami istri.


"Kok aneh ya, dari tadi saya perhatikan, mereka berdua belum pernah gandengan " gumam Alvian curiga.


"Biasanya kan suami istri itu suka gandengan kalo di tempat-tempat seperti ini, atau paling tidak pegangan tangan"


"Dulu aja waktu masih jadi istri saya, kita suka gandengan tangan, bahkan sambil saya peluk" ucap Alvian lagi.


"Ah... mungkin aja, laki-laki itu memang orangnya kaku dan gak peka sama istri" Alvian hanya dapat menebak-nebak dan menyimpulkan sendiri apa yang dia lihat. Alvian kembali melanjutkan pengintaian nya, agar ia tidak ketinggalan jejak.


Entah karna ia penasaran atau karna ia sangat terobsesi dengan Maya, hingga membuat Alvian rela membuang-buang waktunya untuk mengikuti Maya.


Setelah selesai membeli semua kebutuhan anak-anak panti, akhirnya Maya dan Raka memutuskan untuk pulang, namun bukan pulang ke panti asuhan melainkan pulang ke rumah Dokter Diana, sebab mereka harus menjemput Alma terlebih dahulu di sana, karna tadi Siang Rara menjemput Alma di sekolahnya dan mengajak anak itu bermain di tempat tinggalnya itu.


Bukan hanya Maya saja yang dekat dengan Alma, Rara pun sangat dekat dengan Alma sejak Alma masih bayi, ia sering berkunjung ke panti asuhan untuk membantu Maya mengurus anak-anak, ia sangat menyayangi Alma seperti menyayangi adiknya sendiri.


Sesampainya mereka di halaman rumah, tiba-tiba muncul seorang anak kecil berlari dari dalam rumah, anak kecil tersebut adalah alma, ia langsung berlari memeluk Raka dan juga Maya, seperti layaknya seorang anak kecil yang menyambut kedatangan orang tuanya.


Tentu saja hal itu membuat Alvian yang tengah memperhatikan mereka dari jauh menjadi salah sangka, dan membuat dirinya yakin kalau Maya dan juga Raka memang sudah benar-benar menikah, apalagi melihat kebersamaan mereka bertiga yang layaknya keluarga kecil bahagia.


Marah, kecewa dan cemburu, itulah yang di rasakan Alvian saat itu, ia merasa bahwa dirinya sudah tidak mempunyai harapan untuk kembali dengan Maya, ia harus benar-benar merelakan Maya hidup bahagia bersama orang lain.


"Kamu pantas bahagia May..." ucap Alvian sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan sedih.


"Alma...ini boneka untuk kamu, tadi om Dokter sengaja mampir dulu ke mall buat beliin boneka ini, ini sebagai hadiah karna kamu sudah bisa baca, dan nilai kamu juga sangat bagus " Ucap Raka memberikan sebuah boneka kepada Alma, gadis cantik yang sangat lucu.

__ADS_1


"Makasih om Dokter..." jawab gadis lucu yang baru berusia lima tahun. Dan tahun ini Alma baru masuk TK tapi ia sangat cerdas di sekolahnya.


"Sama-sama cantik..." ucap Raka seraya mengusap pucuk kepala Alma.


"Dan ini hadiah dari bunda... bunda belikan kamu buku dongeng biar kamu makin lancar lagi bacanya" ucap Maya kemudian.


"Makasih bunda..."


"Alma suka banget sama buku dongengnya"


"Nanti malam bunda mau kan bacain buku dongeng nya sebelum tidur" Selama ini Maya memang sering membacakan buku dongen untuk anak-anak Sebelum tidur.


"Tentu saja sayang ... " jawab Maya lagi.


**


Anak-anak begitu senang ketika Maya dan Raka membawakan mainan dan juga makanan yang sangat banyak, Maya dan Raka tidak pernah membeda-bedakan mereka.


Mereka berusaha menjadi orang tua pengganti untuk anak-anak agar mereka semua bisa merasakan kasih sayang dari seorang ibu dan seorang ayah seperti layaknya anak-anak pada umumnya.


"Alma coba aku liat boneka kamu" ucap sila merebut mainan Alma secara paksa.


"kok boneka kamu lebih bagus sih..." ucap Sila lagi, padahal boneka yang ia punya pun sama seperti punya Alma, hanya beda warna saja.


"Punya kamu juga bagus kok sila..." Jawab Alma.


"Bohong... boneka kamu yang lebih bagus"


"Kamu juga dapat buku dongeng" Selama ini Sila memang selalu merasa iri kepada Alma, menganggap kalau Alma lebih di sayangi oleh Maya dan Raka.


"Itu hadiah dari bunda, karna Alma sudah bisa baca" jelas Alma.


"Dari dulu Kamu memang anak kesayangan bunda"


"Bunda sayangnya cuma sama kamu aja" ucap Sila lagi.

__ADS_1


"Engga Sila... bunda sayang sama kita semua, sayang sama Sila juga" Gadis pintar itu berusaha memberikan pengertian kepada temannya.


"Kamu bohong .. bunda gak sayang sama aku"


"Bunda cuma sayang sama kamu" Sila membuang buku tersebut ke lantai dan menyiramnya dengan air minum.


"Jangan Sila... jangan....nanti buku nya rusak" Alma mengambil buku yang sudah basah tersebut dari lantai sambil menangis.


"Awas ya... kalau kamu ngadu sama Bunda" Ancam sila.


"Alma kamu kenapa sayang..." Maya yang tengah lewat di kamar anak-anak tidak sengaja mendengar suara anak kecil menangis, ia langsung masuk ke dalam kamar tersebut untuk melihatnya.


"Buku dongeng Alma basah Bun..." ucap alam masih menangis.


"Udah jangan nangis sayang... Nanti bunda bantu keringkan bukunya" ucap Maya menenangkan Alma.


"Tapi bukunya jadi rusak" ucap Alma lagi.


"Gak apa-apa, ini masih bisa di baca kok"


"Maafin Alma ya Bunda... Alma gak bisa jaga pemberian bunda" ucap Alma merasa bersalah


"Gak apa-apa sayang... kamu gak perlu minta maaf"


"Memangnya kenapa buku nya bisa sampai basah seperti ini" tanya Maya pemasaran.


Alma terlihat takut untuk menjawab sebab sejak tadi, Sila terus memperhatikannya, sebagai peringatan agar Alma tidak mengadu.


"Ta_tadi... waktu Alma sedang membawa air minum, tiba-tiba Alma kepeleset, dan airnya kena buku" Alma terpaksa bohong kepada Maya.


"Tapi kamu gak apa-apa kan sayang..." tanya Maya khawatir.


"Nggak Bun... Alma gak kenapa-napa"


"Lain kali kamu hati-hati ya sayang..."

__ADS_1


__ADS_2