
Maya sudah mulai terbiasa dengan pekerjaannya, ia sudah merasa nyaman di lingkungannya yang sekarang, mengurus anak-anak dan menghabiskan waktu dengan bermain bersama mereka, apalagi ada Baby Alma yang selalu membuat Maya merasa betah di sana, dan melupakan segala kesedihannya.
Ketika Maya tengah menggendong Baby Alma dan mengajak anak-anak bermain di taman, tiba-tiba datang seorang pria dengan membawa banyak sekali makanan dan juga mainan. anak-anak tersebut langsung berlari dan memeluk pria tersebut.
"Om Dokter....." teriak anak-anak yang langsung berhamburan ke arah Pria tersebut. Hal itu membuat Maya heran dan bertanya-tanya siapa pria tersebut.
"Gimana kabar kalian, kalian baik-baik saja kan" ucap pria tersebut dengan senyum mengembang di bibirnya, ia tampak sayang dan akrab dengan anak-anak.
"Baik Om..." jawab anak-anak secara bersamaan.
"Ini om Dokter bawakan kalian makanan dan juga mainan yang om beli di luar kota kemarin, kalian pasti suka" ucap Pria tersebut.
"Makasih Om...." Ucap anak-anak riang.
"Eh... ada mas Raka" ucap Bu Ambar yang baru saja keluar dari dalam.
"Mas Raka gimana kabarnya, sehat ?"
"Udah seminggu mas Raka gak datang kesini"
"Anak-anak nanyain Mas Raka terus" jelas Bu Ambar.
"Ia Bu Ambar... kemarin saya ada seminar di luar kota selama satu Minggu"
"Saya juga kangen banget sama anak-anak"
"Oia gimana keadaan anak-anak, mereka gak ada yang sakit kan" tanya Raka khawatir.
"Alhamdulillah anak-anak sehat, apalagi ada Maya yang selalu mengurus anak-anak, memperhatikan pola makan anak-anak dan memberikan vitamin kepada mereka"jelas Bu Ambar
"Maya ?" ucap Raka bingung seraya mengerutkan dahinya.
"Oia... ibu lupa belum ngenalin Maya ke mas Raka"
"May... sini May" Bu Ambar melambaikan tangan nya kepada Maya yang tengah menggendong Baby Alma di taman.
"May kenalkan ini Dokter Raka, anak pemilik panti asuhan ini, Dokter Diana"
"Mas Raka ini Maya, yang membantu ibu mengurus anak-anak sekarang, Dokter Diana yang membawa Maya ke sini" Jelas Bu Ambar memperkenalkan mereka berdua.
"Raka" ucap Raka seraya mengulurkan tangannya.
"Maya" jawab Maya ketika menjabat tangan Raka.
"Oia mas Raka, Maya ini calon Dokter"
"Jadi kalo ada anak yang sakit, Maya langsung grecep kasih anak-anak pertolongan pertama" jelas Bu Ambar Lagi.
__ADS_1
"Syukur lah kalau gitu, Saya senang mendengarnya, jadi saya tidak akan terlalu khawatir dengan kesehatan anak-anak"
"Sebab Saya tidak bisa datang kesini setiap hari"
"Saya titip anak-anak ya May sama kamu, kalau kamu perlu obat-obatan atau yang lainnya kamu bilang aja sama saya" Selain Dokter Diana, Raka juga selalu ikut membantu memenuhi semua kebutuhan Anak-anak.
"Ia mas... stok obat-obatan di sini masih lengkap" ucap Maya sembari menimang-nimang Baby Alma.
"Oia... ini bayi kamu" Tanya Raka ketika melihat Baby Alma.
"Bukan Mas... ini anak baru di panti asuhan ini, beberapa hari yang lalu ada wanita yang menitipkan bayi ini kesini" jelas Bu Ambar.
"Oh... saya kira ini Anaknya Maya, soalnya wajah mereka mirip"
"Ia mas... mereka berdua memang mirip, seperti ibu sama anak"
"Baby Alma juga kelihatan nyaman banget sama Maya, Dia langsung anteng kalau di gendong Maya, padahal pas di bawa kesini, Baby Alma rewel banget loh"jelas Bu Ambar lagi.
"Mungkin Baby Alma mengira kalau Maya ini ibunya"
"Ya sudah kita masuk ke dalam Yuk, kita makan sama-sama"
"Ayo anak-anak" ajak Raka membawa anak-anak masuk.
**
Kepergian Maya dari sisi Alvian sangat berdampak besar untuk Alvian. Alvian menjadi kehilangan semangat hidupnya. wajahnya selalu terlihat murung, dan juga kusut, seperti tak terurus, tak secerah biasanya.
Contohnya Hari ini, Alvian baru saja pulang dari kantor, tapi tidak ada orang di rumahnya, Karena Bibi sedang pulang kampung, dan Bella sedang melakukan pemotretan.
Alvian merasa lapar, ia kemudian pergi ke meja makan, namun tidak ada makanan yang bisa di makan.
" May... kamu gak masak hari ini" ucap Alvian yang tampaknya masih belum bisa melupakan Maya.
Kemudian Alvian pergi kembarnya untuk mencari Maya "May... Maya, kamu di mana"
"Kok tumben kamu gak masak"
"Biasanya kalau aku pulang, kamu udah siapin makanan buat aku" Ucap Alvian lagi.
Tiba-tiba Alvian tersadar kalau Maya sudah tidak bersamanya lagi.
"Astaghfirullah... kenapa aku jadi seperti ini" Ucap Alvian seraya mendaratkan tubuhnya untuk duduk di atas tempat tidur.
"Kenapa sih May... kamu harus ngelakuin hal keji sama Mami"
"Kalau saja kamu gak ngelakuin hal seperti itu, pasti saat ini kita masih sama-sama"
__ADS_1
"Kita akan hidup bahagia sama anak kita" Ucap Alvian sembari menjambak-jambak rambutnya dengan kedua tangan, sambil membungkuk.
"Hai sayang... kamu udah pulang" ucap Bela yang baru saja pulang pemotretan, ia membawa beberapa jinjingan belanjaan nya.
"Dari mana saja kamu, kenapa kamu baru pulang jam segini" Tanya Alvian kesal.
"Aku habis pemotretan, terus aku ke mall dulu sebentar buat Shoping"
"Oia aku juga beliin kamu baju dan celana baru" ucap Bella seraya memberikan salah satu belanjaan.
"Aku gak perlu hal seperti ini" bentak Alvian seraya melemparkan barang pemberian Dari Bella.
"Al... kok malah di lempar sih... padahal aku udah susah-susah nyari barang ini"
"Kamu tau gak, barang ini limited edition" Gerutu Bella
"Perse*an dengan semua itu"
"Aku gak butuh barang seperti itu"
"Aku itu cuma ingin kamu jadi istri yang baik"
"Yang bisa mengurus suami"
"Bukan keluyuran gak jelas seperti ini" bentak Alvian dengan penuh Emosi.
"Aku itu bukan keluyuran gak jelas, tapi aku itu kerja" bantah Bella
"Sudah berapa kali aku bilang sama kamu, kamu gak perlu lagi kerja jadi model gak jelas seperti itu, hanya buang-buang waktu saja"
"Al kamu udah tau kan, jadi model itu impian aku dari dulu, aku gak mau ngelepasin itu semua, gak ada seorangpun yang bisa melarang aku untuk meninggalkan popularitas yang sudah aku aku raih selama ini" Ucap Bella bersikukuh dengan pendiriannya.
Kamu gak pernah berubah ya Bel... dari dulu kamu masih aja keras kepala ,harusnya kamu contoh Maya, dia gak pernah membantah suami, Maya itu selalu mengurus suami dengan baik, menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri" lagi-lagi bayangan Maya melintas di pikirannya.
"Kok kamu jadi banding-bandingin aku sama perempuan itu"
"Apa kamu udah lupa, dia yang udah bunuh Mami kami" Ucap Bella tak terima
"Ia aku ingat... dan aku gak akan pernah melupakan hal itu"
"Tapi setidaknya, dia lebih baik daripada kamu" ucap Alvian seraya meninggal kan Bella di kamarnya, Bahkan Alvian sampai membanting pintu kamar dengan sangat kencang.
"Haaaaaaahhhhhh" teriak Bella.
"Maya Maya Maya terus yang dia ingat"
"Padahal dia udah gak ada di sini tapi masih aja jadi duri dalam rumah tanggaku"
__ADS_1