
Kabar tentang Alma langsung menyebar ke semua orang yang dekat dengan bocah cantik itu, Raka Rara dan juga Alvian, mereka semua sangat terkejut ketika mendengar bahwa Alma akan di adopsi oleh orang lain, dan besok Alma akan pergi meninggalkan panti asuhan yang telah ia tempatinya sejak bayi, dan juga meninggalkan semua orang yang menyayanginya.
Meskipun mereka semua tidak rela jika Alma di adopsi oleh orang lain, tapi mereka semua tidak bisa berbuat apa-apa, termasuk Raka dan juga Dokter Diana yang merupakan pemilik yayasan tersebut, sebab setiap anak mempunyai hak untuk mendapatkan orang tua asuh, dan jika mereka menggagalkan proses adopsi tanpa sebab, hal itu akan menjadi masalah bagi yayasan tersebut.
Selama ini Alma benar-benar beruntung karna begitu banyak orang yang menyayanginya dengan tulus, dan ia di kelilingi oleh orang-orang yang sangat baik.
**
Pagi ini mereka semua sudah berkumpul di panti asuhan untuk mengucapkan salam perpisahan kepada Alma, dan menghabiskan waktu dengannya sebelum ia pergi.
Sama hal nya dengan Maya yang sejak semalam menghabiskan waktu dengan Alma, tidur bersama dan membacakan dongeng sebelum tidur yang sering ia lakukan sebelumnya. Mungkin hal itu merupakan yang terakhir kalinya untuk mereka berdua, bahkan Maya menghabiskan waktu semalaman untuk menatap wajah polos Alma yang sedang tertidur pulas, sembari membelai-belai rambutnya dan mengusap pipinya, hingga buliran bening lolos begitu saja dari pelupuk matanya.
Semalam Maya juga sudah membantu Alma untuk menyiapkan pakaian dan barang-barang Alma untuk dibawa ke tempat barunya.
**
Saat menjelang siang, Orang tua asuh Alma pun tiba di panti asuhan untuk menjemput Alma, mereka berdua sudah membawa berkas-berkas yang di perlukan, kemudian mereka pun menandatangani sejumlah berkas yang sudah di siapkan oleh pihak panti, hingga akhirnya Alma pun resmi menjadi anak angkat mereka berdua.
"Wah... ternyata disini banyak yang sayang ya sama Alma" Ucap Nyonya Wiliam ketika ia melihat Alma tangah bermain bersama om dan Tante nya.
Tadi mereka berdua juga sempat berkenalan dengan yang lainnya.
"Ia Nyonya Wiliam... banyak sekali orang yang sayang sama Alma, sebab Alma sangat periang dan juga pintar, bahkan tadi pun guru sekolahnya Alma menitip salam kepada saya untuk Alma, dan beliau mengatakan bahwa ia pasti akan merasa kehilangan Alma" jelas Bu Ambar.
"Kalian jangan khawatir, nanti saya akan sering-sering mengajak Alma kesini" Ucap Nyonya Wiliam untuk menghibur mereka semua, sebab ia bisa merasakan bahwa mereka semua sangat sedih harus berpisah dari Alma.
"Alma kamu sudah siap ikut bersama kami ?" Tanya nyonya Wiliam, Alma hanya menjawab dengan sebuah anggukan.
"Sebelum kita pergi, kamu pamitan dulu ya sama semuanya" ucapnya kemudian.
Dengan wajah sedih, Alma menghampiri Rara dan juga Radit. "Tante Rara, Alma pamit pergi dulu ya... Makasih ya Tante, selama ini Tante sudah baik sama Alma"
"Ia sayang... " Jawab Rara dengan mata yang berkaca-kaca
"Alma baik-baik ya di sana bersama orang tua baru Alma"
__ADS_1
"Nanti kapan-kapan kita main lagi" Alma dan Rara berpelukan beberapa saat
"Om Radit.... Jagain tante Rara ya, kalian gak boleh berantem terus" ucap Alma kepada Radit yang berada di sebelah Rara.
"Ia sayang ... Alma jangan khawatir, Om pasti akan jagain tante Rara" Jawab Radit seraya mengusap pucuk kepala Alma.
Kemudian Alma beralih kepada Raka. "Om Dokter... Terimakasih ya, Selama ini Om Dokter sudah menyayangi Alma, Alma tidak akan pernah melupakan semua kebaikan om Dokter selama ini, Alma sayang sama om Dokter"
"Ia sayang... om Dokter juga sayang sama Alma, semua orang di sini juga sayang sama Alma"
"Tetap jadi anak yang baik ya sayang" Raka memeluk Alma beberapa saat.
"Om baik... makasih banyak ya, om baik sudah mau menjadi teman Alma dan selalu mengajak Alma bermain, Alma pasti bakalan kangen sama om baik" ucap Alma kepada Alvian.
"Om juga bakalan kangen sama Alma"
"Om janji, kalau nanti Alma berkunjung ke sini, Om akan langsung datang ke sini untuk bermain bersama Alma, om akan tinggalkan semua pekerjaan om demi Alma" Jawab Alvian sembari menangkup kedua pipi cabi Alma.
Selanjutnya Alma berpamitan kepada Bu Ambar, kemudian ia berpamitan kepada Maya.
"Tentu saja sayang... bunda mau" Maya mengangguk, kedua mata Maya terlihat merah.
"Bunda... Alma pasti bakalan kangen banget sama bunda, kangen main sama bunda .. kangen di bacain dongeng...dan kangen masakan bunda"
"Ia sayang .. bunda juga pasti bakalan kangen sama Alma, terutama kangen cerewetnya anak bunda ini" Maya mencomot bibir mungil Alma sambil berusaha tetap tersenyum.
"Oia sayang... Bunda punya sesuatu untuk Alma" Maya memberikan sebuah kalung dengan liontin berinisial A.
"Makasih bunda.... kalung nya bagus banget". Alma terlihat senang mendapatkan hadiah dari Maya. Tadi ia juga sudah mendapatkan hadiah dari yang lainnya.
"Alma suka?" tanya Maya
"Ia Bunda Alma suka banget..."
"Kalo gitu bunda pakaikan ya sekarang" Maya memakaikan kalung tersebut di leher Alma.
__ADS_1
"Makasih bunda..."
"Alma janji Alma gak akan pernah melepaskan kalung ini..."
"Alma sayang bunda" Alma memeluk Maya dengan sangat erat
"Bunda juga sayaaaaaang sekali sama Alma" ucap Maya seraya meneteskan air matanya, semua orang ikut terharu melihat kedekatan keduanya.
"Ayo sayang... nanti kita terjebak macet" ajak nyonya Wiliam.
Tiba-tiba saja pelukan Alma dan Maya terlepas mendengar suara tersebut. kemudian Maya segera menghapus air matanya agar Alma tidak semakin sedih jika melihatnya menangis. Kemudian Maya mencium wajah mungil Alma bertubi-tubi, dari mulai kening dan juga kedua pipinya.
"Ayo sayang... bunda antar Sampai ke mobil" Ajak maya setelah puas menciumi wajah Alma seraya menggenggam tangan Alma.
Sebelum Alma masuk kedalam mobil, ia juga berpamitan terlebih dahulu kepada semua teman-temannya.
Kemudian mereka semua mengantar Alma Sampai masuk ke dalam mobil.
"Teman-teman... Alma pergi dulu ya"
"Sampai jumpa...." ucap Alma dari balik jendela mobil yang kaca nya masih terbuka lebar
"Sampai jumpa Almaaaa" jawab Anak-anak.
"Sampai jumpa bunda..." ucap Alma seraya melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa sayang...." jawab Maya yang berada di samping mobil.
"Sampai jumpa semuanya...." Kemudian mobil tersebut pun berjalan perlahan, Alma masih melambaikan tangannya kepada semua orang dengan wajah yang sangat sedih.
Air mata Maya yang sejak tadi ia tahan, seketika pecah saat melihat mobil yang di tumpangi Alma semakin menjauh, bahkan ia sampai berlari mengejar mobil tersebut hingga ia terjatuh
"Alma....." teriak Maya sembari menangis.
Rara dan bu Ambar segera menghampiri Maya untuk membangunkan nya dan mengajaknya ke dalam, begitupun dengan Raka dan Alvian yang sejak tadi tak pernah jauh dari Maya.
__ADS_1
Semua orang berusaha menenangkan Maya dan memberikan kekuatan untuknya, mereka semua tau, betapa Maya sangat menyayangi Alma, begitupun sebaliknya. Semua orang tidak ada yang pernah menyangka bahwa Alma akan pergi dari sisi mereka.