CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 71


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Farel bekerja di perusahaan Papinya, beberapa hari yang lalu ia sudah mempelajari sedikit demi sedikit mengenai pekerjaan apa saja yang akan ia kerjakan di sana, Alvian juga sudah menugaskan seseorang untuk mendampingi Farel.


Hari ini Farel di tugaskan Alvian untuk menghadiri meeting penting dengan perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan mereka, Meeting tersebut di adakan di perusahaan nya.


Hampir semua orang sudah berkumpul di ruang meeting, hanya tinggal menunggu satu orang saja.


"Apa meeting nya bisa kita mulai sekarang" tanya Farel tampak sudah tidak sabar menunggu Ia memang belum terbiasa dengan hal tersebut.


"Maaf pak tunggu sebentar lagi"


"Kami sedang menunggu atasan kami"


"Sebentar lagi beliau sampai" ucap Desi yang merupakan salah satu Client farel.


"Memangnya siapa atasan kamu"


"Kenapa jam segini dia belum datang juga"


"Bagaimana bisnis ini bisa maju jika atasannya saja tidak bisa datang tepat waktu." Ucap Farel kesal.


"Atasan kami Bu Tiara"


"Biasanya beliau tidak seperti ini"


"Tadi beliau mengabari kami kalau mobilnya kempes" jelas Desi.


"Maaf pak... Anda jangan bicara seperti itu, Bu Tiara itu adalah orang yang paling penting di sini" Bisik Wina yang merupakan asisten Farel.


"Memangnya siapa Wanita itu"


"Bisa seenaknya aja datang sesuka hatinya" Gerutu farel kesal


Tak lama setelah itu terdengar bunyi ketukan langkah sepatu, seperti setengah berlari.


"Maaf... saya terlambat" ucap Seorang perempuan yang sedang di tunggu oleh semua orang, semua orang berdiri dan mengucapkan salam.


Farel sangat terkejut ketika melihat wanita yang baru saja masuk ke ruangan tersebut, ternyata Tiara itu adalah Rara wanita yang pernah menjadi kekasihnya dulu.


"Silahkan masuk Bu..." ucap salah seorang staf perusahaan Farel. Rara masih belum sadar dengan kehadiran Farel karna ada banyak orang di sana.


"Sebelumnya kami akan memperkenalkan CEO kami yang baru" ucap Desi kepada Rara.


Dan betapa terkejutnya Rara saat melihat Farel, orang yang sangat ia benci.


"Farel" ucap Farel mengulurkan tangannya kepada Rara sambil tersenyum.


Berbeda dengan Rara yang terlihat jelas bahwa dirinya tidak suka bertemu dengan farel, ia juga tampak malas menjabat tangan Farel.

__ADS_1


"Tiara" Akhirnya Rara terpaksa menerima uluran tangan Farel sebagai propesionalisme nya terhadap pekerjaan. Tiara mereupakan nama lengkapnya.


Sepanjang meeting berjalan, farel tak henti-hentinya menatap Rara. Ia sama sekali tidak fokus dengan pekerjaannya.


Berbeda dengan Rara yang tidak memperdulikan keberadaan Farel sama sekali, bahkan tak sekalipun ia melirik wajah Farel. ia ingin segera mengakhiri Meeting tersebut agar ia bisa secepatnya meninggalkan tempat tersebut, ia benar-benar tidak nyaman berada di tempat itu.


Bahkan saat meeting selesai, Rara meninggalkan tempat tersebut tanpa berpamitan kepada Farel sama sekali atau pun berjabat tangan seperti yang di lakukan oleh orang lain.


"Des... kamu duluan aja ya, saya mau ke toilet dulu" ucap Rara ketika mereka keluar dari ruang meeting


"Baik Bu..." jawab Desi yang tengah membawa beberapa berkas di tangannya.


"Kenapa sih gue harus ketemu dia sini"


"Kenapa perusahaan gue harus kerjasama dengan perusahaan dia" ucap Rara seraya memandang wajahnya di cermin, ia bener-bener kesal karna perusahaan nya harus berkerja sama dengan perusahaan Farel, karna mau tidak mau ia dan farel akan sering bertemu nantinya.


Di waktu yang bersamaan terdengar suara pintu toilet terbuka, yang Rara pikir adalah karyawan di perusahaan ini.


'Elo... ? ngapain Lo di sini"


"Lo gak bisa baca, ini toilet cewek" Ucap Rara terkejut melihat farel masuk kedalam toilet.


"Gua tau ini toilet cewek"


" Tapi Ada yang mau gua bicarain sama Lo Ra" jawab Farel seraya mengunci pintu toilet tersebut.


"Ngapain Lo kunci pintu nya"


"Buka gak! gua mau keluar" Ucap Rara kesal.


"Ya, gue emang udah gila"


"Gua sengaja Ngelakuin ini biar lo gak bisa kabur lagi dari gua" jawab Farel santai.


"Buka pintunya sekarang juga"


"Kalo nggak gua teriak ni" ancam Rara.


"Silahkan kalau kamu mau teriak"


"Ayo teriak aja"


"Percuma gak akan ada orang yang denger" Farel tak menghiraukan ancaman Rara sama sekali.


"Gua seneng banget Ra bisa ketemu sama Lo"


"Sekarang Lo semakin cantik"

__ADS_1


"Penampilan Lo Beda banget sama Rara yang gua kenal dulu" ucap Farel yang tengah memperhatikan pakaian Rara yang tengah mengenakan rok span di atas lutut dan juga blazer, terkesan sangat peminim, berbeda dengan Rara yang dulu terlihat tomboi.


"Rara yang dulu udah mati"


"Jadi jangan pernah Lo inget-inget lagi tentang gue"


"Anggap aja ko gak pernah kenal sama gue" tegas Rara.


"Bagaimana mungkin gua bisa lupa sama lo" ucap Farel seraya melangkahkan kakinya perlahan ke arah Rara dengan senyum penuh arti.


"Apalagi setelah apa yang pernah kita lakukan dulu" tubuh farel sudah semakin dekat dengan Rara, Rara pun mundur beberapa langkah kebelakang, namun langkahnya terhenti ketika ia sudah mencapai tembok.


"Jangan macem-macem Lo El..." ucap Rara ketakutan ketika farel sudah semakin dekat, namun farel tak menghiraukan ucapan Rara, ia justru menghimpit Rara ke tembok.


"Kenapa Lo ketakutan gitu Ra..."


"Seperti baru kenal aja"


"Lo lupa sama apa yang sering kita lakukan dulu" Ucap Farel lagi seraya mengusap pipi Rara.


"El... minggir El, gua mau keluar" Rara berusaha mendorong tubuh Farel namun tubuh farel tak bergeming sedikitpun.


"Kalo lo macem-macem sama gue, gue batalin kerjasama kita" ancam Rara lagi.


"Silahkan aja kalo Lo mau batalin kerjasama sama kita"


"Tapi perusahaan Lo harus membayar uang pinalti kepada perusahaan gue, dan itu akan sangat merugikan perusahaan Lo" ancam Farel. ia mengingatkan Rara tentang isi perjanjian kontrak kerjasama mereka.


"Mungkin kita dipertemukan disini karna kita berjodoh, kita memang di takdir kan untuk bersama Ra" kali Ini Farel membelai rambut Rara.


"Jangan Mimpi Lo El"


"Gue gak sudi berjodoh sama orang kaya Lo"


"Gue udah gak punya perasaan apa-apa lagi sama Lo"


Bentak Rara seraya menyingkirkan tangan Farel dari rambutnya.


"Lo yakin udah gak punya perasaan apa-apa lagi sama gua"


"Gua tau betul gimana cinta nya Lo sama gua"


"Apalagi saat kita sedang menghabiskan waktu di tempat tidur"


"Lo sangat tergila-gila sama gua"


"Sampai-sampai Lo gak mau lepas dari gue"

__ADS_1


"Gue bakalan buktiin itu sekarang" Sedetik kemudian Farel langsung me*umat bibir Rara dengan lembut, sebab ia tau betul hal itu merupakan kelemahan Rara, semarah-marah nya Rara, ia akan luluh setelah mereka melakukan hal tersebut, Rara tak pernah bisa menolak saat farel mengajaknya melakukan hal itu. Ia sangat yakin kali ini Rara tidak akan bisa lepas lagi darinya.


__ADS_2