CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 16


__ADS_3

"May... kamu kemana aja sih, kenapa kamu gak masuk kuliah, kenapa kamu gak bisa di hubungi" Mita dan Della memberondong Maya dengan berbagai pertanyaan, Meraka benar-benar mencemaskan Maya karna beberapa hari ini Maya tidak masuk kuliah.


"A_aku_ kemarin aku sakit Del Mit" jawab Maya bingung.


"Kamu sakit apa May, muka kamu pucat banget May" ucap Mita seraya menangkup wajah sahabatnya itu.


"Aku cuman demam aja Mit... kalian gak usah Khawatir, aku udah baikan sekarang" ucap Maya lagi.


"Lain kali kalau kamu kenapa-kenapa langsung hubungin kita ya May, jangan bikin kita cemas seperti ini" lanjut Della.


"Ia Del... maaf aku gak bermaksud bikin kalian cemas, tapi kemarin kepalaku pusing, aku benar-benar gak kuat untuk melihat Handphone" lagi-lagi Maya harus berbohong, sebenarnya ia Inging sekali menceritakan semua kejadian yang ia alami kepada sahabatnya tapi ia tidak ingin membuat sahabatnya semakin khawatir.


Di kantor


Alvian tengah duduk di kursi kebesarannya, menyandarkan punggungnya di sandaran kursi tersebut seraya memijit-mijit keningnya yang terasa pusing dengan semua masalah yang terjadi dalam hidupnya.


"Pagi bos" ucap Bagas yang baru saja masuk ke ruangan Alvian, Bagas merupakan asisten pribadi sekaligus sahabat Alvian dari sejak SMA.


"Udah balik lu dari Semarang, gimana proyek pembangunan di sana" tanya Alvian, Bagas mendapatkan tugas dari Alvian untuk pergi ke Semarang selama satu minggu.


"Semuanya berjalan lancar, ini laporannya" Bagas mmemberikan bererapa berkas kepada Alvian, ia meletakan berkas tersebut di atas meja, tapi Alvian tampak tidak bersemangat untuk melihat berkas tersebut.


"Lu kenapa Bos, Lu berantem lagi sama bini Lu" tanya Bagas seraya mendaratkan tubuhnya di sebuah kursi yang bersebrangan dengan Alvian, ia tau betul bagaimana rumit nya rumah tangga Alvian.


Alvian menghela nafas panjang, kemudian ia menceritakan semua yang di alaminya malam itu


"WHAT.... " Bagas membelalakkan matanya "Lo bener-bener gila bos, bisa-bisa nya Lo nidurin pembantu Lo sendiri" ucap Bagas seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Gue kan udah bilang kalau gue gak sengaja, kalo gue sadar mana mungkin gue nidurin anak orang sembarangan"jelas Alvian lagi.


"Trus tuh cewek gimana, dia pasti minta tanggung jawab sama Lo, trus nanti bini Lo gimana" tanya Bagas penasaran.


"Tanpa dia minta pun gue pasti tanggung jawab sama dia, tapi dia nolak, katanya dia gak mau merusak pernikahan gue"

__ADS_1


"Baik banget tuh cewek, mungkin kalau orang lain pasti udah ngejar-ngejar Lo buat minta pertanggungjawaban, gak peduli kalau Lo punya istri atau nggak, trus kenapa Lo masih bingung gitu, kan masalahnya udah kelar"


"Tapi masalahnya gak sampai di situ aja Men... masih ada masalah lain, dan itu bikin gue semakin merasa bersalah" Alvian mengusap wajahnya dengan kasar.


"Masalah apa lagi sih " Tanya bagas sambil beranjak dari tempat duduk untuk mengambil minuman kaleng dari kulkas yang berukuran kecil yang ada di ruangan tersebut.


"Perempuan yang gue tidurin itu ternyata pacarnya Ade gue" ucap Alvian lemah.


"Brusssss" Bagas tidak sengaja menyemburkan minuman yang baru saja ia tegak.


"Ebuseeet kok jadi rumit gini masalah nya, beneran dia pacarnya si farel, trus Lo udah kasih tau Ade Lo belom kalo Lo udah nidurin Ceweknya"


"Gila aja Lo, gue harus ngasih tau masalah itu sama Ade gue, makin benci aja dia sama gue, Lo tau sendiri kan kalo selama ini kita gak pernah Deket, dia gak suka sama gue gara-gara bokap gue suka ngebanding-bandingin kita berdua"


"Ia juga sih... lagian gue heran, bisa-bisanya Ade Lo pacaran sama pembantu, gue jadi penasaran sama pembantu Lo itu, emang nya dia cantik ya"


"Gimana si Lo, bukan nya ngasih saran ke gue, malah nanya kaya gitu"ucap Alvian kesal tapi walaupun begitu perasaannya sedikit lega, ia memang butuh teman untuk cerita.


"Del... Maya mana" Tanya Farel saat bertemu Della di parkiran, ketika kelasnya sudah selesai Farel segera mencari Maya untuk mengajaknya pulang bersama.


"Maya sudah pulang dari tadi sama Mita" jawab Della.


"Oh gitu... " Farel tampak kecewa.


"Trus Lo lagi ngapain di sini"


"Gue lagi nunggu cowok gue jemput" jawab Della lagi.


"Kalau gitu gue duluan ya"


"May kamu sudah nyampe mana, kenapa kamu gak nungguin aku" Farel mengirimkan pesan kepada Maya.


Beberapa saat kemudian Maya langsung membalas pesan dari Farel.

__ADS_1


"Aku masih di jalan, aku pulang sama Mita, tolong kamu jangan susul aku ke rumah, biarkan aku bekerja dengan tenang, aku merasa tidak enak sama kakak kamu"balas Maya.


"Kamu jangan Khawatir May, kakak aku gak akan keberatan kok kalau aku menemui kamu terus"Jawab Farel lagi dalam pesan nya.


"Plis El aku mohon, aku ingin bekerja dengan tenang dan fropesional, kalau kamu tetap maksa datang kerumah jangan salahkan aku kalau aku akan mengacuhkan kamu, karna di rumah itu hubungan kita hanya sebatas pembantu dan adik dari majikan aku, tolong hargai keputusan aku El" Maya berusaha meyakinkan Farel, karna ia tau Farel sangat keras kepala.


"Baiklah kalau begitu, tapi kamu gak boleh menghindari aku lagi saat di kampus, karna aku gak bisa lama-lama jauh dari kamu" Farel akhirnya menyerah dan mengikuti keinginan Maya.


**


Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah dan menyiapkan makan malam untuk Majikannya, Maya memutuskan untuk pergi ke halaman belakang untuk mencari udara segar sekaligus mengerjakan tugas kuliahnya yang sangat menumpuk karna beberapa hari ini ia tidak masuk kuliah.


Namun saat Maya tengah mengerjakan tugasnya, tiba-tiba saja laptopnya mati, Maya berusaha menghidupkan kembali laptop tersebut namun tidak berhasil juga, Maya benar-benar bingung harus berbuat apa, sedangkan semua tugasnya itu harus diserahkan besok pagi, ia tidak bisa menyelesaikan tugasnya tanpa laptop tersebut.


"May kamu mau kemana" tanya Alvian saat berpapasan dengan Maya di ruang tamu, Maya tampak tergesa-gesa hendak pergi ke luar rumah dengan membawa beberapa buku.


"Saya mau ijin sebentar Tuan, saya mau pergi ke Warnet"


"Untuk apa kamu pergi ke Warnet"Alvian mengerutkan keningnya heran.


"Laptop saya tiba-tiba mati Tuan, sedangkan saya harus menyerahkan semua tugasnya besok" jelas Maya.


"Kalau begitu tunggu di sini sebentar ya" Alvian meninggalkan Maya untuk pergi ke kamarnya, Maya tampak bingung kenapa majikannya buru-buru pergi ke atas, ia sudah tidak ada waktu lagi untuk menunggu, karna malam semakin larut ia khawatir tidak bisa menyelesaikan semua tugasnya malam ini.


"Ini May... kamu pakai laptop saya saja" Alvian memberikan benda tersebut kepada Maya.


"Tidak perlu pak, saya pergi ke warnet saja" tolak Maya merasa tidak enak.


"Sekarang sudah malam May, lagipula di dekat sini tidak ada Warnet, kamu harus keluar dari komplek ini untuk menemukan Warnet" jelas Alfian


Maya tampak berpikir beberapa saat, jika ia keluar mencari warnet pasti akan menghabiskan banyak waktu, pikirnya.


"Baiklah kalau begitu, aku pinjam dulu ya pak Laptopnya" akhirnya Maya pun menyerah, ia memang memerlukan laptop itu saat ini.

__ADS_1


__ADS_2