
Ultimatum dari Mami nya waktu itu cukup mengganggu pikiran Raka, pasalnya baru kali ini ia melihat Maminya setegas itu bahkan sampai mengancam akan menjodohkan nya dengan wanita pilihannya.
Saat ini raka tengah memikirkan bagaimana caranya ia mendapatkan kekasih untuk ia bawa ke hadapan Maminya, agar Maminya itu bisa berhenti menodongnya dengan berbagai pertanyaan seputar pernikahan. tapi semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi ia tidak sedang dekat dengan wanita manapun, mana mungkin ia tiba-tiba meminta seorang wanita untuk menjadi kekasihnya.
"Tok tok tok" suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Raka.
"Masuk" jawab Raka. Sedetik kemudian pintu ruangan Raka pun terbuka, dan masuklah seorang perawat cantik yang tak lain adalah Mila.
"Dok ini data pasien yang Dokter minta kemarin, beberapa pasien sudah mulai membaik" jelas Mila seraya meletakkan beberapa lembaran kertas di atas meja kerja Raka.
"Ia Mil terimakasih" jawab Raka seraya mengambil berkas tersebut untuk di periksa.
"Baik kalau begitu saya permisi dulu Dok" Pamit Mila hendak meninggalkan ruangan tersebut.
"Tunggu Mil" cegah Raka.
"Ia Dok... apa masih ada yang perlu saya bantu" jawab Mila.
"Mmmmhh nanti malam kamu ada acara gak" Tanya Raka ragu-ragu, meskipun sebenarnya ia malu mengatakan nya.
"Tidak ada Dok " jawab Mila bingung.
"Sa_saya mau mengajak kamu makan malam, kamu bisa gak" Kata-kata tersebut keluar begitu saja dari mulut Raka. ia seperti mendapatkan bisikan untuk mengatakan hal itu, mungkin kedatangan Mila seolah menjadi jawaban atas kebingungan Raka.
Mila sangat tidak percaya dengan apa yang ia dengar, entah ada angin dari mana Dokter idaman nya itu mengajaknya untuk makan malam.
"Gimana Mil... kamu mau gak" tanya Raka lagi karena Mila tak kunjung memberikan nya jawaban.
"I_ia Dok... saya mau" jawab Mila gugup sekaligus bahagia.
"Nanti saya akan kabari kamu lagi mengenai waktu dan tempat nya"
"Eh tapi saya belum punya nomor kamu"
"Saya boleh minta nomor kamu gak" tanya Raka seraya mengeluarkan handphone nya.
"Ia Dok " Mila memberitahukan nomor ponselnya kepada Raka.
Setelah keluar dari ruangan Raka, wajah Mila tampak berseri-seri, entah mimpi apa dia semalam tiba-tiba di ajak kencan oleh Dokter idaman nya.
"Mil... kamu kenapa senyum-senyum sendiri gitu" Tanya Sella saat mereka tidak sengaja berpapasan di koridor rumah sakit.
__ADS_1
"Selaaaa...." teriak Mila seraya memeluk sahabatnya itu.
"Baru aja aku mau cari kamu sel, ada yang mau aku ceritain sama kamu" teriak mila sambil tersenyum gembira.
"Ada apa sih, kok kamu keliatan seneng banget, jangan-jangan kamu dapet Doorprise ya" tanya Sela penasaran.
"Ini lebih besar dari sekedar Doorprise Sel.... pokoknya aku bener-bener seneng banget" jawab Mila kegirangan.
"Cepetan ceritain Mil... aku jadi penasaran " ucap sela
"Sini aku ceritain " Mila mengajak Sella untuk duduk.
"Jadi gini Sel... barusan aku ke ruangan Dokter Raka, trus pas aku mau balik tiba-tiba dia ngajakin aku makan malam seeeeel, aku bener-bener gak nyangka banget kalo Dokter Raka tiba-tiba ngajakin aku" jelas Mila.
"Trus trus gimana, kamu mau gak" tanya sela lagi.
"Ya ialah Sel... aku gak mungkin ngelewatin kesempatan ini, kapan lagi coba aku bisa makan malam berdua sama Dokter Raka" jawab Mila.
"Nanti kamu pilihin baju yang bagus buat nanti malam ya sel, soalnya aku bingung banget harus pake baju yang mana, aku pengen keliatan cantik di depan dokter Raka" ucap Mila lagi.
"Ok siap nanti aku bakalan dandanin kamu secantik mungkin " jawab Sella. Sebenarnya rara merasa heran karena kakak sepupu nya tiba-tiba mengajak sahabat nya kencan, padahal selama ini Raka tak pernah sekalipun mempedulikan Mila. Sella berpikir mungkin Semua ini atas Desakan Dokter Diana kemarin, tapi apapun alasannya ia ikut bahagia melihat Sahabatnya bahagia, ia tak pernah melihat Mila segembira itu, ia berharap semoga ini merupakan awal yang baik untuk keduanya.
***
Celine sangat kesal dengan hal tersebut, ia tidak mau satu sekolah dengan anak pembantu, tapi ia tidak berani proses kepada Mami dan papinya, ia tetap berpura-pura senang dapat satu sekolah dengan putri.
Celine merasa terancam dengan keberadaan putri, ia tidak mau jika Mami dan papi nya itu lebih sayang kepada putri, karna mereka berdua tidak pernah membeda-bedakan antara Celine dan putri, bahkan mereka juga memberikan uang saku yang sama kepada putri dan Celine.
Sesampainya di sekolah, kehadiran putri cukup mencuri perhatian siswa-siswa lain, mereka tampak penasaran dengan siswi baru yang berparas cantik itu, hal itu tentu saja membuat Celine semakin kesal, ia semakin merasa tersaingi oleh putri.
"Cel dia siapa, sodara Lo ya, kenalin sama kita dong" tanya beberapa pria ketika Celine dan putri sudah berada di kelas.
"Eh asal kalian semua tau ya, dia itu bukan sodara gue, tapi dia itu anak pembantu di rumah gue" jawab Celine kesal.
"Masa sih cel, mana mungkin anak pembantu bisa sekolah di sekolah elit ini" jawab salah satu siswa.
"Ya itu karena kebaikan papi mami gue, mungkin biar bisa sekalian juga jadi kacung gue di sekolah, biar bisa gue suruh-suruh, biar anak kesayangan nya ini gak cape" jawab Celine dengan bangga nya.
"Wah baik banget ya nyokap bokap Lo cel, sekolahin anak pembantu di sekolah elit, mereka juga sayang banget sama Lo" putri hanya bisa tertunduk di tempat duduk nya saat mendengar ucapan mereka semua, karna memang benar adanya ia hanyalah seorang pembantu, ia tidak akan menghiraukan hal itu, ia hanya ingin fokus sekolah dan belajar agar membuat ibunya bangga dan pengorbanan ibunya itu tidak sia-sia.
Ketika jam istirahat sudah tiba, seluruh siswa segera keluar dari kelas mereka, dan bergegas pergi ke kantin untuk jajan dan mengisi perut mereka. Begitupun dengan Celine dan putri.
__ADS_1
Celine pergi ke kantin bersama teman-temannya sedangkan putri hanya pergi sendiri karna ia belum mempunyai teman, apalagi setelah mereka mengetahui kalau putri hanyalah anak pembantu jadi mereka tidak mau berteman dengan putri.
"Put sini" teriak Celine ketika putri tiba di kantin.
"Ada apa non" jawab Putri saat menghampiri Celine yang sedang berkumpul bersama teman-temannya.
"Mana duit jajan Lo" Tanya Celine.
"Untuk apa non" tanya Celine bingung.
"Cepetan siniin jangan banyak tanya" bentak Celine.
"Ini non" Putri mengeluarkan Semua uangnya dari kantong nya.
"Waw uang jajan nya banyak banget, sama kaya uang jajan Lo cel" ucap Teman Celine.
"Duit ini punya gue, anak pembantu kaya Lo gak pantes pegang uang jajan banyak-banyak " Celine merebut uang jajan putri.
"Ini buat Lo" Celine memberikan uang sepuluh ribu kepada putri.
"Tapi non itu kan uang saya" protes Putri.
"Ini duit mami papi gue, jadi duit ini duit gue juga"bentak Celine.
"Udah sana jangan banyak protes, mending lo ambilin makanan dan minum gue di sana" Celine menyuruh putri mengambil pesanan nya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan Celine pun selesai, karna saat itu kantin sangat ramai dan antri. Putri membawa makanan dan minuman tersebut ke meja Celine tapi di tengah perjalanan, ada seorang siswa yang tidak sengaja menabrak lengan putri, hingga minuman yang di bawa putri tumpah membasahi bajunya.
"Sorry sorry gue gak sengaja" ucap Pria tersebut.
"Nggak apa-apa" jawab Putri
"Tapi baju Lo basah" ucap pria tersebut saat melihat baju putri yang basah dan bernoda.
"Nggak apa-apa, biar nanti saya bersihkan di toilet" Ucap Putri lagi.
"Ya sudah kamu pakai dulu sweater saya" pria tersebut memberikan sweater nya kepada putri.
"Tidak usah nanti sweater kamu kotor" putri menolak.
"tidak apa-apa, lagian ini salah saya kok"
__ADS_1
Semua orang tampak menyaksikan adegan tersebut, semua perempuan merasa iri karena putri bisa mengenakan sweater siswa tersebut, pasalnya siswa tersebut merupakan siswa terpopuler di sekolah itu.
"Cel... Liat deh, si putri di pinjemin sweater sama si Kenzo... Beruntung banget ya dia baru pertama masuk sekolah bisa pake sweater cowok terpopuler di sekolah ini, pasti sweater nya wangi banget" ucap Teman Celine. Celine tampak kesal karna pria incaran nya dekat dengan Putri.