CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 84


__ADS_3

Akhirnya Alvian dan Maya sudah sah menjadi suami istri. Berkat pengorbanan Raka yang mempunyai hati yang tulus. Ia benar-benar ingin melihat Maya bahagia bersama pria yang di cintainya walaupun ia harus terluka.


Kini Alvian sudah kembali memiliki Maya seutuhnya, mendapatkan pujaan hatinya.


Setelah pesta pernikahan selesai, Alvian membawa maya pulang kerumah mewah yang mereka tempati dulu. Alvian juga jarang tinggal di rumah tersebut, sebab semenjak papi nya sakit dan Mami nya meninggal, ia memutuskan kembali ke rumah orang tuanya.


Maya benar-benar tidak menyangka bahwa ia akan kembali ke rumah itu, rumah yang menyimpan kenangan indah Antara mereka berdua, dan tak sedikit pula terjadi kejadian buruk di rumah itu, namun Maya benar-benar bahagia bisa kembali ke rumah itu.


"Selamat datang May di rumah kita" ucap alvian ketika mereka berdua masuk ke dalam rumah tersebut.


Maya tak bisa berkata apa-apa, ia masih tidak menyangka, ia hanya bisa memandang sekeliling rumah tersebut yang masih tidak berubah sedikitpun.


"Gimana May... kamu senang gak kembali kerumah ini"


"Saya sengaja tidak merubah sedikit pun dekorasi rumah ini ataupun mengganti pajangan dan hiasan rumah ini yang selalu kamu tata setiap hari"


"Agar saya bisa selalu mengingat kamu"


"Saya selalu berharap jika kamu bisa kembali ke rumah ini"


"Ia mas aku bahagia bisa kembali ke rumah ini, aku masih bener-bener gak menyangka bisa kembali ke sini" Maya Masih merasa jika semua itu hanya mimpi.


Alvian mengajak Maya ke kamar nya, kanar mereka dulu, namun maya di buat terkejut ketika masuk ke kamar tersebut, sebab alvian mendekorasi kamar tersebut dengan begitu indah, selayaknya kamar pengantin pada umumnya, setiap sudutnya di kelilingi dengan bunga-bunga yang sangat indah dan juga harum, bunya kesukaannya.


Di sela-sela pesta pernikahan nya tadi siang, Alvian sengaja menghubungi asisten pribadi nya untuk menyulap kamarnya menjadi seindah mungkin, untuk menyambut kedatangan maya dan membuat maya nyaman di kamar tersebut.


Bukan hal yang sulit bagi Alvian untuk melakukan hal tersebut mengingat ia adalah orang yang kaya raya dari keturunan keluarga yang sangat terpandang. Apalagi setelah Papinya sakit, ia lah yang memegang dan menjalankan semua perusahaan dan bisnis yang di miliki oleh Papinya, sebab Farel belum masih belum bisa di andalkan.


Tak hanya itu, alvian juga meminta asisten pribadi nya untuk mentransfer uang ke pada Raka untuk mengganti semua biaya pernikahannya, bahkan ia mengganti tiga kali lipat dari dari biaya yang di keluarkan Raka. Alvian tidak mau menikah dengan cuma-cuma tanpa melakukan apapun. Mungkin jika sebelumnya ia tau jika akan menikah dengan Maya, ia akan membuat pesta yang lebih megah dan lebih mewah dari pada itu.

__ADS_1


"Mas.... kamarnya indah sekali" Maya terlihat takjub melihat kamar tersebut.


"Ini semua untuk menyambut kedatangan kamu May" jawab Alvian seraya menutup pintu kamarnya.


"Mas... seharusnya kamu gak perlu repot-repot melakukan ini"


"Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk menyambut kedatangan kamu"


"Dulu kamar ini menjadi tempat terburuk bagi kamu atas kesalahan besar yang pernah saya lakukan "


"Tapi sekarang saya ingin menjadikan kamar ini menjadi tempat terindah untuk kamu" jelas Alvian.


"Saya ingin memulai semuanya dari awal dan menebus semua kesalahan-kesalahan yang pernah aku buat kepada kamu"


"Kamu mau kan May maafin saya" tanya Alvian seraya menggenggam kedua tangan Maya.


"Aku sudah maafin kamu mas"


"Aku hanya ingin menyimpan kenangan indah di dalam hati aku" Jawab Maya tulus, cinta nya terhadap Alvian membuat ia tidak sulit untuk memaafkan Alvian, selain itu Maya, tau jika Alvian tidak benar-benar sengaja melakukannya, Alvian hanya terpengaruh dengan keadaan.


"Terimakasih May..." ucap Alvian seraya memeluk Maya


"Saya janji akan selalu membuat kamu bahagia " ucapnya kemudian, seraya membenamkan pipinya di atas pucuk kepala maya sembari memejamkan matanya.


Alvian tidak sadar jika Maya masih gugup dan juga canggung, sebab ini merupakan pelukan pertama mereka setelah bertahun-tahun mereka terpisah.


Beberapa saat kemudian Alvian tersadar akan hal itu, ia segera melepaskan pelukannya


"Ma_maaf May... saya terlalu bahagia"

__ADS_1


"Kamu pasti merasa tidak nyaman"


"Nggak mas... aku hanya belum terbiasa saja"


"Baiklah kalau begitu sekarang kamu ganti pakaian dan setelah itu istirahat, saya sudah menyiapkan baju-baju kamu di lemari"


"Saya mau mandi dulu" Alvian berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Untuk saat ini ia tidak ingin menuntut hal apapun kepada Maya, karna Maya pasti masih merasa belum terbiasa dengan situasi ini. Setelah cukup lama Alvian berada di kamar mandi akhirnya ia keluar dengan bertelanjang dada, ia lupa tidak membawa pakaian ganti. Namun ketika itu Alvian melihat Maya tampak kesulitan untuk membuka resleting gaun yang berada di punggung nya.


Spontan alvian menghampiri Maya dari belakang


"Sini May aku bantu" ucap alvian seraya menarik resleting tersebut ke bawah. Setelah itu alvian di buat salah fokus saat melihat lekuk tubuh maya yang putih dan mulus.


Maya di buat terkejut dengan kedatangan dan yang di lakukan alvian secara tiba-tiba, namun ia berusaha bersikap normal dan mulai membiasakan diri karna sekarang alvian sudah sah menjadi suaminya lagi.


"Te_terima kasih mas" jawab Maya seraya membalikkan badannya. Dan lagi-lagi Maya di buat terkejut saat melihat Alvian bertelanjang dada, melihat dada bidang yang masih di penuhi dengan butiran-butiran air.


Seketika maya menutup matanya sambil berteriak.


"Maaf May maaf, tadi saya lupa gak bawa baju ganti" alvian pun terkejut saat maya berteriak, ia hendak pergi untuk menghindar dari Maya tapi maya menarik tangannya, ia sadar apa yang di lakukan nya barusan terlalu berlebihan, secara meraka sudah menjadi suami istri.


"Maaf Mas... aku terlalu berlebihan, aku hanya belum terbiasa" Ucap Maya seraya menggenggam tangan Alvian, ia sadar akan statusnya saat ini.


"Tidak apa-apa May... saya ngerti kok" Ucap alvian seraya menatap kedua mata Maya. Keduanya saling menatap satu sama lain begitu dalam.


Alvian mulai mendekat perlahan, menyingkap gaun Maya hingga melorot dengan sendirinya ke lantai, mengelus pipi maya hingga beralih ke bibir, kemudian ia membenamkan bibirnya ke bibir ranum Maya dengan lembut, keduanya sama-sama memejamkan mata.


Alvian menggendong maya ke tempat tidur ala bridal style, sembari sesekali mengecup bibir Maya sampai mereka berdua berbaring di tempat tidur.


Tak butuh waktu lama, Alvian seketika sudah berada di atas tubuh Maya untuk melakukan penyatuan, hingga akhirnya keduanya mencapai puncak kenikmatan.

__ADS_1


Alvian melakukannya dengan sangat lembut, ia membuat maya senyaman mungkin, bahkan mereka sampai melakukan nya berkali-kali hingga menjelang pagi. Tidak ada penolakan sedikitpun dari Maya, ia sadar akan kewajibannya sebagai istri, selain itu mereka melakukan nya atas dasar cinta.


__ADS_2