CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 11


__ADS_3

Cahaya matahari mulai menyelinap kedalam kamar Alvian melalui kaca jendela kamarnya, menyinari suruh wajah Alvian yang tengah terlelap di atas sofa, Alvian mengerjap-ngerjapkan kedua matanya saat merasakan silau akibat cahaya tersebut, perlahan Alvian mencoba untuk bangun dan duduk di sofa tersebut, ia merasa kepalanya begitu berat, dan seluruh badannya terasa sakit.


Saat kesadarannya mulai terkumpul, Alvian sangat terkejut karena mendapati dirinya tanpa busana, ia melihat pakaian nya berserakan di mana-mana, kemudian Alvian segera memunguti pakaian tersebut dan segera mengenakannya kembali, setelah itu ia mulai mengingat-ingat kembali apa yang terjadi terhadap dirinya, seingatnya kemarin ia bertengkar hebat dengan Bella, lalu setelah Bella pergi begitu saja dari rumah, dan setelah itu ia mengambil beberapa botol minuman keras dan meneguk minuman tersebut untuk melampiaskan amarahnya, setelah itu ia tidak ingat lagi dengan apa yang terjadi padanya, tapi sekilas ia mengingat bayangan seorang perempuan yang berada dengannya semalam, tapi ia tidak tau perempuan itu siapa, sesaat kemudian terngiang di kepala nya rintihan perempuan tersebut sambil memohon-mohon.


"Siapa perempuan yang masuk ke kamar ini semalam, apa itu Bella, apa mungkin semalam ia kembali lagi ke sini" ucap Alvian berusaha keras mengingat-ingat kejadian semalam.


"Tidak... tidak mungkin, Bella tidak mungkin kembali lagi ke sini" ucap Alvian lagi ia tau betul dengan watak istrinya, dan tiba-tiba ia teringat kepada Maya.


"MAYA...apa semalam aku__"


"Nggak... nggak mungkin, gak mungkin aku berbuat seperti itu kepada Maya" ucap Alvian berusaha menepis pikiran buruknya, ia segara keluar kamar untuk memastikan bahwa ia tidak melakukan apapun terhadap Maya, ia yakin Maya pasti baik-baik saja.


Alvian langsung pergi ke dapur untuk menemui Maya, ia yakin saat ini Maya tengah memasak seperti yang selalu ia lakukan setiap pagi, tapi ternyata dugaannya salah, Maya tidak ada di sana.


"Maya tidak ada di sini, apa mungkin Maya sedang siap-siap pergi ke kampus" gumam Alvian dalam Hati "ya... Maya pasti sedang berada di kamarnya untuk bersiap-siap" Alvian berusaha menenangkan hatinya sendiri, ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika ia sampai berbuat kurang ajar kepada Maya.


Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Alvian berjala mendekati kamar Maya, ia ingin memastikan jika Maya baik-baik saja, tapi ternyata dugaannya salah, saat ia berdiri di depan kamar Maya, ia mendengar suara tangisan seorang perempuan yang tidak lain adalah Maya, tangannya terasa dingin saat mendengar tangisan Maya, dadanya bergemuruh memikirkan kemungkinan buruk yang telah terjadi semalam.


"Tok...tok...tok... May... kamu kenapa May, kamu baik-baik aja kan May" ucap Alvian cemas.

__ADS_1


"Pergi... pergi kamu dari sini" teriak Maya dari dalam, sontak membuat tubuh Alvian terasa lemas.


"Aaaaa aku benci sama kamu, aku benci..." Alvian mendengar teriakan Maya semakin histeris, ia semakin khawatir kepada Maya, ia langsung membuka pintu kamar Maya yang Kebetulan tidak di kunci, Saat Alvian masuk... Maya tampak tengah duduk si atas tempat tidur seraya memeluk kedua kakinya, Rambutnya tampak berantakan dan matanya sangat sembab.


"Pergi kamu... pergi dari sini" Maya berteriak semakin histeris saat melihat Alvian masuk ke dalam kamarnya, ia langsung mundur ke belakang hingga ke sudut tempat tidur.


"May... kamu tenang dulu May, jelaskan sama aku apa yang terjadi sama kamu, apa aku_" Alvian tidak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya.


"Dasar laki-laki bajingan... kamu benar-benar gak punya hati, aku benci sama kamu, aku benci..." teriak Maya lagi, ucapan Maya seolah membuktikan bahwa Alvian berbuat kurang ajar terhadapnya.


"A_aku minta maaf sama kamu May atas apa yang aku lakukan semalam, tapi aku bener-bener gak ingat May" jawab Alvian merasa bersalah.


"OK ok May, aku akan keluar, kamu tenangin diri kamu dulu, setelah itu kita bicarakan lagi masalah ini" Alvian membiarkan Maya untuk menenangkan dirinya dulu ia tidak mau jika Maya berbuat nekat.


"Aaaaaaa" teriak Alvian seraya menjambak rambutnya Frustasi, ia benar-benar Shock dengan semua ini.


"Kenapa semua ini bisa terjadi, kenapa aku bisa berbuat hal seperti itu kepada Maya, apa yang harus lakukan sekarang" ucap Alvian bingung.


Beberapa saat kemudian Alvian melihat Maya keluar dari kamarnya dengan membawa tas berukuran besar, sepertinya Maya hendak pergi dari rumah itu.

__ADS_1


"May... kamu mau kemana" tanya Alvian mencegat Maya dari depan.


"Minggir kamu, aku mau pergi dari rumah ini" Maya benar-benar benci melihat pria yang ada di hadapannya.


"Kamu mau pergi kemana May, kita bicarakan dulu semua ini baik-baik" bujuk Alfian


"Tentu saja aku akan pulang ke rumah orang tua aku, sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, aku sudah tidak sudi berada di tempat ini" jawab Maya semakin emosi, kemudian ia melewati Alvian untuk meninggalkan tempat tersebut.


"May... tunggu May, tolong jangan pergi dari sini" ucap Alvian seraya menarik tangan Maya.


"Lepasin... jangan sentuh aku, aku jijik sama kamu" bentak Maya seraya mengibaskan tangan Alvian.


"Ok ok May... aku aku gak akan menyentuh kamu lagi, tapi tolong jangan pergi dari sini, nanti apa yang akan kamu katakan kepada ibu kamu, dia pasti akan curiga jika dia melihat kamu pulang tiba-tiba" ucap Alvian lagi.


"Aku akan menceritakan semua kelakuan busuk kamu sama aku, orang yang selama ini ia anggap baik, ternyata tidak lebih dari seorang bajingan" jelas Maya penuh kebencian.


"May... ibu kamu pasti akan sedih jika mengetahui tentang semua ini, bisa-bisa beliau sakit lagi, apa kamu tega melihat ibu kamu sakit" Alvian mencoba meyakinkan Maya, Maya terlihat tengah memikirkan kata-kata Alvian.


"May... saya minta maaf atas perbuatan saya, saya benar-benar menyesal May... tapi saya bersumpah saya tidak sengaja melakukan hal itu, semalam saya tidak sadar dengan apa yang saya lakukan, saya tidak ingat sama sekali dengan kejadian semalam, perasaan saya benar-benar kacau karena istri saya, dan yang ada dalam pikiran saya hanya bela, kalau saja semalam saya tidak mabuk, saya tidak mungkin berbuat hal seperti itu sama kamu, saya bukan tipe orang seperti itu, jadi semua kejadian semalam benar-benar di luar kesadaran saya, tapi walaupun begitu saya tidak akan lepas tangan begitu saja, saya akan mempertanggung jawabkan perbuatan saya, saya tau saat ini pasti kamu sangat benci dan kecewa sama saya, saya bisa mengerti bagaimana hancurnya perasaan kamu, tapi saya harap kamu mengerti, semua ini adalah sebuah kecelakaan, saya mohon kamu jangan pergi dari sini, tolong pikirkan semua ini baik-baik" Alvian berusaha meminta maaf terhadap Maya, ia mengakui segala kesalahannya, ia berjanji akan bertanggung atas perbuatannya.

__ADS_1


__ADS_2