CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 100


__ADS_3

Radit kembali ke rumahnya dengan perasaan khawatir dan bingung, karena ia tidak bisa menemukan Rata di kantornya dan, di rumah pun tadi tidak ada.


 Radit mengemudikan mobil nya dengan pakaian yang basah kuyup, tubuhnya pun sudah sangat kedinginan apalagi malam sudah semakin larut.


Ketika Radit hendak masuk ke dalam rumahnya, ketika itu pula Rara pun tiba, ia turun dari sebuah mobil yang merupakan taxi online.


"Dit kamu dari mana, kenapa kamu basah kuyup seperti ini" tanya Rara heran, Radit menatap Rara dengan tatapan sinis


"Seharusnya saya yang bertanya sama kamu dari mana, kenapa kamu pulang selarut ini" bentak Radit kesal.


"Maag tadi aku ada urusan sebentar Dit, aku lupa gak ngabarin kamu lagi" jawab Rara merasa bersalah.


"Oh..... saya tau, kamu pasti pergi sama si bajingan itu kan sampai-sampai kamu lupa ngabarin saya. Seharusnya kamu gak perlu meminta saya untuk menjemput kamu, kamu liat kan badan saya sampe basah kuyup seperti ini" bentak nya lagi.


"Nggak Dit... aku gak pergi sama dia, tadi aku ketemu sama__"Rara hendak menjawab tapi lagi-lagi terpotong.


"Sama siapa Ra? sama laki-laki yang mana lagi hah, berapa banyak laki-laki yang kamu temuin" Radit selalu memotong ucapan Rara.


"Memangnya nya kamu pikir aku perempuan seperti apa Dit, yang pergi dengan sembarang lelaki" kali ini Rara tidak terima dengan ucapan Radit.


"Memangnya kamu udah lupa dulu kamu berasal dari mana ? apa perlu saya ingatkan ? kamu itu wanita malam, kamu gak lebih dari seorang p*Lac*r" ucap Radit meluapkan amarahnya, karena menganggap Rara sudah mempermainkan nya.


"Plakkk" Rara menampar Radit tepat di pipinya, ia tidak terima dengan ucapan suami nya itu. Hatinya benar-benar sakit mendengar hal itu.

__ADS_1


"Kamu udah bener-bener keterlaluan Dit, selama ini aku mencoba sabar menghadapi kamu, tapi kamu malah semakin menjadi-jadi, bisa gak sih kamu dengerin dulu penjelasan aku sebelum kamu berasumsi yang macam-macam tentang aku, bisa gak sih kamu percaya sama aku sekaliiii aja" Air mata Rara sudah tidak terbendung lagi.


"Aku udah lelah Dit, aku lelah dengan semua ini, terserah kamu mau menganggap aku seperti apa, mungkin bagi kamu aku hanyalah wanita murahan, aku gak lebih dari sampah, puas kamu". Radit tidak menjawab perkataan Rara sedikit pun, tadi ia tidak bisa mengontrol emosinya sehingga ia mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, yang telah membuat hati nya terluka.


"Ok mulai sekarang aku akan mengikuti semua peraturan yang pernah kamu buat, aku gak akan pernah mengganggu kamu lagi, aku juga gak akan pernah meminta perhatian kamu lagi. Mulai detik ini jalani saja kehidupan kita masing-masing, jangan pernah mengusik satu sama lain" Ucap Rats dengan penuh penekanan. kemudian ia pergi meninggalkan Adit yang masih tertegun, tampak nya Adit sadar kalau ucapan nya sudah kelewat batas.


***


Pagi-pagi sekali Alvian segera pergi ke rumah adiknya, ia berpamitan kepada Maya bahwa ada pekerjaan yang harus segera ia selesaikan, sehingga ia harus berangkat pagi-pagi.


Sebenarnya sejak semalam Alvian sudah tidak sabar ingin segera menemui adiknya itu, ia ingin meminta penjelasan dari nya, dan segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara Rara dan Radit, tapi semua itu tak bisa ia lakukan, karena sang istri sudah menunggu nya di rumah.


"Ada apa kak, Tumben kakak kesini pagi-pagi" Tanya Farel heran melihat kedatangan kakaknya secara Tiba-tiba.


"Ada apa ini kak, kenapa kakak tiba-tiba nampar aku" tanya Farel Bingung seraya memegangi pipinya.


"Kakak bener-bener kecewa sama kamu El, kamu udah kelewat batas, kakak malu punya adik seperti kamu" jawab Alvian.


"Maksud kakak apa, aku salah apa, aku gak ngerti " Tanya Farel bingung, ia belum pernah melihat kakaknya semarah ini.


"Kamu masih nanya salah kamu apa, kamu sadar gak perbuatan kamu sama Rara sudah sangat keterlaluan, gak bermoral" ucap Alvian kesal.


"Jadi Kakak__" Farel sangat terkejut karna kakak nya sudah tau tentang apa yang dia lakukan kepada Rara.

__ADS_1


"Ia. kakak udah tau semuanya, kakak tau apa yang telah kamu lakukan sama Radit"bentak Alvian.


"Kakak gak habis pikir sama kamu El, bisa-bisa nya kamu berbuat seperti itu kepada Rara, dimana sih akal sehat kamu, apa kamu gak mikir akibat dari perbuatan kamu itu, otak kamu di mana sih El" Ucap alvian geram.


"Stop kak stop nyalah-nyalahin aku, kakak gak tau apa yang aku rasain, kakak gak tau gimana perasaan aku, melihat orang yang aku cintai menikah dengan orang lain. Dua kali kak... dua kali aku kehilangan orang yang aku cintai, pertama Maya, dan sekarang Rara. Kali ini aku gak mau mengalah lagi kak, aku akan tetap mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milik aku" Farel masih bersikeras dengan pendirian nya.


"Sadar El sadar perbuatan kamu itu salah... bukan seperti itu cara mencintai seorang wanita, lelaki sejati gak akan pernah tega menyakiti orang yang dia cintai, justru dia akan ikut bahagia melihat orang yang dia sayangi bahagia, walaupun ia harus mengorbankan perasaannya sendiri" jelas Alvian


"Ngomong itu memang gampang kak, yang susah itu ngejalaninnya, kakak bisa ngomong kaya gitu karena kakak belom pernah ngerasain itu semua, marna kakak gak ada di posisi aku" Farel tidak terima dengan nasehat kakaknya.


"Siapa bilang kakak gak pernah ngerasain apa yang kamu rasain sekarang, kakak juga pernah ngalamin itu semua, kamu ingat kan waktu itu Maya hampir mau menikah sama Raka, waktu itu kakak benar-benar frustasi, rasanya kakak mau gila, tapi Kakak tetap berusaha untuk tetap waras dan ikhlas dengan apapun yang menjadi takdir kakak, hingga akhirnya takdir berpihak pada kakak, kakak dan Maya dapat bersatu dengan caranya sendiri, dengan hal yang tak terduga " jelas Alvian.


"Jangan samain aku sama kakak, sudah jelas kita itu berbeda, aku gak seperti kakak yang mempunyai jiwa yang besar, aku juga gak seberuntung kakak yang selalu mendapatkan apa yang kakak mau. jadi bukan hal yang sulit bagi kaka buat ngejalanin itu semua, tapi tidak bagi aku kak"


"Kakak tau pasti sangat sulit menjalani semua ini, tapi kakak yakin kamu pasti mampu melaluinya. Jodoh itu gak bisa di paksain El, sekeras apapun kamu berusaha mengejar nya, dia akan semakin menjauh, tapi jika dia jodoh kamu, dia pasti akan datang dengan sendirinya tanpa kamu cari" Farel tampak terdiam merenungkan ucapan kakaknya itu.


Sekarang masih belum terlambat untuk mengakui perbuatan kamu dan untuk memperbaiki semuanya, jadi kakak minta kamu akui perbuatan kamu kepada Radit, dan minta maaf lah kepada mereka. kasihan Rara, dia sudah terlalu banyak berkorban, dia tidak sekuat yang kita kita, sebenernya hatinya rapuh, Rara pantas untuk bahagia El" icao Alvian mencoba melunakkan hati Radit.


####


Hai temen-temen... maaf ya aku jarang update karna aku punya Baby jadi sudah untuk bagi waktu.


 Terimakasih banyak ya untuk kalian semua yang selalu setia menunggu dan membaca cerita yang aku buat, maaf jika masih banyak kesalahan dari tulisan maupun alur cerita nya.

__ADS_1


 Mohon dukungannya ya kepada kalian semua biar aku lebih semangat lagi nulis nya. Jangan lupa like dan komen, dan Gift nya juga 😉🙏😁 sekecil apapun dukungan kalian, sangat berarti besar untuk saya🥰😘


__ADS_2