CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 61


__ADS_3

Hari itu Alvian menyaksikan sendiri bagaimana kelakuan sang istri di belakangnya, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, istrinya itu tengah tidur bersama laki-laki lain tanpa mengenakan pakaian sehelai pun, dan yang lebih parahnya mereka berdua melakukan hal tidak senonoh tersebut di dalam kamar miliknya, dan di atas tempat tidurnya.


Rahang Alvian mengeras dan kedua tangannya pun mengepal berusaha menahan amarah yang siap meledak.


Namun Alvian tidak ingin gegabah, ia mencoba menahan amarahnya beberapa saat lagi untuk mendengarkan pembicaraan mereka.


"Honey... ayo sekarang kita mandi"


"Nanti suami kamu keburu pulang" Ajak pria tersebut.


"Gak akan Beib... Jam segini dia masih di kantor, sore dia baru pulang"


"Apalagi semenjak si Maya itu udah gak ada di rumah ini, Alvian gak pernah betah diem di rumah ini" Jawab Bella yang tampak enggan melepaskan pelukannya dari laki-laki tersebut.


"Berarti kita masih bisa dong lanjut satu kali lagi" Ucap Pria tersebut seraya membelai lengan Bella dengan lembut.


"Tentu saja honey..."


"Tapi kita istirahat dulu sebentar ya" Jawab Bella. keningnya masih tampak di penuhi dengan keringat-keringat kecil.


"Ok Honey..."


"Oia... tapi di mana perempuan itu sekarang"Tanya pria tersebut penasaran.


"Entah lah... aku udah gak mau tau lagi tentang wanita itu"


"Mungkin sekarang dia udah jadi gelandangan atau jadi simpenan om-om, soalnya terakhir aku dan Alvian ketemu, dia lagi sama laki-laki, sepertinya laki-laki itu orang kaya" jelas Bella.


"Kasihan juga ya perempuan itu, di campakkan oleh suaminya sendiri, padahal dia gak salah apa-apa" Mendengar hal itu, kemarahan Alvian semakin memuncak, tapi berusaha untuk tetap menahan diri, agar bisa mendengarkan percakapan mereka lebih jauh.


"Ngapain kasian sama dia"


"Itu semua balasan karna dia udah ngerebut Alvian dari aku"


"Lagian Alvian juga bodoh, gak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah"


"Mana mungkin cewek lemah kaya dia bisa tega nyelakain orang" Bella tidak pernah merasa bersalah sedikitpun.


"Kamu memang hebat Honey... kamu sudah memanipulasi semua ini dengan baik"


"Membuat perempuan itu di tuduh dan di benci oleh semua orang"


"Padahal kamu sendiri yang mendorong mertua kamu dari tangga dan membuka selang oksigen nya di rumah sakit"


"Kan itu semua juga berkat bantuan kamu honey..." Dada Alvian terasa terbakar mendengar semua kenyataan itu.


"Brengsek kalian"Teriak Alvian seraya menendangnya pintu kamarnya.


Bella dan pria itu terlonjak kaget melihat kedatangan Alvian yang tiba-tiba.


Alvian langsung menyeret pria itu dari tempat tidurnya, dan menghajar pria itu hingga tersungkur ke lantai.

__ADS_1


"Al stop Al.." Bella hanya bisa berteriak tanpa bisa berbuat apa-apa, karna dirinya belum mengenakan pakaian sama sekali, ia hanya menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Diam kamu wanita iblis"


"Setelah ini saya juga akan memberikan perhitungan, sama kamu" tunjuk alvian ke wajah Bella. Alvian kembali meluapkan emosinya dengan menghajar pria itu, hingga babak belur, dan membabi buta.


"Al stop.... nanti dia bisa mati" teriak Bella lagi.


Alvian menghampiri Bella, ia tidak terima mendengar ucapan Bella. "Memangnya kenapa kalau dia mati ?"


"Kamu takut kehilangan laki-laki bajingan itu, Ia"bentak Alvian


Alvian mencengkram kedua pipi Bella dengan sekuat tenaga "Kamu benar-benar wanita ular, wanita berhati iblis"


"Ternyata Kamu sudah membunuh Mami, tapi kamu malah melemparkan semua kesalahan kamu kepada Maya"


"Dan membuat pernikahan saya hancur" Ucap nya kemudian.


"Al sakit Al..." Pekik Bella.


"Sakit ?"


"Hal ini tidak seberapa di bandingkan rasa sakit saya kehilangan Mami"


"Dan rasa sakit Maya yang kamu fitnah"


"Semua orang menyalahkan Maya dan menghina dia habis-habisan"Alvian masih mencengkram pipi Bella.


"Jadi semua ini belum ada apa-apanya"


"Kamu tidak perlu mengelak lagi Bel... Saya sudah punya buktinya, saya sudah merekam percakapan kamu dengab pria bajingan itu" Alvian menghempaskan pipi Bella.


"Aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja"


"Aku akan menyebarkan berita ini ke media, agar karir dan popularitas yang selama ini kamu bangga-bangga kan akan hancur sehancur-hancurnya"


"Seperti kamu menghancurkan hati Papi, farel dan saya karna kehilangan Mami"


"Dan juga hancurnya hubungan aku dan Maya"


"Aku pastikan kalian berdua akan membusuk di penjara untuk selama-lamanya"ancam Alvian.


"Al... maafin aku Al, aku benar-benar menyesal"


aku janji aku akan berubah"


"Aku akan melakukan apapun yang kamu mau"


"Tapi aku mohon, jangan laporkan aku ke polisi" mohon Bella seraya menggenggam tangan Alvian.


"Kamu pikir dengan minta maaf saja akan mengembalikan Mami, ia"

__ADS_1


"Sampai kamu nangis darah pun saya gak akan pernah memaafkan kamu"


"Seharusnya nyawa di bayar nyawa, tapi bagi saya, kematian terlalu ringan untuk kamu"


"Sebab saya ingin menyaksikan kamu hancur dan menderita sampai kamu ingin mengakhiri hidup kamu sendiri"


"Camkan itu baik-baik" ucap Alvian seraya menghempaskan tangan Bella, setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Bella, ia sudah sangat Jijik melihat wajah istrinya itu.


*****


"Brengsek kamu Bella, brengsek" teriak Alvian seraya memukul-mukul stir mobilnya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan perbuatan Bella, ia sudah termakan oleh tipu daya Bella.


"Bodoh bodoh bodoh... kenapa kamu tidak percaya dengan istri kamu sendiri Al"


"Kenapa..." teriak Alvian lagi.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan"


"Aku harus cari Maya kemana" ucap Alvian bingung, ia tidak tau harus mulai dari mana untuk meminta maaf kepada Maya.


"Farel... ia Farel, dia pasti tauk Maya di mana" Alvian segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh untuk menemui Farel dan menanyakan tempat tinggal Maya, sebab Farel satu kampus dangan Maya.


"Rel... Farel...." Teriak Alvian setelah masuk kedalam rumah Papinya, ia membuka pintu dengan tergesa-gesa.


"Ada apa sih bang teriak-teriak gitu" jawab Farel sambil turun dari tangga rumahnya.


"El... Maya tinggal dimana sekarang"


"Ayo cepetan kasih tau" Tanya Alvian tidak sabar.


"Mana gua tau"


"Gua udah gak peduli sama dia" jawab Farel malas.


"El... gua serius"


"Dimana Maya sekarang"bentak Alvian kesal.


"Gua serius bang, gua Beneran gak tau"


"Lagian dia udah gak kuliah di kampus gua lagi"


"Emangnya buat apa sih bang lo mau tau alamat dia segala, bukannya lo udah benci banget sama dia" Tanya Farel penasaran.


"Lo harus tau El... ternyata sebenarnya Maya gak salah"


"Bukan dia yang nyelakain Mami" Jelas Farel.


"Jangan becanda Lo bang, Lo tau itu dari mana" Farel sudah mulai serius dengan pembicaraan mereka.


"Ni lo denger Sendiri rekamannya" Alvian memberikan ponselnya kepada Farel yang berisi perbincangan Bella dengan Kekasih nya.

__ADS_1


Farel benar-benar tercengang mendengar semua isi rekaman tersebut. Antara marah, kesal dan menyesal, sama seperti dengan apa yang di rasakan oleh Alvian saat ini.


Farel benar-benar menyesal karna pernah berbicara kasar kepada Maya dan juga Rara, menghakimi mereka atas apa yang tidak pernah mereka perbuat.


__ADS_2