CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 76


__ADS_3

"Aduh... gimana ini"


" siapa yang yang gua bawa buat jadi pacar pura-pura gue"


"mana waktu nya besok lagi"


" harus nyari cowok dimana gue"


"Besok kalo gue dateng sendirian, gue di sangka gak laku sama si farel rese itu" ucap Rara bingung, ia sudah terlanjur menerima tantangan Farel.


"Hey... kenapa lo ngomong sendirian di di sini?"


"Sambil mundar-mandir gak jelas kaya gitu lagi"


"Kesambet Lo ?" Tanya Radit yang baru saja turun dari kamarnya untuk mencari makanan.


"Nah... kebetulan banget Lo datang"


"Lo mau gak jadi cowok gue" Tiba-tiba saja Rara mempunyai ide untuk menjadikan Radit sebagai pacar pura-pura nya.


"Wah beneran kesambet ini mah" Radit menempelkan punggung tangannya di dahi Rara.


"Gak ada angin gak hujan, tiba-tiba ngajakin gua pacaran"


"Gak ada ja'im-ja'im nya jadi cewek"


"Maksud gue pacar bo'ong-bo'ongan Dit...." jelas Rara.


"Oh... pacar bohong-bohongan, gua kira beneran" Akhirnya Radit mengerti.


"Makanya kalo orang ngomong tuh di dengerin dulu, jangan langsung nyamber aja kaya petasan" gerutu Rara kesal.


"Jadi gini Dit... gue itu masih di gangguin terus sama mantan cowok gue yang dulu"


"Dia gak percaya kalo gue udah move on dari dia"


"Dia malah nantangin gua buat bawa pacar gua yang baru ke hadapan dia, biar dia bisa percaya sama gue" jelas Rara.


"Lo mau yah jadi pacar pura-pura gue"


"Nggak ah.. gua gak mau ikut campur dengan masalah percintaan Lo" tolak Radit.


"Ayolah Dit... bantuin gue pliiiissss" ucap Rara seraya menyatukan kedua tangannya di depan wajahnya.


"Trus imbalan buat gue apa" Radit tidak ingin melakukan semua itu secara cuma-cuma.


"Apa aja... pokoknya lo boleh minta apa aja sama gue" jawab Rara cepat


"Beneran ya, gue tagih janji Lo nanti"


"Ia..."


"Tapi akting Lo harus bener-bener meyakinkan ya, biar dia yakin kalo Lo itu beneran pacar gue, lo bisa akting kan" jelas Rara lagi.


"Tenang aja... dulu di sekolah gua sering ikutan drama" jawab Radit percaya diri.


"Pokoknya lo gak boleh terlalu kaku, Lo harus bersikap romantis dan perhatian sama gue, biar mantan gue percaya"


"Gimana kalo kita latihan dari sekarang" ajak Rara.

__ADS_1


"Latihan gimana maksudnya" tanya radit bingung.


"Ya pura-pura pacaran dari sekarang"


"Biar besok kita gak kaku, gak keliatan bohong" jelas Rara


"Trus gue harus gimana sekarang" Radit masih tampak bingung.


"Jadi gini, mulai sekarang kita gak boleh pake sebutan gue elo, kita panggil nya aku kamu aja, trus kita juga pake sebutan sayang, mbeb, honey, atau apalah semacamnya, biar kaya orang-orang" Rara mulai mengajari Radit


"Ribet banget Ra...." gerutu Radit.


"Emang harus gitu Dit, biar totalitas"


"Kita coba ya sekarang"


"Ehm ehm" Rara mengatur dulu pita suaranya sebelum mulai berakting.


"sayang... aku kedinginan" ucap Rara manja.


"Trus gue harus jawab apa" tanya Radit bingung.


"Ya ampun... masa lo gak tau sih" jawab Rara seraya menepuk jidatnya.


"Gak peka banget sih lo jadi cowok"


"Ya elo tinggal jawab gini, sini sayang aku peluk"


"Terus abis itu Lo peluk gue" jelas Rara.


"Gue ulang ya"


"Sini sayang .. aku peluk, biar badan kamu hangat" Radit membawa tubuh Rara ke dalam dekapannya.


"Gimana masih dingin gak" Radit mulai berakting.


"Nggak sayang... pelukan kamu bener-bener hangat, pasti kamu peluk nya dengan cinta" jawab Rara seraya menenggelamkan Kepalanya di dada bidang Radit, dan mereka berpelukan beberapa saat, keduanya terlihat sangat nyaman dengan pelukan tersebut.


"Kenapa jantung gue tiba-tiba deg-degan kaya gini" gumam Radit dalam hati.


"Udah udah ah aktingnya" Radit buru-buru melepaskan pelukannya, ia tidak mau jika denyut jantungnya terdengar oleh Rara.


"Sekarang mending Lo bikinin gue makanan gua laper"


"Tuh kan kamu bilang gue elo lagi"


"Aku kan udah bilang, mulai sekarang kita panggilnya aku kamu" protes Rara.


"Yaudah-yaudah..." ucap Radit kesal.


"Sayang..... bikinin aku makan ya... soalnya aku udah laper banget" ucap Radit mengikuti keinginan Rara.


"ok sayang... aku masakin masakan spesial buat kamu ya, dengan bumbu cinta" ucap Rara seraya mengedipkan sebelah matanya, setelah itu ia pergi ke dapur.


"Akhirnya.... dia pergi juga" ucap Radit seraya mengusap-usap dadanya dan menarik nafas panjang.


"Untung dia gak denger detak jantung gue, kalo sampai di denger, bisa ketauan kalo gue suka sama dia" gumam Radit.


Selama ini Radit memang memendam perasaannya terhadap Rara, ia tidak mau perasaannya itu menghancurkan pertemanannya dengan Rara, dan membuat kedekatan mereka selama ini menjadi renggang.

__ADS_1


Radit juga tidak tau sejak kapan ia mulai menyukai Rara, perasaan itu muncul secara tiba-tiba, namun sampai saat ini ia belum bisa mengutarakan perasaannya itu kepada Rara.


**


Lagi-lagi Alma harus bermain sendiri, karna Sila dan teman-temannya tidak mau mengajaknya bermain, apalagi setelah kemarin Alma di ajak jalan-jalan oleh Alvian ke mall, hal itu membuat Mereka semakin iri kepada Alma.


Tapi Alma tidak menyerah sampai di situ saja, ia berusaha mendekati teman-temannya dan bersikap baik kepada mereka.


"Sila kita main boneka yuk.."


"Alma punya boneka baru dari om baik"


"Sila boleh pinjem boneka Alma" ajak Alma.


"Bilang aja kamu mau pamer kalau kamu punya Bonek baru, ia kan" bentak Sila.


"Nggak Sila... Alma memang mau meminjamkan boneka ini sama Sila"


"Ini bonekanya" Alma memberikan boneka itu kepada sila.


"Gak mau" bentak Sila seraya melempar boneka tersebut, kemudian sila mendorong alam hingga ia terjatuh ke tanah, dan membuat lututnya terluka.


"Sila... kenapa sih kamu jahat terus sama Alma" ucap Kenan yang merupakan salah satu anak panti asuhan, awalnya ia tidak pernah mau ikut campur, tapi kali ini ia kesal dengan kenakalan Sila yang semakin menjadi.


"Apaan sih Kenan kok kamu belain Alma"protes Sila.


"Soalnya kamu sudah keterlaluan sila"


"Kamu mau aku laporin ke Bu Ambar sama Bunda" ancam Kenan.


"iiihhh Kenan nyebelin"


"Ayo temen-temen kita pergi dari sini" ucap Sila kesal.


"Alma ayo bangun" Kenan membuatmu Alma untuk berdiri dan mendudukkan nya di sebuah kursi taman.


"Makasih ya Kenan udah mau bantuin Alma" ucap Alma sambil tersenyum.


"Alma kamu kenapa sih kamu diem aja kalau sila jahatin kamu"


"Aku akan laporin Sila sama Bu Ambar dan juga Bunda, biar sila di hukum" ucap Kenan kesal.


"Jangan kenan... jangan laporin sila, Alma kasian kalau nanti Sila di hukum" larang Alma.


"Tapi dia udah sering jahatin kamu"


"Lihat tuh lutut kamu jadi berdarah seperti itu" Kenan menunjukkan lutut Alma yang terluka.


"Gak apa-apa Kenan... nanti juga sila bakalan berubah kok"


"Kata bunda kalau ada yang jahat sama kita, kita tidak boleh membalasnya"


"Biar nanti Allah yang membalasnya"


"Kita harus tetap bersikap baik kepada semua orang walaupun orang itu udah jahat sama kita" Jelas Alma. selama ini Maya selalu menanamkan kebaikan kepada Alma dan juga anak-anak yang lainnya.


"Ya sudah kalau gitu, aku ambil kotak obat dulu ya di dalam"


"Makasih ya Kenan..."

__ADS_1


__ADS_2