
Hari ini Maya memutuskan untuk masuk kuliah seperti biasa, semalam Farel membujuk Maya agar ia mau melanjutkan kuliahnya lagi, farel meyakinkan Maya agar ia tidak perlu malu dengan statusnya saat ini.
Farel mengira bahwa Selama beberapa hari ini Maya tidak masuk kuliah karna ia malu dengan status nya sebagai pembantu, Maya takut jika teman-teman mereka tau kalau Maya adalah seorang pembantu. Farel berjanji kepada Maya untuk merahasiakan semua ini dari orang-orang, walaupun sebenarnya ia tidak peduli dengan hal itu, ia tidak peduli dengan status Maya, walaupun pada akhirnya nanti mereka tau dengan status Maya, Farel tidak akan pernah meninggalkan Maya.
"Semalam Farel pulang jam berapa" tanya Alvian kepada Maya. Saat ini Alvian tengah duduk di meja makan, dan Maya tengah menyajikan sarapan untuk Alvian.
"Semalam kami hanya mengobrol sebentar, setelah itu dia langsung pulang" jelas Maya seraya menuangkan air putih untuk Alvian.
"Sejak kapan kamu pacaran dengan Farel" tanya Alvian tanpa menatap wajah Maya, ia tetap pokus dengan makanan nya.
"Baru satu minggu" jawab Maya seraya menghentikan aktifitasnya
"semalam saya sudah berusaha untuk menjauhinya, tapi dia tidak mau menerima keputusan saya, tapi anda tidak perlu Khawatir saya akan mencari cara untuk memutuskan hubungan saya dengan dia" ucap Maya seraya menatap Alvian.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu" ucap Alvian seraya menyimpan sendok yang ia pegang kemudian ia menatap Maya.
"Saya tau, Anda pasti tidak suka melihat adik anda dekat-dekat dengan seorang pembantu seperti saya, anda pasti mengira saya berpacaran dengan Farel untuk memanfaatkan kekayaanya, saya cukup tau diri dengan status saya saat ini, Anda tidak perlu Khawatir saya bukan tipe wanita seperti itu" ucap Maya dengan penuh penekanan.
"Sa_saya__" Alvian hendak menjawab perkataan Maya namun tiba-tiba bel rumah berbunyi, keduanya mengerutkan dahi karna ada tamu sepagi ini.
"Saya permisi buka pintunya dulu tuan" ucap Maya sambil pergi meninggalkan Alvian untuk membuka pintu.
"Selamat pagi pacar" ucap Farel saat Maya membukakan pintu untuknya.
"El... ngapain kamu kesini pagi-pagi, kamu mau mengantar makanan untuk tuan Alvian lagi" tanya Maya terkejut.
"Saya kesini untuk menjemput kamu ke kampus, kita berangkat sama-sama" jawab Farel lagi.
"Tapi ini masih Pagi El... pekerjaan aku belum beres, aku sedang menyiapkan sarapan untuk tuan Alvian" jelas Maya.
"Justru itu aku datang kesini pagi-pagi, aku ingin sarapan di sini, aku ingin nyobain masakan kamu" ucap Farel seraya mencubit dagu Maya.
"Ta_tapi" ucap Maya bingung.
__ADS_1
"Sudah kamu gak usah banyak protes ayo masuk" ucap Farel sambil masuk ke dalam rumah terlebih dahulu, Maya buru-buru mengejar Farel ke dalam.
"Pagi Bang..." ucap Farel saat ia menghampiri Kakaknya di meja makan.
"Tumben kamu pagi-pagi datang ke sini" tanya Alvian seraya mengerutkan dahinya.
"Gue bolehkan ikut sarapan di sini" ucap Farel seraya menarik salah satu kursi dan mendaratkan tubuhnya di sana.
"Tentu saja" jawab Alvian lagi kemudian ia kembali pokus dengan makanannya.
"May ayo sini, duduk si sebelah aku" ucap Farel seraya menepuk sebuah kursi yang ada di sebelahnya saat Maya tiba di ruang makan.
"Ng_ngak terimakasih, saya sarapan di dapur aja" ucap Maya bingung dan juga malu terhadap Alvian.
"Gak apa-apa pacar, ayo kita sarapan sama-sama" Farel beranjak dari tempat duduknya dan menarik Maya untuk duduk di sebelahnya.
"Ta_tapi_"ucap Maya lagi
"Gak apa-apa May kamu duduk aja, saya sudah selesai sarapan, kalian lanjutkan aja sarapannya berdua, saya berangkat dulu" ucap Alvian sambil beranjak dari tempat duduk dan pergi dari sana meninggalkan mereka berdua.
"Gak apa-apa May... dia kan kakak aku"
"Tapi dia majikan aku El... aku harus menghormati dia, aku gak mau kamu bersikap seenaknya di rumah ini, aku bener-bener gak suka dengan sikap kamu tadi kamu harus ngerti dengan posisi aku sekarang" sambung Maya lagi.
"Ia May... aku minta maaf, aku janji aku gak akan pernah bersikap seperti itu lagi, sekarang kamu sarapan dulu ya May, aku ambilin ya nasinya"
"Nggak aku gak laper, aku mau siap-siap dulu, kalau kamu sudah selesai sarapan sebaiknya kamu berangkat ke kampus duluan" ucap Maya sambil bangun dari tempat duduknya, ia masih tampak kesal kepada Farel.
"Tapi kamu harus sarapan dulu May, nanti kamu sakit, kita berangkat sama-sama ya ke kampusnya" bujuk Farel.
"Nggak aku gak mau, aku mau naik ojek aja" jawab Maya lagi sambil pergi meninggalkan farel.
Setelah selesai berganti pakaian, Maya segera keluar dari kamarnya, kemudian ia kembali ke ruang makan untuk membereskan meja makan dan mencuci piring yang kotor, ternyata Farel sudah tidak ada di sana, Maya berpikir jika Farel sudah pergi ke kampus terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah di rasa semuanya sudah rapi dan bersih, Maya segera keluar dari rumah untuk pergi ke kampus, namun saat Maya membuka pintu rumah tersebut ternyata Farel masih ada di halaman rumah seraya menumpangi motor Sport nya, ia juga sudah mengenakan jaket dan juga helm nya.
"Kamu kenapa masih di sini El, tadi kan aku minta kamu untuk berangkat duluan ke kampus" protes Maya seraya menghampiri Farel.
"Mana mungkin aku ninggalin kamu May, Ayo naik, kita berangkat sama-sama"
"Tapi..." ucap Maya lagi
"Ayo... jangan banyak protes, sini aku bantu pakai kan helmnya"
Akhirnya dengan terpaksa Maya pun mengikuti permintaan Farel.
"Pegangan yang erat ya May, aku gak mau kamu jatoh" Farel meraih tangan Maya dan melingkarkannya di pinggang nya, Maya tampak benar-benar gugup, karna baru kali ini ia di bonceng oleh Farel.
**
"Berhenti El... aku turun di sini aja" ucap Maya meminta di turun di tempat yang sepi dan agak jauh dari kampusnya.
"Tapi kan masih lumayan jauh dari kampus" Farel mengerutkan keningnya.
"Justru itu El, aku gak mau kalau anak-anak kampus ngeliat kita"
"Tapi may..."
"Plisss El, aku gak mau bikin keributan di kampus, aku ingin belajar dengan tenang, aku gak mau kalau anak-anak di kampus memusuhi aku gara-gara ngeliat aku Deket sama kamu"
"Baiklah kalau begitu, tapi kamu beneran gak apa-apa jalan dari sini ke kampus" farel terpaksa berhenti dan menepikan motornya di pinggir.
"Gak apa-apa El, itung-itung olahraga" jawab Maya sambil turun dari motor Farel.
"Sini aku bukain helmnya" Ucap Farel melihat Maya tampak kesulitan membuka tali Helm nya.
"Aku duluan ya May, sampai ketemu di kampus" ucap Farel sebelum pergi meninggalkan Maya.
__ADS_1
Maya menjawab ucapan Farel dengan sebuah anggukan dan senyuman kecil