
"Ayo May kita ke kantin, aku udah laper banget" ucap Mita saat kelas mereka baru saja selesai.
"Kalian duluan aja ya, aku mau ke toilet dulu" jawab Maya.
"Ya sudah kita tunggu di sana ya" ucap Della
Saat perjalanan menuju ke toilet, Maya mendapatkan tatapan sinis dari teman-teman kampusnya, ternyata apa yang dia takutkan Maya benar-benar terjadi, setelah hubungannya dengan Farel di ketahui oleh semua orang, ia pasti akan di musuhi oleh para wanita yang mengidolakan Farel.
"Dasar wanita gampangan, tadi pagi dia di anterin sama cowok yang pake mobil mewah, trus sampai kampus dia ngedeketin Farel" ucap Salah seorang mahasiswa yang sengaja menyindir Maya.
"Ia bener, sepertinya target nya cowok-cowok kaya raya, gue kira dia cewek baik-baik tapi ternyata di materialistis juga" jawab Salah seorangnya lagi.
Maya berusaha untuk tidak menghiraukan ucapan mereka, ia tidak ingin menanggapi mereka dan membuat masalah semakin panjang
Sesampainya di toilet ternyata ada Mona dan kawan-kawannya yang baru saja selesai memperbaiki riasan wajah mereka, Maya tidak menyangka akan bertemu dengan Mona di sini.
"Ini dia nih cewek yang sok kecakapan, yang suka kecentilan sama Farel" ucap Rara sahabat Mona.
"Kebetulan banget kita ketemu disini, jadi gue gak usah susah-susah nyariin Lo" Mona menarik Maya dan menghimpitnya ke tembok, sedangkan teman-temannya berjaga di depan pintu toilet.
"Kemaren gue udah kasih peringatan sama Lo, supaya jauh-jauh dari Farel, tapi sepertinya Lo gak menghiraukan peringatan dari gue, Lo malah jadian sama Farel, farel itu milik gue, gue gak akan memaafkan siapapun yang merebut dia dari gue" ucap Mona sambil mencengkram kedua pipi Maya dengan jari nya.
"A_aku, aku gak bermaksud untuk merebut Farel dari kamu, aku dan Farel saling mencintai" ucap Maya berusaha membela diri.
"Tutup mulut Lo, gak mungkin Farel suka sama cewek kampung kaya Lo, pasti elo yang ke ganjenan sama dia, ia kan" teriak Mona.
"Nggak Mon... aku gak pernah kaya gitu, cinta itu gak pernah memandang apapun dan sama siapapun, jadi bukan salah aku kalau Farel suka sama aku" ucap Maya lagi
"Jadi maksud Lo, farel lebih suka sama Lo dari pada sama gue ? dan Lo ngerasa kalo Lo lebih cantik dari gue, ia... ? Lo ngaca dong... Lo gak ada apa-apa nya di bandingkan gue, jadi Lo gak usah kegeeran" ucap Mona sambil mendorong tubuh Maya ke bawah hingga ia tersungkur dan dahinya terbentur tembok.
__ADS_1
"Gue peringatan sekali lagi sama Lo, selama Lo masih berhubungan sama Farel, gue pastikan kalo hidup lo gak bakalan bisa tenang" ucap Mona lagi sebelum pergi meninggalkan Maya.
"Dahi Maya tampak membiru setelah terbentur tembok, dan saat ia mencoba untuk bangun badannya terasa lemas, ia tidak sanggup untuk berdiri, hingga tubuhnya ambruk ke lantai dan tidak sadarkan diri.
"Mit... kok Maya lama banget di toiletnya, gue telpon juga gak di angkat" ucap Farel tampak khawatir.
"Ia juga ya... udah hampir dua puluh menit dia di toilet" jawab Mita seraya melihat benda yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Ya udah biar gue susul aja deh, sekalian gue mau ke toilet juga" ucap Della beranjak dari tempat duduk.
"Gue ikut Del" Mita pun segera berdiri.
"Gue ikut juga ya" ucap Farel tidak mau tinggal diam.
"Ngapain Lo ikut ke toilet cewek, mau ngintip lo ? udah Lo tunggu di sini aja, nanti gue bawa permaisuri Lo ke sini" sindir Della.
"Ya udah tapi jangan lama-lama ya,"
"Ada apaan sih rame banget di toilet " ucap Kita penasaran
"Ia... tumben banget, ayo cepet kita liat" Della dan Mita segera berlari dan menerobos masuk ke dalam toilet.
"Maya..." ucap Mita dan Della terkejut melihat sahabatnya pingsan.
"Heh... temen gue kenapa bisa kaya gini" ucap Della meminta penjelasan kepada orang-orang yang ada di toilet, sedangkan Mita menopang kepala Maya menggunakan pahanya.
"Gak tau, tadi pas kita masuk, dia udah gak sadar" jelas salah seorang mahasiswi
"Mit telpon Farel, suruh dia cepetan ke sini buat bawa Maya ke UKS" ucap Della khawatir.
__ADS_1
"Ia bentar Del" jawab Mita segera mengambil ponselnya di dalam saku celana, dan segera menghubungi Farel, sementara ituru Della berusaha membangunkan Maya.
Beberapa saat kemudian Farel pun datang dengan wajah yang yang tampak cemas, dahi nya pun tampak di penuhi dengan butiran-butiran keringat, sebab tadi ia berlari secepat mungkin dari kantin menuju toilet.
"May... kamu kenapa May... Ayo bangun May, kamu bisa denger suara aku kan" ucap Farel sambil menepuk-nepuk pipi Maya pelan.
"Rel kita harus cepet-cepet bawa Maya ke UKS, biar di obatin di sana, buruan angkat Maya" ucap Mita berusaha menenangkan Farel.
Farel langsung mengangkat tubuh Maya dan menggendongnya ke UKS, ia berjalan dengan cepat sambil sesekali menatap wajah Maya dan berusaha membangunkannya, semua itu menyita perhatian orang-orang, mereka penasaran dengan apa yang terjadi kepada Maya.
Sesampainya di UKS Maya langsung di tangani oleh salah seorang tenaga kesehatan yang bertugas di UKS tersebut, Farel Della dan Mita tampak cemas melihat keadaan Maya.
"May... akhirnya kamu sadar juga, kamu kenapa bisa kaya gini May.." ucap Farel saat melihat Maya membuka matanya.
"May... kamu baik-baik aja kan May" ucap Della dan Mita.
"Aku ada di mana" ucap Maya lemah, kepalanya masih terasa pusing.
"Kamu ada di UKS May... tadi kamu pingsan di toilet" jawab Farel menggenggam tangan Maya dengan lembut.
"Ia May... sebenernya gimana ceritanya sih bisa tiba-tiba pingsan di toilet, dahi kamu sampai memar kaya gitu, perasaan tadi kamu baik-baik aja waktu mau ke toilet" ucap Della penasaran.
Akhirnya sedikit-demi Maya pun mulai mengingat apa yang terjadi padanya tadi di toilet, namun ia tidak mau menceritakan semua itu kepada Farel dan teman-temannya, karna semua itu hanya akan memperpanjang masalah.
"Ta_tadi kepala aku pusing banget, mungkin karna tadi pagi aku belom sarapan, kaki aku juga lemes, trus aku jatoh, kayanya kepala aku ke bentur tembok, dari situ aku udah gak inget apa-apa lagi" ucap Maya lemah, ia terpaksa harus berbohong.
"Ya ampun sayang... tadi pagi kenapa kamu gak bilang kalau kamu belum sarapan" ucap Farel terkejut mendengar Maya belum makan dari pagi.
"Ia May... kamu ini kebiasaan suka nahan laper" ucap Della kesal.
__ADS_1
"Ya udah kita berdua beliin makanan dulu ya di kantin, kamu jagain dulu Maya ya El" ucap Mita mengajak Della ke kantin.