
"Dasar bajingan... brengsek lo" Setelah melihat Vidio Maya dan Alvian saat di rumah sakit, Farel langsung pergi ke rumah Alvian dengan amarah yang berapi-api, ia langsung mencengkram kerah kemeja Alvian dan menghadiahi Alvian dengan pukulan dan tendangan bertubi-tubi, Alvian tidak melakukan perlawanan sedikitpun, ia merasa bahwa ia memang pantas mendapatkan nya, ini semua memang kesalahannya.
Maya yang saat itu tengah beristirahat di dalam kamarnya, sontak membuat Maya langsung pergi ke luar untuk melihat keributan tersebut.
Maya benar-benar terkejut saat melihat Farel tengah menghajar kakaknya sendiri.
"El... tolong hentikan El..." Maya berusaha menarik tangan Farel, namun tenaga Farel benar-benar kuat.
"Sebaiknya kamu diam May... aku akan ngasih pelajaran sama bajingan ini" Farel memperingatkan Maya untuk tidak mendekat dan ikut campur.
Namun Maya tidak mungkin diam begitu saja melihat Farel menghakimi kakaknya sendiri.
Farel kembali menghantam tubuh Alvian hingga ia tersungkur ke lantai, Maya langsung berdiri di depan Alvian untuk melindunginya
"Cukup El... cukup..." Teriak Maya sambil merentangkan tangannya, menghalangi Farel agar tidak menghajar Alvian lagi, Alvian benar-benar sudah lemah tak berdaya.
"May...minggir May, kenapa kamu membela bajingan ini, dia sudah kurang ajar sama kamu May, dia sudah menghancurkan hidup kamu, aku akan membunuh bajingan ini" Farel hendak menghampiri Alvian lagi untuk menyeretnya tapi Maya berusaha menahan tubuh Farel.
"Ini bukan salah Tuan Alvian, ini salah aku El... aku yang udah menggoda Tuan Alvian" Maya terpaksa berbicara seperti itu agar amarah farel sedikit mereda, ia juga tidak ingin jika Farel membenci kakaknya sendiri, karna semua ini bukan kesalahan Alvian sepenuhnya.
__ADS_1
Mendengar hal itu, seketika tubuh Farel melemas. "Apa maksud ucapan kamu ini May... kamu bohong sama aku kan May... kamu pasti sudah di ancam sama dia, kamu gak usah takut May... aku akan melindungi kamu" Ucap Alvian sambil menggenggam kedua lengan Maya dan menatapnya.
Maya tidak berani menatap wajah Farel, ia hanya bisa menunduk sambil menangis.
"May...tatap aku May, katakan sama aku kalau semua itu gak bener, aku yakin kamu bukan wanita seperti itu, pasti dia yang sudah memperkosa kamundan mengancam kamu, ia kan May" Ucap Alvian meminta penjelasan Maya.
"Nggak El... Tuan Alvian gak salah apa-apa, aku yang sudah menggodanya dan merayunya, kamu tau sendiri kan kalau istri tuan Alvian sangat cantik , jadi mana mungkin tuan Alvian tertarik sama aku" Maya berusaha meyakinkan Farel.
"Nggak... gak mungkin, aku gak percaya sama kamu, kamu pasti bohong sama aku kan May... sekarang kamu tatap mata aku May, dan katakan hal itu sekali lagi" Farel berusaha mencari kejujuran dari Maya, ia yakin bahwa Maya berbohong .
"Baiklah kalau itu yang kamu mau"ucap Maya sambil menyeka air matanya, ia mengumpulkan keberanian untuk menatap farel.
Seketika farel melepaskan cengkeramannya dari tangan Maya, ia mundur beberapa langkah untuk menjauh dari Maya, ia benar-benar tidak percaya dengan semua itu.
"Haaaaaaaaaa" teriak Farel sambil menjambak rambutnya Frustasi, matanya tampak memerah menahan amarahnya.
"kenapa May.. kenapa kamu ngelakuin hal seperti itu May, selama ini aku percaya kalau kamu adalah perempuan baik-baik, perempuan yang polos, perempuan yang tidak serakah dengan harta, berbeda dengan perempuan-perempuan lainnya, kenapa kamu tega merusak kepercayaan aku, kenapaaaaa" teriak Farel dengan penuh kekecewaan.
"Selama ini aku menyimpan harapan yang besar untuk hubungan kita, aku serius dengan hubungan kita, aku benar-benar mencintai kamu, tapi kenapa kamu tega melakukan hal ini kepada aku, aku gak menyangka kalau ternyata kamu gak ada bedanya dengan seorang pel*acur" Hati Maya benar-benar sakit mendengar ucapan Farel, tapi tapi ia terpaksa harus berbohong demi melindungi Alvian, dari amukan adiknya sendiri.
__ADS_1
"Al.... kamu kenapa nak, kenapa kamu babak belur seperti ini" Mami Alvian dan Farel tampak shock melihat putra sulungnya babak belur dan tergeletak di lantai, Alvian benar-benar tidak berdaya, bahkan ia sudah tidak sanggup untuk berdiri.
"Farel... tolong jelaskan sama mami, ada apa ini sebenarnya, kenapa kakak kamu babak belur seperti ini, pasti kamu kan yang sudah Ngelakuin hal ini sama kakak kamu, kenapa kamu berbuat seperti ini sama kakak.kamu sendiri" Mami menuntut penjelasan dari Farel.
"Ia... memang aku yang udah menghajar dia, dia memang pantas mendapatkan nya, Mami sudah liat sendiri kan beritanya di TV, anak kesayangan Mami ini sudah menghamili pembantunya sendiri, dan asal Mami tau perempuan itu adalah pacar aku Mi...." ucap Farel sambil menunjuk Alvian dengan penuh kebencian.
"Nggak El... kakak kamu gak mungkin ngelakuin hal seperti itu, dia adalah pria baik-baik" ucap Mami tidak percaya, tiba-tiba ia mengalihkan tatapannya kepada Maya, dan menghampirinya.
"Pasti kamu kan yang sudah menggoda putra saya, atau mungkin anak yang ada di dalam kandungan kamu ini bukan anak Alvian, tapi anak orang lain, dan kamu sengaja menjebak putra saya" ucap Mami dengan tatapan penuh kebencian
"Nggak nyonya... itu nggak bener, anak yang ada di dalam kandungan aku ini benar-benar anak tuan Alvian" jawab Maya sambil menunduk, tubuhnya tampak gemetar.
"Jangan bohong kamu, anak saya adalah pria baik-baik, dia juga mempunyai istri yang sangat cantik, jadi tidak mungkin dia tertarik sama perempuan seperti kamu"
"Kamu sudah menghancurkan nama baik putra saya, sekarang beritanya sudah menyebar di mana-mana, dan bukan hanya itu saja, kamu juga sudah mempermalukan semua keluarga besar saya, dan gara-gara kejadian ini karir Alvian terancam hancur" jelas Mami tampak putus asa dengan semua masalah ini.
"Saya akui kamu benar-benar wanita yang sangat hebat, karna dalam sekejap kamu bisa menghancurkan kedua putra saya sekaligus, lihat mereka sekarang, kedua putra saya terlihat menyediakan, yang satu telah masuk ke dalam perangkap kamu, dan yang satu lagi di butakan oleh cinta, puas kamu sekarang" teriak mami sambil mendorong bahu Maya.
Alvian tampak tidak terima melihat Maya dihina habis-habisan oleh maminya, ia berusaha untuk bangun untuk membela Maya, tapi tenaganya benar-benar lemah, ia tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Maya hanya bisa pasrah dengan semua makian dan hinaan yang di tuduhkan kepadanya, ia tidak berniat untuk melakukan pembelaan sedikitpun, karna bagi Maya semuanya akan percuma saja, toh semuanya sudah terjadi. Maya lebih mementingkan nama baik Alvian dari pada nama baiknya sendiri, karna bagi Maya nama baik Alvian sangat lah penting ketimbang dengan nama baiknya sendiri, jika nama baik Alvian hancur, karir Alvian juga akan hancur, termasuk dengan nama baik keluarga besarnya.