
Ternyata Farel memang benar-benar mendengarkan perkataan Maya untuk tidak menemui dan mengganggu nya di tempat ia bekerja, yaitu di rumah Alvian.
Karena semalam Alvian dan Maya berdagang untuk menyelesaikan tugas kuliah Maya, jadi pagi ini mereka bangun kesiangan, mereka harus segera bergegas untuk bersiap pergi ke kampus dan ke kantor.
"May... kamu langsung siap-siap pergi ke kampus, nanti kamu terlambat" Ucap Alvian sebelum naik ke kamarnya.
"Tapi saya harus menyiapkan dulu sarapan untuk tuan"
"Tidak usah May... saya bisa sarapan di kantor, Lagi pula kalau saya sarapan dulu saya pasti akan terlambat, nanti jalanan keburu macet, pagi sini saya ada meeting di kantor" jelas Alvian.
"Maaf kan saya ya tuan... gara-gara bantuin saya tuan jadi kesiangan dan gak bisa sarapan dulu" ucap Maya merasa bersalah.
"Tidak apa-apa May... saya senang kok bisa bantuin kamu, itung-itung untuk mengasah kemampuan saya di dunia kedokteran, biar gak lupa" jawab Alvian.
Maya dan Alvian segera pergi ke kamar mereka masing-masing untuk mandi dan berganti pakaian, keduanya tampak tergesa-gesa berkejar-kejaran dengan waktu.
Setelah selesai bersiap-siap Maya langsung meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada Alvian terlebih dahulu.
"May... kamu masih disini, saya kira kamu sudah berangkat" ucap Alvian saat melihat Maya di pinggir jalan.
"Ia pak saya sedang menunggu angkutan umum tapi belum ada yang lewat, ojeg juga gak ada" ucap Maya sambil celingak-celinguk mencari kendaraan umum yang lewat.
"Ya sudah kamu bareng sama saya aja, biar cepet" ucap Alvian sambil membuka pintu mobilnya dari dalam.
"Tapi pak..." ucap Maya merasa tidak enak.
"Ayo May... jangan kebanyakan mikir nanti kamu terlambat, lagipula kita satu arah" ucap Alvian lagi.
"Makasih banyak ya tuan, Maaf saya jadi merepotkan Tuan terus" ucap Maya setelah masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Udah May... jangan minta maaf terus, kaya lebaran aja" Hoda Alvian.
Alvian memberhentikan mobilnya tepat di halaman kampus Maya, kebetulan saat itu mahasiswa ya mng lain juga sudah banyak yang berdatangan, termasuk Farel yang baru saja tiba , ia merasa heran saat melihat mobil kakaknya yang berhenti di depan kampusnya.
"Sekali lagi makasih banyak ya tuan... maaf pagi ini saya tidak bisa menyajikan sarapan untuk tuan" ucap Maya sebelum keluar dari mobil.
"Sama-sama May... kamu tidak perlu memikirkan hal itu, kamu juga jangan lupa sarapan ya, karna kamu juga belum sarapan"
"Ia tuan... kalo begitu saya permisi dulu" pamit Maya.
Farel benar-benar terkejut saat melihat Maya turun dari mobil kakaknya, ia tidak menyangka jika hubungan antara majikan dan pembantu bisa sedekat itu, sampai-sampai sang majikan harus repot-repot mengantarkan ke kampus.
Farel segera menghampiri Maya dengan wajah nya yang tampak kesal.
"El... kamu sudah datang" ucap Maya sambil tersenyum saat Farel menghampirinya.
"El... kamu jangan marah dulu, aku bisa jelasin kenapa aku bareng sama kakak kamu barusan"
"Sampai kapan sih May... kita kaya gini terus, kamu minta aku untuk merahasiakan hubungan kita di depan temen-temen kampus, trus kamu juga ngelarang aku untuk nemuin kamu di rumah kakak aku. Lalu waktu aku untuk berduaan sama kamu kapan, kenapa kamu ngehindar terus dari aku" ucap Farel meluapkan kekesalannya.
"El... aku gak bermaksud untuk kaya gitu, tadi aku kesiangan gara-gara bergadang untuk beresin tugas-tugas aku yang harus di serahkan hari ini juga, trus pas aku lagi nyegat ojeg tiba-tiba Tuan Alvian lewat, lalu dia nawarin tumpangan ke aku, aku terpaksa naik mobil kakak kamu karna aku gak punya pilihan lain aku takut terlambat" jelas Maya panjang lebar.
"Trus kamu kenapa gak gak nelpon aku, aku kan bisa jemput kamu"
"Aku gak mau nyusahin kamu, aku tau pasti kamu udah di jalan menuju ke kampus, aku gak mau kamu puter balik lagi untuk jemput aku lagi, lagipula kampus kita sama kantor kakak kamu satu arah, jadi aku pikir gak ada salahnya kalau aku numpang sama mobil kakak kamu, aku gak ada maksud apa-apa kok, kamu percaya kan sama aku" ucap Maya berusaha meyakinkan Farel.
Farel terdiam beberapa saat, hatinya masih sangat kesal tapi ia yakin Maya tidak mungkin berbohong kepadanya "Ia... aku percaya sama kamu, tapi lain kali jangan di ulangin lagi, kalo ada apa-apa langsung telepon aku"
"Baik Paduka Raja, udah dong jangan cemberut gitu, kamu mau maafin aku kan"goda Maya.
__ADS_1
"Ia aku maafin kamu, tapi mulai sekarang aku gak mau backstreet lagi sama kamu, aku mau semua orang tau tentang hubungan kita" tegas Farel
"Tapi El...aku_" ucap Maya bingung
"Pokoknya gak ada tapi-tapian, aku gak mau kaya gini terus, kalau kamu terus merahasiakan hubungan kita, aku akan datang ke rumah kakak aku tiap hari, bila perlu aku juga akan tinggal di sana biar kita bisa deket terus" ancam Farel.
Akhirnya Maya pun terpaksa mengikuti keinginan Farel, karna ia tidak mempunyai pilihan lain.
Farel benar-benar sangat bahagia karna pada akhirnya hubungan mereka bisa di publikasikan, ia tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi untuk bertemu dengan kekasihnya sendiri, ia langsung menggenggam tangan Maya sambil berjalan menuju ke kelas, tentu saja hal itu menyita perhatian mahasiswa dan mahasiswi lain , mereka tidak percaya jika cowok terpopuler di kampus tersebut berpacaran dengan Maya yang mereupakan wanita biasa-biasa saja.
"Cie... cie... yang udah resmi pacaran" Goda Mita dan Della saat Farel mengantar Maya sampai ke kelasnya, Farel masih belum mau melepaskan tangan Maya.
"Memangnya kemarin-kemarin kita pacaran bo'ongan apa ?" jawab Farel.
"Maksudnya kemarin-kemarin kalian pacarannya sembunyi-sembunyi tapi sekarang udah mulai terang-terangan di depan umum, pake acara mesra-mesraan segala lagi " jawab Della.
"Oh ia dong .. mulai sekarang gue mau seluruh dunia tau kalau kita pacaran, dan Maya adalah milik gue, ia kan sayang" ucap Farel seraya mengusap rambut Maya.
"So sweet....." ucap Mita dan Della lagi.
"El kamu apa-apaan sih,tolong jangan kaya gini, malu di lihat yang lainnya" Maya merasa tidak nyaman dengan sikap Farel.
"Gak apa-apa sayang... biarin aja mereka liat"
"El... aku gak mau kalau kamu terlalu berlebihan seperti ini, aku gak mau jadi bahan pembicaraan orang-orang" ucap Maya memperingatkan Farel.
"Ia ia sayang... maaf... Ya udah kalo gitu aku ke kelas dulu ya, nanti siang aku kesini lagi jemput kamu untuk makan siang bareng di kantin"
"Gak usah El... nanti kita ketemuan di kantin aja " ucap Maya lagi.
__ADS_1