
Enam tahun kemudian
Enam tahun telah berlalu, kini Alma yang sudah dikenal dengan nama Putri sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan lembut, ia juga di kenal sangat pandai di sekolah nya, ia sering mendapat peringkat satu di kelasnya, dengan nilai paling tinggi di antara teman-temannya yang lain, ia juga sering memenangkan kejuaraan antar sekolah. Pak Joko dan Bu Marni sangat bangga kepadanya, ia benar-benar bersyukur mempunyai anak seperti Putri walaupun ia bukan darah daging nya sendiri, tapi putri sangat berbakti kepadanya.
Satu tahun ini Bu Marni bekerja keras untuk membiayai sekolah putri sendirian, sebab pak Joko sudah meninggal dunia satu tahun yang lalu karena penyakit asma yang di deritanya.
"Put... sebentar lagi kamu akan lulus sekolah SMP, ibu ingin kamu melanjutkan sekolah SMA, tapi ibu bingung dengan biayanya, sebab biaya sekolah SMA pasti sangat mahal" ucap ibu bingung.
"Putri gak usah melanjutkan kan sekolah aja bu, putri gak mau ibu terus bekerja keras untuk membiayai sekolah putri" Putri merasa tidak tega melihat ibunya banting tulang demi membiayai sekolah nya.
"Nggak put...kamu gak boleh putus sekolah, ibu akan melakukan apapun agar kamu bisa sekolah lagi, pokoknya kamu gak usah mikirin apa-apa, tugas kamu cuman belajar" Bu Marni bersikeras untuk menyekolahkan putri ke SMA
Bu Marni berpikir kerasa bagaimana caranya ia bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar untuk membiayai sekolah putri, tidak mungkin jika hanya mengandalkan upah kerja di kebun orang. Sekarang ia sudah tidak memiliki kebun lagi, ia menjual kebun tersebut untuk membiayai kebutuhan nya sehari-hari selama suaminya sakit.
Bu marni memutuskan untuk mencari kerja ke kota, bekerja apapun yang penting halal, agar ia bisa membiayai sekolah putri, tapi ia bingung ia tidak mempunyai sanak saudara di sana. Tiba-tiba saja Bu marni teringat dengan Maya dan Alvian, orang yang sering menolongnya dulu. Ia juga masih menyimpan baik-baik alamat rumah yang di berikan Alvian.
Bu Marni nekat mendatangi Rumah Maya dan Alvian, untuk meminta pekerjaan kepada mereka, karna hanya mereka yang ia kenal di kota, ia sudah tidak tau lagi harus meminta tolong kepada siapa. Apapun hasil nya nanti ia akan terima yang penting ia sudah berusaha.
Sesampainya di rumah Alvian dan Maya, ternyata mereka sedang tidak berada di rumah, salah seorang satpam mengatakan bahwa kedua bosnya masih berada ditempat kerja masing-masing.
__ADS_1
Di rumah tersebut hanya ada Celine yang baru saja pulang sekolah
Bu Marni memutuskan untuk menunggu mereka sampai mereka pulang, karna tidak mungkin ia harus pulang lagi ke rumah nya, mengingat jarak antara rumahnya dan rumah alvian sangat jauh, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan nya untuk bertemu mereka walaupun harus menunggu lama.
"Pak satpam menyuruh Bu Marni untuk menunggu di luar, karna ia tidak berani mengijinkan orang asing masuk begitu saja.
Ketika hari sudah mulai gelap, akhirnya sepasang suami istri itupun tiba di rumahnya, Satpam yang berjaga pun segera mengatakan bahwa ada seseorang yang ingin bertemu dengan mereka, Maya meminta satpam tersebut untuk masuk, ia juga sempat mengomeli satpam tersebut karna membiarkan seseorang berada di luar.
Awalnya Maya dan Alvian Tampak bingung dengan kedatangan Bu Marni, sebab mereka merasa tidak mengenal ibu tersebut, namun setelah Bu Marni memperkenalkan dirinya dan menceritakan tentang pertemuan mereka dulu, akhirnya merekapun dapat mengingat nya, wajar saja Maya dan Alvian tak mengenali bu Marni sebab sudah lama sekali mereka tidak pernah bertemu lagi.
Bu Marni menceritakan maksud dan tujuannya datang menemui mereka, yaitu untuk mencari pekerjaan. Kebetulan mereka pun sedang membutuhkan Asisten rumah tangga di rumah nya, sebab belum lama ini ART mereka memutuskan untuk berhenti, entah kenapa semenjak ada Celine di rumah ini, tidak ada satupun ART yang betah bekerja di rumah nya, semuanya hanya mampu bertahan satu bulan saja, entah sudah berapa kali ia berganti-ganti Art, padahal setahu mereka Celine selalu bersikap manis kepada Art nya, ia juga memberikan upah yang cukup besar untuk mereka.
Tentu saja Bu Marni menyetujuinya, apalagi upah yang di tawarkan Alvian dan Maya sangat besar, selain itu mereka juga menjanjikan bahwa Mereka akan membiayai sekolah Putri, Bu Marni sangat bersyukur karna perjuangan nya menemui Maya tidak lah sia-sia, bahkan ia mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang ia harapkan, selain mendapatkan pekerjaan, putri juga bisa kembali melanjutkan sekolah tanpa harus memikirkan biaya nya. Maya dan Alvian benar-benar berhati malaikat.
**
Sudah Enam tahun Rara dan Radit menjalani pernikahan mereka, tapi sampai saat ini mereka berdua masih belum di karunia anak, tapi Radit dan Rara tidak pernah mempermasalahkan hal itu, mereka tidak pernah terusik dengan omongan-omongan orang, yang terpenting kasih sayang mereka berdua tidak pernah berkurang sedikitpun, bahkan hubungan mereka semakin hari semakin harmonis, mereka menjalani hari-hari mereka dengan penuh kebahagiaan, apalagi Radit selalu memperlakukan Rara seperti Ratu, memenuhi apapun keinginan Rara.
Awalnya Dokter Diana juga tidak pernah mempermasalahkan hal itu, yang terpenting anak dan menantunya bahagia, walaupun sebenarnya ia ingin sekali mempunyai cucu, apalagi sampai saat ini Raka anak pertamanya itu belum juga menikah, jangankan menikah, pacar saja ia tidak punya, jadi hanya Adit dan Rara satu-satunya harapan Dokter Diana untuk memiliki cucu.
__ADS_1
Sebenarnya ia juga sudah sering meminta anak dan menantunya itu untuk segera memeriksakan kesehatan mereka ke dokter kandungan, agar mereka bisa tau penyebab mereka belum mempunyai anak sampai sekarang, dan siapa tau ada solusi agar mereka bisa cepat memiliki keturunan, tidak ada salahnya kan jika kita berusaha.
Untuk memenuhi keinginan Dokter Diana, Rara dan Radit memutuskan untuk memeriksakan kesehatan mereka ke dokter kandungan. Sekaligus untuk mengobati rasa penasaran mereka semua, dan berharap semoga setelah ini mereka berdua secepatnya di berikan momongan.
Dokter sudah memeriksa kesehatan Rara dan Radit secara mendetail, dan hasil nya akan keluar besok siang, itu artinya besok mereka harus kembali lagi ke rumah sakit.
Rara dan Radit tetap tenang menjalani itu semua, mereka berharap semuanya akan baik-baik saja, tapi apapun hasilnya nanti mereka akan terima dengan lapang dada.
"Kalian dari mana" tanya Maya saat bertemu di rumah sakit tempat ia bekerja.
"kita habis dari dokter kandungan kak" jelas Rara. Tanpa di jelaskan pun maya sudah tau, karena Rara selalu cerita kepadanya.
"Oh gitu... Semoga hasil nya baik-baik aja ya dek, gak ada masalah yang serius" jawab Maya
"Ia kak..." jawab Rara penuh harap.
"Kita pulang duluan ya kak, nanti malam jangan lupa ya datang ke rumah Mami Diana" ucap Rara mengingatkan Maya.
Dokter Diana mengundang keluarga dekat nya untuk makan malam di hari ulang tahunnya.
__ADS_1
"Ia Dek... sampai ketemu di sana ya"