CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 82


__ADS_3

Semenjak kejadian hari itu, Alvian menghilang dan menjauh dari Maya, tak pernah sekalipun ia menampakkan dirinya di panti asuhan seperti biasanya.Tentu saja hal itu membuat Maya heran dan penasaran, sebab tepat di hari itu Alvian sudah berjanji akan menemuinya untuk meminta jawaban atas lamaran nya. Maya semakin yakin jika saat itu Alvian juga datang ke sana.


Jika memang hari itu Alvian memang datang ke panti dan mengetahui semuanya, Maya ingin meminta maaf dan menjelaskan nya secara langsung kepada Alvian, bahwa ia tidak bermaksud untuk mempermainkan perasaan nya.


Pernikahan Maya dan Raka hanya tinggal satu Minggu lagi, dan tepat di hari ini undangan akan di sebar. Persiapan pernikahan mereka sudah hampir sembilan puluh persen, sebagian besar persiapan pernikahan tersebut di handle oleh Raka dan Dokter Diana, Dari mulai gedung pernikahan dan juga wedding organizer, semuanya dipilih secara langsung oleh Dokter Diana dan Raka, mereka memilih yang terbaik untuk hari bahagia nanti. Dokter Diana juga memilih desainer ternama untuk merancang gaun pernikahan Maya, agar Maya terlihat anggun dan semakin cantik.


Hari ini Maya dan Raka akan mengantarkan surat undangan kepada Alvian secara langsung, hal tersebut merupakan permintaan dari Maya. Selain itu Raka juga memang penasaran dengan menghilangnya Alvian yang secara tiba-tiba.


Sekitar pukul lima sore Maya dan Raka tiba di kediaman Alvian dengan membawa surat undangan pernikahan mereka, mereka langsung mengetuk pintu dan kebetulan Alvian sendiri yang membuka pintunya, sebab kala itu ia juga baru saja tiba dari kantor.


Alvian tampak terkejut melihat kedatangan Raka dan Maya.


"Assalamualaikum Al" Ucap Raka dan Maya.


"Waalaikumsalam " jawab Alvian dengan sedikit terbata.


"Ka_kalian kok gak ngabarin dulu kalo mau datang kesini" tentu saja pandangan Alvian tertuju pada Maya.


"Kami sudah coba menghubungi kamu, tapi nomor kamu gak aktif, makanya kami datang langsung kesini." jelas Raka.


"Oh ia saya lupa mengabari kalian, saya sudah mengganti nomor ponsel saya yang lama"jawab Alvian.


"Pantas saja, nomor ponsel kamu gak bisa di hubungi " Ucap Raka lagi


"Ayo silahkan masuk kita ngobrol di dalam" Alvian mempersilahkan mereka masuk.


Alvian meminta pembantunya untuk membawakan minuman untuk maya dan Raka.


"Al... kedatangan kami kemari untuk mengantarkan surat undangan pernikahan kami berdua"


"Kami harap kamu bisa datang ya" Raka menyampaikan maksud dan tujuannya. Saat itu Maya hanya bisa diam tanpa banyak bicara, sesekali pandangan Maya dan Alvian bertemu, kemudian maya menundukkan pandangannya.


Walaupun Alvian sudah mengetahui bahwa Maya dan Raka akan menikah, tapi saat raka mengucapkan hal tersebut, dadanya terasa sangat panas dan sesak, tapi ia berusaha bersikap normal.


"Selamat ya buat kalian, nanti saya usahakan untuk datang ke pernikahan kalian" Jawab alvian tenang.


Ketika itu ponsel Raka berdering, Raka pamit keluar untuk mengangkat telepon, otomatis Alvian dan Maya hanya tinggal berdua. Mendadak suasana tersebut menjadi hening dan canggung.


Tak lama kemudian Raka pun kembali menghampiri mereka.


"May... barusan aku dapat telepon dari rumah sakit, aku harus ke rumah sakit sekarang untuk operasi menggantikan Dokter Bimo, beliau harus pergi ke luar kota karna ibunya meninggal" Jelas Raka.

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu kamu ke rumah sakit aja sekarang, aku bisa pulang sendiri " Jawab Maya sambil beranjak dari tempat duduk.


"Beneran kamu gak apa-apa pulang sendiri, atau mau aku antar pulang dulu" Raka rampak ragu-ragu meninggalkan Maya, tapi ia juga harus buru-buru ke rumah sakit.


"Jarak panti sama rumah sakit berlawanan arah, nanti kamu telat operasi nya"jelas Maya


"Ya Sudah kalo gitu aku pergi duluan ya, kamu hati-hati di jalan, nanti kabarin aku ya kalau sudah sampai di panti "


"Al saya pamit ya" Raka pergi dengan tergesa-gesa.


"Kalo begitu saya juga pamit ya mas" ucap Maya setelah Raka pergi.


"Selamat ya May... sebentar lagi kamu akan mempunyai pendamping hidup yang baru, aku yakin dia bisa bahagiain kamu, gak seperti aku yang hanya bisa nyakitin kamu, Dia memang lebih pantas untuk kamu May, dia lebih baik dari aku. Laki-laki brengsek seperti aku memang gak pantas untuk kamu, kamu memang gak salah pilih May" secara tidak langsung Alvian menyindir Maya.


"Kenapa kamu bicara seperti itu mas... Aku gak pernah menganggap kamu laki-laki brengsek" Jawab Maya.


"Buktinya kamu lebih memilih dia dari pada aku"


"Harusnya waktu itu kamu bilang dari awal kalau kamu menyukai dia"


"Kamu gak perlu ngasih harapan sama aku"


"Kamu sengaja kan minta aku datang kesana untuk menyaksikan kamu menerima lamaran dia, dan sekaligus menolak lamaran aku mentah-mentah" Alvian mengutarakan kekesalannya.


"Aku sama sekali gak bermaksud untuk mempermainkan perasaan kamu mas, aku juga gak tau kalau Mas Raka akan datang untuk melamar aku"Jelas Maya


"Tapi kamu senang kan di lamar sama dia"


"Kamu cinta kan sama dia"


"Buktinya kamu langsung terima lamaran dia"


"Gak seperti lamaran aku yang kamu gantung, dan kamu kasih harapan , tapi akhirnya kamu tolak juga" Alvian merasa di permainkan.


"Nggak Mas gak seperti itu"


"Aku gak ada perasaan sama sekali sama mas Raka, aku menganggap dia seperti kakak aku sendiri "


"Lalu kenapa kamu gak tolak aja lamaran dia May"


"Nggak mas... gak semudah itu, karna kalau aku menolak, bukan hanya Mas Raka yang kecewa, tapi Dokter Diana juga"

__ADS_1


"Aku gak mau menyakiti hati mereka" jelas Maya lagi.


"Tapi ini menyangkut kebahagiaan kamu May..."


"Kamu berhak memilih, kamu berhak bahagia May..." Alvian tidak setuju dengan pemikiran Maya.


"Ini pilihan aku Mas... aku sudah memikirkan semua ini matang-matang"


"Mungkin ini sebagai balas budi aku atas kebaikan mereka selama ini" Maya


"Kalau semua ini karna balas budi kamu ke mereka, aku bisa may ganti semua biaya yang saya sudah mereka keluarkan untuk kamu dan juga Rara, agar kamu gak merasa berhutang budi" Alvian rela melakukan apapun demi Maya.


"Nggak Mas... segala sesuatu itu tidak bisa di di ukur dengan uang"


"Mungkin hanya dengan cara ini aku membalas kebaikan mereka selama ini" ucap Maya pasrah.


"Lalu gimana dengan perasaan kamu May..."


"Kamu juga harus memikirkan kebahagiaan kamu"


"Sekarang tatap mata aku May... kamu masih cinta kan May sama aku"


"Ayo kita hidup sama-sama lagi May" Alvian menggenggam tangan Maya.


"Maaf mas... aku gak bisa"


"Semua nya sudah terlambat " Maya melepaskan tangan Alvian.


"Ini belum terlambat May..." Alvian memegang kedua lengan Maya


"Aku akan mengantarkan kamu untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada mereka, Kalau kita saling mencintai"


"Aku yakin mereka pasti ngerti May..."bujuk Alvian.


Maya melepaskan kembali tangan Alvian


"Nggak Mas... aku gak mau jadi orang yang gak tau diri"


"Lebih baik sekarang kita jalani kehidupan kita masing-masing "


"Mungkin kita tidak di takdirkan untuk bersama lagi Mas..."

__ADS_1


"MaAf mas aku harus pergi" maya pergi dengan setengah berlari seraya mengusap air matanya.


"May tunggu May kita harus bicara " Maya sama sekali tidak menghiraukan ucapan Alvian.


__ADS_2