CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 42


__ADS_3

Semenjak kejadian waktu itu, Farel benar-benar merasa sangat bersalah kepada Rara, ia juga merasa sangat gelisah karna Rara tak pernah menjawab ataupun membalas pesannya, padahal Farel sudah menghubunginya beberapa kali, ia ingin meminta maaf sekaligus menjelaskan semuanya kepada Rara. semua ini benar-benar di luar dugaannya, bertolak belakang dengan rencananya sejak awal, yang ingin membalaskan dendamnya kepada Maya melalui Rara.


"Udah lah Men... gak usah dipikirin, bukan nya itu memang rencana Lo dari awal, harusnya lo seneng dong karna rencana Lo berhasil" ucap Jery yang melihat farel uring-uringan.


"I_ia sih... itu memang bagian dari rencana gue, tapi gue jadi kasian sama dia, gue bener-bener gak tega ngeliat dia kecewa sama gue, gue pikir ini gak adil buat dia"


"Kayanya lo udah kebawa perasaan deh, atau jangan-jangan Lo udah mulai jatuh cinta sama dia" tambah Miko


"Ia men.... Lo udah kejebak sama permainan yang Lo buat sendiri" ucap Jery lagi.


"Apaan si Lo pada, gue cuman kasian doang sama dia, gak lebih" Bantah Farel.


"Gak apa-apa juga kali Men... kalo Lo beneran suka sama dia, toh Rara juga cantik, mukanya juga mirip sama Maya, jadi sama aja kan..." ledek Jery


"Udah ah... gue mau mandi dulu, omongan kalian makin gak jelas" Farel tampak menghindar dari olok-olokan kedua sahabatnya.


setelah selesai mandi, Farel mengajak Kedua sahabatnya itu untuk pergi ke club' yang biasa mereka datangi, dan berharap bisa bertemu dengan Rara di sana, sebab sudah beberapa hari ini Rara tidak pernah terlihat di Club' tersebut.


Sepertinya kali ini Farel beruntung, sebab malam ini Rara sudah kembali bekerja lagi seperti biasa.


Saat Farel datang, Rara Terlihat tengah sibuk membawakan pesanan ke meja pengunjung.


"Ra tunggu Ra..." Farel menarik tangan Rara saat Rara baru saja selesai melayani pengunjung.


"Lepasin... gue lagi kerja" jawab Rara sinis seraya menghempaskan tangan Farel.


"Tapi kita perlu bicara Ra... ada yang mau gua omongin"


"Lo gak perlu ngomong apa-apa lagi, semuanya sudah jelas, gue benci sama Lo" ucap Rara lagi seraya meninggalkan Farel dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Namun Farel tidak menyerah sampai di situ saja, ia memutuskan untuk menunggu Rara sampai Rara selesai bekerja.


"Ayo Ra... gua antar pulang" Farel menghampiri Rara saat Rara keluar dari club.


"Nggak... gue bisa pulang sendiri" tak Rara.


"Tapi ini udah malem Ra... bahaya kalo cewe jalan sendirian" bujuk Farel.


"Lo gak usah sok peduli sama gue, gue bisa jaga diri gue sendiri" bentak Rara.


"Nggak Ra... gua gak bakalan biarin Lo pulang sendiri, ayo cepetan naik" Paksa Farel sambil meraih tangan Rara.


"Lepasin.... Gue bilang gue gak mau.." teriak Rara.


"Gak... gua gak akan lepasin Lo" Farel semakin mengeratkan genggaman tangannya.


"Hei Men... jangan kasar dong sama Cewek" Tiba-tiba saja seorang pria datang menghampiri mereka.


"Siapa Lo ? sebaiknya Lo gak usah ikut campur urusan gue" ucap Farel kesal.


"Tapi gue gak suka liat cara Lo maksa cewek kaya gitu, jelas-jelas cewek ini gak mau ikut sama Lo" l


"Ini urusan kita berdua, Lo gak tau apa-apa"


"Ayo Ra kita pulang" Farel kembali menarik tangan Rara.


"Gue gak mau El... gue gak mau ikut sama Lo" pekik Rara berusaha melepaskan diri dari Farel.


"Lo gak denger cewek ini bilang apa, dia gak mau ikut sama Lo" Pria tersebut mendorong tubuh Farel dengan kasar, ia sangat kesal melihat sikap Farel.


"Brengsek Lo... berani-beraninya lo dorong gue" Ucap Farel Emosi hingga akhirnya mereka berdua berkelahi.

__ADS_1


Melihat hal itu, Rara langsung berteriak meminta pertolongan penjaga keamanan, mereka pun segera melerai perkelahian tersebut dan meminta Farel untuk Segera pergi dari sana.


"Makasih ya... kamu udah bantuin aku" Ucap Rara kepada pria tersebut.


"Sama-sama... tapi lain kali kamu harus lebih hati-hati, memangnya pria tadi siapa, pacar kamu ?"


"Bukan... dia cuman temen" jelas Rara.


"Oh... aku kira dia pacar kamu, Oia kita Belum kenalan, Nama saya Kevin" ucap Pria tersebut memperkenalkan dirinya.


"Aku Rara" jawab Rara sambil menjabat tangan Kevin.


"Kamu kerja disini ?" tanya Kevin


"Ia aku kerja di sini"


"Kamu sendiri sedang apa di sini, kok aku belum pernah melihat kamu Sebelum nya" Rara sudah hampir kenal dengan semua pengunjung yang sering datang ke tempat tersebut.


"Tadi saya baru saja bertemu dengan seseorang, kebetulan club' ini milik om saya" jelas Kevin.


"Oh... begitu" ucap Rara sambil mengangguk-anggukkan kepalanya


"kalo gitu saya duluan ya" pamit Rara.


"Memangnya kamu pulang kemana" Tanya Kevin penasaran.


"Kostan saya gak terlalu jauh kok dari sini" jelas Raram


"Ya sudah kalau begitu, kamu bareng saja sama saya, bahaya wanita pulang sendirian" ajak Kevin.


"Tidak usah... saya tidak mau merepotkan" tolak Rara.


***


"Mas... tumben jam segini kamu baru pulang" Tanya Maya seraya mengambil alih tas dan jas kerja Suaminya.


"Ia... tadi saya ada meeting bersama klien, dan selesai meeting klien itu meminta saya untuk makan malam bersama dan minum-minum sebentar" jawab Alvian sambil membuka dasinya.


"Kamu minum alkohol mas..." tanya Maya lagi.


"Saya cuman minum Sedikit May... gak enak kalau saya menolak" jelas Alvian.


"Tapi Mas... kamu kan nyetir mobil sendiri, kalo kamu kenapa-napa di jalan gimana, gak baik kalau nyetir dalam keadaan mabuk" gerutu Maya.


"Saya baik-baik aja May... tadi saya cuman minum sedikit kok, jadi saya gak terlalu mabuk" jawab Alvian seraya mengecup bibir Maya sekilas.


"Hmmmmm mulut kamu bau alkohol" ucap Maya sambil menutup hidungnya. Namum Alvian malah tersenyum, dan kemudian ia memeluk Maya dari belakang.


"Mas... kamu mandi dulu gih, trus ganti baju" Ucap Maya berusaha melepaskan tangan Suaminya.


"Nanti saja mandinya sekalian " Bisik Alvian seraya menciumi leher jenjang Maya, dan mulai mera*a-ra*a bagian depan tubuh Maya.


"Mas... " protes Maya lagi, tapi Alvian tak menghiraukannya, ia justru mulai membuka kancing piyama Maya.


"Tok tok tok"


"Al... buka Al, kamu belum tidur kan" tiba-tiba saja Bella mengetuk pintu dari luar, sontak membuat Maya dan Alvian terkejut.


"Mas... buka dulu pintunya" Ucap Maya seraya melepaskan diri dari Alvian.


"Udah biarin aja... " jawab Alvian malas.

__ADS_1


"Kasian bak Bella mas..." ucap Maya lagi, dan akhirnya Alvian pun membuka pintu tersebut dengan malas.


"Ada apa Bel..." ucap Alvian setelah membuka pintu.


"Al... aku gak bisa tidur, kamu temenin aku ya di kamar" rengek Bella.


"Tapi kan baru kemaren aku tidur di kamar kamu"


"Ia Al... tapi aku beneran gak bisa tidur" rengek Bella lagi.


"Tapi Maya..." ucap Alvian bingung, ia merasa tidak tega meninggalkan Maya.


"Udah gak apa-apa Mas... kamu temani bak Bella aja" Ucap Maya mengalah.


"Tuh kan Maya juga gak keberatan kok, ayo Al Kita ke kamar sekarang" Bella langsung menarik Alvian pergi dari kamar Maya.


**


"Pagi bak Bella" Sapa Maya saat Bella baru saja turun dari kamarnya. Maya tengah membantu bibi menyiapkan sarapan sambil menunggu Alvian dan Bella keluar dari kamarnya.


"Mas Alvian mana mbak" tanya Maya saat Alvian tak kunjung keluar dari kamar.


"Dia lagi betah di kamar, mungkin kecapean habis main-main dengan saya semalam, jadi sekarang dia cuman pengen berduaan aja di kamar sama saya" Jawab Bella memanas-manasi Maya.


"Ta_tapi mas Al belum sarapan" ucap Maya lagi.


"Kamu gak usah sok perhatian sama suami saya, saya juga bisa kok ngurusin suami saya sendiri"


"Saya dan suami saya mau sarapan di kamar, kita mau menghabiskan waktu berdua di kamar seharian, jadi jangan coba-coba ganggu kita berdua" ucap Bella sembari membawa sebuah nampan.


"Al... ini aku bawain sarapan buat kamu, kamu sarapan dulu ya, abis itu minum obat biar demamnya turun" ucap Bella saat masuk ke dalam kamar.


"Kok malah kamu yang bawain sarapannya, kan saya nyuruh kamu buat minta Maya ke sini bawain sarapan buat saya" Ucap Alvian dengan wajah yang tampak pucat dan juga lemas. saat bangun tidur, kepalanya terasa pusing dan badannya pun panas.


"Tadi aku udah bilang sama Maya, tapi katanya dia lagi sibuk, dia malah minta aku yang bawain sarapan buat kamu" ucap Bella bohong. Alvian tampak kecewa mendengar hal itu.


"Aku suapin ya Al... mumpung makanannya masih anget" Bella berusaha merebut simpati Alvian kembali, ia ingin memiliki Alvian seutuhnya dan menyingkirkan Maya dari rumah tersebut.


"Al... kamu mau kemana" tanya Bella saat Alvian berusaha untuk bangun.


"Saya mau keluar... saya ingin menemui Maya" Jawab Alvian yang tampak kesulitan untuk berdiri.


"Tapi kamu masih sakit Al..."


"Biar aku aja ya yang panggilan Maya, kamu tunggu di sini aja" bujuk Bella.


"Makasih Ya Bel..." jawab Alvian kembali duduk di tempat tidur.


"May... mas Al lagi pengen makan kue kesukaan nya, yang ada di restoran Deket kantor nya itu, kamu bisa tolong beliin kan ke sana" ucap Bella kembali berbohong.


"Bisa mbak... sebentar saya ganti baju dulu" jawab Maya tanpa merasa curiga sedikitpun,. walaupun sebenarnya ia terus bertanya-tanya sedang apa Alvian bersama Bella di dalam kamar seharian ini, ia sangat ingin bertemu dengan Alvian, dan mengharapkan Alvian keluar dari kamarnya.


"Kenapa ya rasanya sakit banget melihat mas Al lebih memilih menghabiskan waktu sama mbak Bella dari pada sama aku" gumam Maya dalam hati.


"Nggak May .. kamu gak boleh cemburu, itu hak mereka, mbak Bella memang pantas mendapatkan perlakuan istimewa dari mas Al... Kamu harus sadar kalau kamu itu cuman istri kedua" ucap Maya berusaha menenangkan hatinya.


"Maya mana bel..." tanya Alvian saat melihat Bella kembali ke kamar seorang diri.


"Dia sedang pergi keluar Al... katanya ada janji sama temen-temennya, padahal tadi pagi aku sudah bilang kalo kamu lagi sakit" lagi-lagi Bella berbohong. Alvian benar-benar kesal mendengar ucapan Bella.


"Kamu keterlaluan May... kamu lebih memilih jalan sama temen-temen kamu daripada ngurusin suami kamu sendiri" gumam Alvian dalam hati. Bella terlihat puas karna telah berhasil membuat mereka berdua salah paham.

__ADS_1


__ADS_2