CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 39


__ADS_3

Alvian dan Maya menikmati keheningan beberapa saat, sama-sama larut dalam pikiran mereka masing-masing, dan mencoba memahami kesalahpahaman tersebut.


Maya membiarkan Alvian untuk memeluk tubuhnya, ia pun merasakan kehangatan dari tubuh suaminya itu, yang selalu membuatnya merasa damai.


Beberapa saat kemudian, Maya memberanikan diri untuk berbalik dan menatap wajah suaminya.


"May kamu masih marah sama saya" tanya Alvian seraya mengusap rambut Maya dengan lembut. Maya hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Tadi Saya_" Alvian hendak mengatakan sesuatu kepada Maya tentang kesalahpahaman tadi, namun Maya justru membenamkan telunjuknya di bibir Alvian, dan menghentikannya berbicara.


Seketika tatapan mereka pun saling bertemu, terdiam beberapa saat dengan wajah yang begitu dekat.


Perlahan Alvian semakin mendekatkan wajahnya, mengecup dahi istrinya dengan sangat dalam seraya memejamkan kedua matanya begitupun dengan Mayal, dan setelah itu ia membenamkan bibirnya di bibir Maya sekilas.


"Maaf " hanya kata itu yang terucap dari bibir Alvian seraya mengelus pipi istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Kamu harus makan dulu, dari sore kamu belum makan" Setelah puas berpelukan dan saling menatap satu sama lain, Alvian mengajak Maya untuk mengisi perutnya.


"Aku gak laper mas"Maya tampak malas untuk bangun, ia masih sangat nyaman berada di sisi suaminya sambil berpelukan.


"Tapi kamu harus makan, kasian bayi kita, nanti kelaparan gara-gara mami nya gak mau makan"


"Ayo nanti aku suapin" Alvian membantu Maya untuk bangun dengan sangat lembut, kemudian ia menyuapi Maya dengan makanan yang dia bawa tadi.


"Sekarang kamu semakin manja ya... makan aja harus di suapin" Goda Alvian sambil memotong ayam goreng yang ada piringnya menggunakan sendok, ia sangat senang melihat Maya makan dengan lahap, padahal tadi Maya mengatakan tidak lapar.


"Mmmmm bukan aku mas... tapi anak kamu yang maunya di suapin sama Papi nya terus" Ucap Maya sambil mengunyah makanannya.


"Ya udah deh kalo gitu, sini aku makan sendiri aja" Ucap Maya sambil cemberut dan hendak mengambil piring yang di pegang Alvian.


"Iya deh iya.. anak papi yang manja, bukan mami nya " Alvian tersenyum lebar sambil mengelus-elus perut istrinya, ia benar-benar gemas melihat wajah istrinya itu saat sedang ngambek.


"Sekarang makan lagi ya, Aaaaa" Alvian meminta Maya untuk membuka mulutnya.


"Udah ya... jangan ngambek lagi" Ucap Alvian setelah Maya sudah mau menerima suapannya lagi, namun bibir Maya masih sedikit cemberut.


"Udah dong jangan cemberut terus... nanti cantik nya ilang" ucap Alvian seraya mengusap sudut bibir Maya, setelah meletakan piring yang sudah kosong di atas meja.


"Abis kamu nyebelin, kalau gak iklas nyuapin aku mending gak usah, aku bisa makan sendiri kok" jawab Maya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ia ia maaf... Saya cuman becanda, Saya seneng kok nyuapin kamu, saya juga seneng kalo kamu manja-manjaan terus sama Saya" Alvian meraih Kepala istrinya dan membenamkan di bahunnya seraya mengelus-elus rambut sang istri dan mencium pucuk kepala istrinya itu.


#


#


"El...kita mau kemana, kok ini bukan jalan ke Club'" Tanya Rara heran. Tadi Farel menjemput Rara ke kosan nya untuk mengantarkan Rara kerja ke Club'.


"Ke suatu tempat" Ucap Farel tetap fokus mengendarai motor sport nya.


"Tapi gue harus kerja El" Protes Rara, ia memeluk pinggang Farel dengan sangat erat.

__ADS_1


Farel tidak menjawab ucapan Rara, ia terus melajukan motornya dengan sangat cepat.


"El... ini apartemen siapa" Tanya Rara saat masuk kedalam ruangan yang cukup luas.


"Ini tempat tinggal kedua saya" jawab Farel seraya menutup pintunya kembali. Farel selalu datang ke apartemen tersebut untuk menyendiri dan menenangkan hatinya di saat ada masalah.


"Kamu tinggal sama siap di sini" tanya Rara lagi.


"Saya tinggal sendiri di sini, lagipula saya jarang banget datang ke sini" jelas Farel lagi.


"Sayang banget tempat sebagus ini jarang di tempati, pasti biaya sewanya mahal" Rara tengah mengamati setiap sudut ruangan tersebut, walaupun tempatnya tidak terlalu besar tapi cukup nyaman dan pemandangan nya pun cukup bagus dari atas.


"Kalau kamu mau, kamu boleh tinggal di sini" Ucap Farel sambil membuka jaketnya.


"Nggak... gue gak biasa tinggal di tempat seperti ini, gue lebih nyaman tinggal di kosan"


"Kamu akan merasa nyaman kalau tinggal dengan saya" Farel memeluk tubuh ramping Rara dari belakang yang tengah berdiri di depan jendelansambil menatap pemandangan dari atas, Rara sudah tampak terbiasa dengan hal itu, mereka memang sudah sering melakukannya.


Farel menciumi leher jenjang Rara dengan sangat lembut, ia selalu tidak bisa menahan dirinya setiap kali melihat wajah Rara yang mirip dengan Maya.


Saat ini Kedua tangan Farel sudah mulai berkeliaran kemana-mana, menelusup ke dalam pakaian Rara, setelah itu Farel menggendong tubuh Rara dan membawanya ke kamar dengan sangat bersemangat.


#


#


Hal yang paling Maya sukai di pagi hari adalah, saat melihat wajah suaminya berada di dekatnya, di saat pertama kali ia membuka matanya, selain itu ia juga sangat menyukai saat Alvian terus memeluk tubuhnya saat tidur, entah kenapa Alvian tidak pernah melepaskan pelukannya sama sekali meskipun ia sedang tertidur pulas.


Maya menatap wajah tampan Suaminya yang masih terlelap tidur, kemudian ia mengusap wajah suaminya itu dengan penuh kasih sayang, setelah itu Maya mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir suaminya dengan lembut, tapi saat Maya hendak melepaskan kecupannya itu, tiba-tiba ia merasakan sebuah ******* dan gigitan kecil suaminya itu.


"Pagi..." ucap Alvian dengan seringai tipis di bibirnya saat melepaskan tautan bibir mereka.


"Mas... jadi barusan kamu pura-pura tidur ?" Tanya Maya kesal.


"Saya cuman pengen tau apa yang kamu lakukan saat saya sedang tidur"


"Cium lagi dong" Goda Alvian.


"Mmmmm kamu nyebelin" Ucap Maya seraya memukul dada bidang suaminya pelan, kemudian ia menelusupkan wajahnya di dada suaminya itu karena merasa malu.


"Kamu gak usah malu May... kamu bebas ngelakuin apa aja sama saya, saya kan suami kamu"


"Pokoknya saya pasrah di apa-apain sama kamu" Ucap Alvian seraya mendekap tubuh istrinya dan menciumi pucuk kepala istrinya itu.


"Udah ah aku mau mandi" Ucap Maya berusaha melepaskan diri dari Suami untuk menghindar, ia hendak beranjak dari tempat tidur.


"Nanti dulu May... tunggu sebentar lagi" Alvian mencegah Maya untuk pergi, ia tampak tidak Rela mengakhiri momen romantis-romantisan mereka , ia masih ingin menghabiskan waktu dengan memeluk Maya.


"Sudah siang Mas... nanti kita terlambat, kamu juga harus cepet mandi dan siap-siap" ucap Maya lagi.


"Tapi mandi bareng ya" Tiba-tiba terlintas ide nakal Alvian.

__ADS_1


"Mas.... kamu jangan macem-macem deh, nanti ujung-ujungnya bakalan lama, yang ada kita jadi kesiangan" Maya sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka mandi bersama.


"Ya sudah kalau kamu gak mau, saya gak akan ngelepasin kamu, kita kan tetap seperti ini sampai nanti siang, bila perlu sampai sore, kita akan menghabiskan waktu di kamar seharian " ancam Alvian seraya mengeratkan dekapannya.


"Tapi aku harus ke kampus Mas... hari ini ada materi penting dari dosen" Maya berusaha melepaskan diri dari dekapan Suaminya itu.


"Nggak saya gak akan ngelepasin kamu" ucap Alvian lagi.


"Ya udah deh, ayo.... tapi janji ya jangan macem-macem , cuman mandi doang ya" Ucap Maya akhirnya mengalah,daripada ia harus bolos ke kampus hari ini. Alvian langsung bangun dengan penuh semangat.


"Ok saya Janji" Ucap Alvian lagi, kemudian ia mengangkat tubuh Maya dari tempat tidur.


"Tapi kalau saya gak hilaf ya" sambung Alvian setelah tubuh Maya berada di dalam pangkuannya.


"Mas...." pekik Maya seraya melingkarkan tangannya di leher Alvian, ia sudah menduga akan seperti ini.


Dari dalam kamar mandi terdengar suara jeritan Maya yang di iringi dengan sebuah tawa, sepertinya Alvian tengah melakukan sesuatu untuk menggoda dan membuat istrinya itu geli. Sudah bisa di pastikan acara mandi bersama mereka akan berlangsung sangat lama, karna bukan hanya sekedar mandi biasa,melainkan di sertai dengan kegiatan olah raga pagi di dalam bathtub.


**


"Selamat pagi nyonya" ucap bi Sumi kepada Bella yang baru saja turun dari kamarnya.


"Pagi " ucap Bella seraya mendaratkan tubuhnya di kursi meja makan.


"Alvian dan Maya mana? mereka belum bangun" Tanya Bella melirik ke arah ruangan tersebut, karna tidak biasanya Alvian dan Maya bangun kesiangan.


"Mereka belum keluar dari kamarnya Nyonya, bibi juga belum melihat Neng Maya dari kemaren sore, dia tidak keluar-keluar kamar sama sekali" jelas bibi.


Bella tampak tersenyum mendengar penjelasan bi Sumi


"Saat ini mereka pasti masih bertengkar"


"Akhirnya rencana saya berhasil"


"Semoga setelah ini Alvian akan menceraikan Maya" gumam Bella dalam hati


Namun beberapa saat kemudian Alvian dan Maya terlihat turun dari kamar mereka dengan wajah berseri-seri sembari bergandengan tangan, keduanya sudah tampak rapi untuk melakukan kegiatan mereka masing-masing.


"Pagi Bel... kamu sudah bangun" Sapa Alvian kepada istri pertamanya, Bella tampak kesal melihat hubungan mereka ternyata baik-baik saja, bahkan terlihat semakin mesra.


"Kalian.... kalian sudah baikan ?" Tanya Bella tidak habis pikir.


"Baikan ?" jawab Alvian seraya mengerutkan dahinya.


"Memangnya siapa yang bertengkar".


"Kita baik-baik saja, ia kan May" ucap Alvian lagi, kemudian ia menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Maya untuk duduk.


"Sialan.... rencana saya gagal"


Awas ya kamu May...saya gak akan membiarkan kamu bertahan lama di rumah ini"

__ADS_1


"Saya akan merebut posisi saya kembali"


"Dan saya akan melemparkan kamu ke tempat kamu yang sebenarnya" Gumam Bella kesal.


__ADS_2