CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 87


__ADS_3

Saat mengetahui Nina dan Tedi membuang Bayinya ke panti asuhan milik Dokter Diana, Alvian langsung menggiring mereka ke panti asuhan tersebut untuk menunjukkan atau menjelaskan ciri-ciri bayi yang mereka titipkan dulu, ia juga sudah menelpon polisi untuk menindak lanjuti kasus ini, karna apa yang mereka lakukan sudah melanggar hukum


Setelah mendapatkan keterangan dari Nina dan Tedi, pihak panti asuhan segera mencari berkas untuk menemukan ciri-ciri yang sama yang di sebutkan Nina tadi.


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka dapat menemukan identitas bayi tersebut, berdasarkan ciri-ciri bayi dan juga berdasarkan hari tanggal bulan dan tahun dimana Nina menyerahkan bayi tersebut.


Dan ternyata bayi tersebut adalah Alma, semua keterangan nya sangat cocok dengan Alma, anak yang Maya rawat dan besarkan dengan penuh kasih sayang sejak Bayi, bahkan Maya sendiri yang memberi nama Bayi itu, nama singkatan sari Alvian Maya, ALMA.


"Mas... ternyata Alma anak Kita, bayi mungil kita, putri kecil kita" Ucap Maya dengan perasaan bercampur aduk antara sedih dan bahagia. Sedih karna Alma sudah bersama orang lain, bahagia karna ternyata anaknya masih hidup, apalagi anak itu adalah anak yang sangat dekat dengan mereka, anak yang mereka sayang, yang sudah mereka anggap seperti anak kandung sendiri.


"Ia sayang... ternyata Alma buah hati kita"


"Mas aku mohon Mas... tolong bawa Alma bersama kita, aku gak mau berpisah dengan anak kita" rengek Maya.


"Tentu saja sayang, aku akan berusaha mendapatkan anak kita kembali, bagaimanapun caranya" Alvian akan melakukan apapun agar Alma bisa bersama mereka lagi.


Setelah menemukan identitas anaknya, Alvian langsung menjebloskan Tedi dan Nina ke kantor polisi, ia ingin mereka mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya, ia juga akan menuntut Bella mantan istrinya dengan hukuman yang lebih berat, agar ia lebih lama lagi mendekam di penjara.


Dari panti asuhan, Maya mengajak alvian untuk pergi ke rumah orang tua angkat Alma, ia sudah tidak sabar untuk menemui anaknya, dan memeluk nya, mengatakan bahwa ia adalah ibu kandungnya. Mereka akan berbicara secara baik-baik kepada orang tua angkatnya untuk meminta Alma kembali, karna mereka lah yang berhak atas Alma.


Dan jika mereka tetap bersikeras tidak mau menyerahkan Alma, alvian akan menempuh jalur hukum.


Sesampainya di sana, ternyata alma sedang tidak berada di rumah, mereka mengatakan bahwa Alma sedang menginap di rumah sodaranya, bahkan mereka juga meminta maaf kepada Maya karna waktu itu mereka dan Alma tidak dapat hadir ke pesta pernikahan Maya, karna mereka menghadiri acara keluarga, padahal waktu itu Maya sangat mengharapkan kedatangan Alma.


Tapi lagi-lagi alvian dan Maya menemukan kejanggalan dengan ucapan orang tua angkat Alma, mereka tampak bingung saat Alvian meminta alamat Sodara mereka, alvian dan Maya akan menemui Alma di manapun dia berada walaupun di luar Negri sekalipun, tapi mereka berdua tampak bingung dan gugup saat Alvian meminta alamat tersebut.

__ADS_1


Lagi-lagi Alvian harus melibatkan polisi dalam masalah mereka, karna ia melihat gelagat yang mencurigakan dari mereka.


Alvian meminta polisi untuk mengecek cctv rumah tersebut, karna hanya polisi yang mempunyai kewenangan untuk melakukan hal itu, Alvian ingin melihat kegiatan Alma di rumah tersebut dan keberadaan terakhir Alma di rumah itu.


Dan mengejutkan nya ternyata Alma di perlakukan tidak baik di rumah itu, ia selalu di suruh untuk mengerjakan pekerjaan rumah, dari mulai menyapu, mengepel lantai dan mencuci. Alma juga sering kali di jewer atau di cubit saat melakukan kesalahan saat bekerja terutama saat memecahkan barang kesayangan mereka secara tidak sengaja, Alma juga sering kali terlihat murung dan menangis.


Orang tua angkat Alma tidak bisa berkutik lagi saat polisi menemukan bukti tersebut. Alvian benar-benar murka melihat rekaman cctv tersebut, putri kesayangannya di perlakukan tidak baik oleh mereka. Apalagi Maya, ia tidak berhenti menangis melihat semua itu, melihat nasib Putri nya yang selalu ia rawat dengan kasih sayang.


Alvian dan juga polisi terus mendesak mereka untuk jujur tentang keberadaan Alma. "Cepat katakan di Mana putri saya" Bentak Alvian.


"Alma Kabur, dia melarikan diri dari rumah ini saat kami sedang keluar" jawab Orang tua angkat Alma.


"Jangan bohong kamu, dimana kamu sembunyikan putri saya" tanya nya lagi.


"Mas gimana ini Mas... Alma hilang, kita harus segera mencari dia, aku takut terjadi apa-apa dengan Alma" Maya histeris.


"Kamu tenang dulu sayang, Alma pasti akan baik-baik saja, polisi akan segera mencari Alma"Alvian berusaha menenangkan istrinya.


***


Ketika itu Alma sudah merasa tidak betah tinggal di rumah orang tua angkatnya, atas perlakukan mereka kepadanya, ia sangat merindukan Maya, ia ingin tinggal kembali di panti asuhan dengan Maya.


Secara diam-diam Alma melarikan diri dari rumah itu, di saat kedua orang tua angkatnya sedang tidak berada di rumah, anak kecil itu benar-benar nekat untuk lari dari sana, walaupun ia tidak tau jalan menuju panti asuhan.


Alma berjalan tanpa arah, ia memilih tempat yang sepi untuk melarikan diri dan menghindari jalan Raya, takut jika mereka akan menemukannya di jalan.

__ADS_1


Semakin jauh Alma berjalan, ia semakin bingung dengan arah tujuan nya, ia tidak tau harus kemana, jalannya semakin sepi tidak ada rumah satupun, hanya ada pepohonan dan juga jurang. Dan langit juga sudah mulai gelap menandakan akan hujan lebat.


Alma tersesat, ia benar-benar ketakutan, anak itu terus berjalan sambil menangis dan memanggil-manggil Maya.


"Bunda.... bunda di mana, Alma takut" ucap Alma, ketika itu hujan sudah mulai turun, tapi Alma terus berjalan.


Karna tanah yang licin, akhirnya Alma terperosok kedalam jurang, dan dahinya terbentur dengan batu, hingga akhirnya Alma tidak sadarkan diri.


Di saat hujan sudah reda, sepasang suami istri paruh baya yang baru saja pulang dari kebun kebetulan melewati jalan tersebut, tadi mereka meneduh dulu sebentar di sebuah saung sambil menunggu hujan reda.


"Pak... itu kaya ada anak kecil di sana" tunjuk Ibu Marni kepada suaminya.


"Mana bu..." tanya pak Joko.


"Itu di deket batu besar" tunjuk nya lagi. kemudian mereka tersebut menghampirinya.


"Ia bu sepertinya dia terjatuh dari atas sana" tempat tersebut memang berada di bawah tebing.


"Coba pak periksa, apa dia masih hidup atau sudah meninggal" pinta bu Marni.


Pak Joko memeriksa denyut nadi Alma.


"Alhamdulillah dia masih hidup bu... sepertinya dia pingsan"jelas Oak Joko.


"Syukurlah kalau anak ini masih hidup. Itu keningnya berdarah, sepertinya terbentur batu. Kita bawa pulang kerumah aja pak, kita obatin lukanya di rumah, setelah dia sadar baru kita antarkan ke rumah nya " Mereka berdua membawa Alma pulang kerumah yang letaknya lumayan jauh dari tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2