CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 101


__ADS_3

Setelah cukup lama Alvian berdebat dengan Farel, akhirnya Alvian berhasil membujuk adiknya agar ia bersedia menemui Rara dan Radit, untuk mengakui kesalahannya, dan meminta maaf kepada mereka atas perbuatannya itu.


Awalnya Farel menolak tapi Alvian berusaha keras membujuk Adiknya itu, ia juga memberikan pengertian bahwa laki-laki sejati itu harus mau bertanggung jawab atas kesalahannya, dan harus siap menerima segala konsekwensinya.


Alvian berharap semoga setelah ini hubungan Rara dan Radit akan kembali membaik seperti semula.


Ketika Alvian pergi ke rumah Radit dan Rara, ternyata Rara sudah tidak berada di rumah. Radit pun terlihat heran melihat kedatangan mereka yang secara tiba-tiba itu.


Dengan perasaan malu dan merasa bersalah, Alvian mewakili Farel untuk menjelaskan kejadian yang sebenar-benarnya kepada Radit, yang telah menyebabkan Radit salah paham Kepada istrinya sendiri, ketika itu Farel hanya dapat menunduk saat kakaknya berbicara, hanya kata maaf yang dapat dia ucapkan ketika Alvian telah selesai berbicara.


Radit tak kuasa menahan amarahnya ketika ia mengetahui yang sebenarnya terjadi, ia langsung menyered Farel dan menghantam nya dengan beberapa kali pukulan sehingga Alvian tampak kesulitan untuk melerainya.


Radit juga tak henti-hentinya memaki-maki Farel atas perbuatan kejinya itu, ia tampak belum puas melampiaskan amarahnya kepada Farel, karna Alvian terus menghalanginya.


Setelah Alvian dan Radit pergi dari rumahnya, Radit tampak kebingungan dan juga tampak menyesali perbuatannya kepada Rara, ia tidak tau bagaimana caranya meminta maaf kepada istrinya itu atas apa yang lelah ia lakukan kepada Rara, apalagi semalam ia mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan untuk Rara


Selain itu, Radit juga tidak tau Rara kemana, ia sudah mencoba menghubungi Rara tapi tidak dijawab, ia juga mencoba menghubungi teman sekantor Rara tapi ia mengatakan bahwa Rara tidak masuk kantor hari ini.


***


"Assalamualaikum" Ucap Rara ketika ia tiba di kediaman ibunya. Rara memutuskan untuk menenangkan hatinya di sana.


"Waalaikumsalam..." jawab ibu yang tampak senang melihat kehadiran putrinya.


"Nak... kok kamu gak ngabarin ibu dulu kalau mau kesini" ucap Ibu lagi.


"Ia Bu.. Rara memang niat nya mendadak, karna Rara tiba-tiba kangen sama ibu" jawab Rara


"Oia suami kamu mana" tanya ibu heran karena Rara hanya datang sendiri, Apalagi semenjak mereka menikah, mereka belum pernah berkunjung ke rumahnya lagi.


"Adit Lagi banyak kerjaan Bu... jadi gak bisa ikut kesini" jawab Rara bohong.


"Oh gitu, padahal udah lama banget kalian gak ke sini. Ya sudah sekarang kamu istirahat dulu, nanti ibu masakin makanan kesukaan kamu"

__ADS_1


"Gak usah Bu... nanti ibu capek, biar Rara aja nanti yang masak" Ucap Rara khawatir karena ibunya sering sakit-sakitan.


"Gak apa-apa nak... ibu masih kuat kalau cuma masak doang mah" jawab ibu


"Tapi Rara bantuin ya"


"Oh ia Bu... Angga kemana" Rara menanyakan keberadaan adik bungsu nya.


"Tadi Angga pamit untuk wawancara pekerjaan nak" jelas ibu.


Tak lama kemudian anak bungsu Bu sari pun datang, sekarang dia sudah dewasa dan juga sangat tampan. Ia Baru saja menyelesaikan kuliahnya dan ia sudah menjadi sarjana dengan nilai terbaik, selama ini Angga juga kuliah dengan mendapatkan beasiswa, Angga tidak pernah meminta ataupun mengandalkan kedua kakaknya untuk membiayai nya kuliah walaupun mereka sudah berkecukupan.


"Assalamualaikum" ucap Angga.


"Waalaikumsalam..." jawab Ibu dan Rara


"Eh ada kak Rara, kakak kapan kesini" tanya Angga


" gimana Dek kamu keterima gak" tanya Rara penasaran.


"Alhamdulillah kak, Angga keterima"


"Alhamdulillah... selamat Ya Dek" Jawab Rara senang, begitupun dengan ibu.


***


Setelah berbincang-bincang dan juga makan bersama dengan ibu dan Adiknya, Rara masuk ke dalam kamar nya untuk istirahat, seraya menenangkan hati dan pikirannya yang masih kacau, ia berusaha menyembunyikan kegalauan nya itu di depan ibu dan adiknya, berusaha tetap ceria di hadapan mereka seolah tidak terjadi apa-apa.


"Assalamualaikum" Tiba-tiba terdengar suara seorang lelaki dari luar. Ibu yang saat itu tengah berada di dapur segera menghampiri nya.


"Waalaikumsalam... eh nak Adit" ucap ibu sedikit terkejut melihat kedatangan menantu nya itu. Adit meraih tangan ibu mertua nya dan mencium telapak tangan nya.


"Ibu sehat" tanya Adit setelah menyalami ibu mertua nya.

__ADS_1


"Alhamdulillah ibu sehat nak... kok Rara gak bilang sama ibu kalau nak Adit mau kesini, tadi katanya nak Adit lagi sibuk kerja" tanya ibu sari.


"Ia bu... Adit memang gak ngabarin Rara, tadi setelah pekerjaan Adit selesai Adit langsung pergi ke sini" jawab Adit bohong, padahal ia hanya menduga-duga bahwa Rara pergi ke rumah ibunya, dan ternyata dugaannya benar.


"Oh gitu.. Rara barusan tidur di kamarnya, Nak Adit bangunin aja ya di kamarnya, Ibu ke dapur dulu bikin minum" Ibu mempersilahkan Adit masuk.


Ketika Adit masuk ke dalam kamar Rara, ia melihat istrinya itu sedang tertidur lelap, sehingga ia tidak tega untuk membangunkan nya, ia hanya dapat duduk di sisi istrinya sembari memandangi wajah istrinya itu dengan perasaan bersalah. Ia mengutuki kebodohannya sendiri karena telah membuat kesalahan yang sangat besar.


Karena tidak mau mengganggu tidur istrinya, Radit memutuskan untuk keluar dari kamarnya, untuk menghampiri Ibu dan juga Angga, mereka bertiga berbincang-bincang bersama, bercerita satu sama lain tentang kegiatan mereka, Radit juga banyak bertanya tentang Rara, ia ingin lebih mengenal karakter Rara lebih jauh, mengetahui apa yang menjadi kesukaan nya dan juga apa yang tidak ia suka.


Ibu dan Angga juga bercerita tentang hal-hal lucu tentang Rara, dan juga kecerobohan Rara selama ini, hingga akhirnya mereka bertiga mentertawakan cerita lucu tersebut.


Rara terbangun dari tidurnya karna mendengar suara orang-orang yang sedang mengobrol sambil tertawa, ia segera keluar dari kamarnya karna penasaran.


"Nak kamu sudah bangun... " ucap ibu yang melihat Rara terlebih dahulu karena saat itu posisi duduk Adit membelakangi kamar Rara.


"Ini suami kamu nungguin kamu dari tadi, katanya gak tega membangunkan kamu" jelas Ibu.


Rara sangat terkejut melihat suaminya berada di sini.


"Sayang kamu sudah bangun" Ucap Radit menghampiri istrinya, ia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa di hadapan ibu dan Angga.


"Ra... kok kamu malah bengong sih liat suami kamu datang, seharusnya kamu seneng Karna suami kamu udah bela-belain datang ke sini menyusul kamu, sampai-sampai meninggalkan pekerjaannya" Tanya ibu Heran.


"Mungkin Rara masih ngantuk Bu, jadi dia masih kaget liat aku ada di sini, ia kan sayang" ucap Adit lagi.


"Ya sudah kalau gitu, Ibu mau masak dulu ya untuk makan malam. Ayo Ga bantuin ibu di dapur" ibu Mengajak Angga pergi ke dapur.


"Kamu ngapain datang kesini" Ucap Rara kesal seraya mengecilkan suaranya agar tidak di dengar oleh ibu dan adiknya.


"Aku kesini mau minta maaf sama kamu Ra, sekarang aku udah tau semuanya" Jawab Adit dengan penuh penyesalan.


"Sekarang udah telat Dit, udah gak ada gunanya kamu minta maaf. Kemarin-kemarin kamu kemana aja Dit, sampai-sampai kamu gak mau percaya sama istri kamu sendiri, sedikit pun kamu gak pernah mau dengerin penjelasan aku" Hati Rara sudah sangat terluka atas ucap Adit semalam.

__ADS_1


__ADS_2