
Setelah mendengar semua penjelas Alvian akhirnya Maya mengurungkan niatnya untuk pergi, sebab apa yang di katakan Alvian ada benarnya juga, ia tidak mungkin pulang ke rumahnya dengan keadaan seperti ini, selain itu ia juga tidak tau harus pergi kemana lagi.
Maya juga mulai menyadari bahwa hal ini bukanlah kesalahan Alvian sepenuhnya, Apa yang di katakan Alvian memang benar, saat itu Alvian tengah di pengaruhi oleh minuman keras, malam itu ia sedang mabuk berat, ia tidak sadar dengan apa yang ia lakukan saat itu, Alvian menganggap bahwa dirinya adalah Bella.
Dalam hal ini Maya juga merasa bersalah, karna tidak seharusnya Maya masuk kedalam kamar majikannya begitu saja, dan ikut campur dengan urusan majikannya itu, kalau saja Maya tidak masuk ke dalam kamar tersebut, ia tidak mungkin mengalami hal seperti itu, dan mereka tidak mungkin berada dalam masalah serumit ini, tapi walaupun begitu ia masih belum bisa memaafkan dan juga melupakan kejadian itu Begitu saja, karna semua ini begitu menyakitkan baginya, semua ini menyangkut dengan masa depannya nanti.
Walaupun Alvian mengatakan bahwa ia akan bertanggung jawab kepada Maya, tapi semua ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak hal yang harus mereka pertimbangkan, banyak masalah yang akan terjadi nantinya, apalagi Alvian sudah mempunyai seorang istri, ia tidak ingin merusak rumah tangga mereka dan di cap sebagai pelakor dan wanita murahan.
Masih ada satu lagi yang mengganjal pikiran Maya, ia memikirkan hubungan nya dengan Farel yang baru berjalan beberapa hari saja, tapi walaupun hubungan mereka baru seumur jagung, ia sangat mencintai Farel, begitupun dengan Farel, Farel tampak bersungguh-sungguh dalam menjalankan hubungan mereka, ia bisa merasakan ketulusan cinta Farel kepadanya, ia mempunyai impian yang besar bersama Farel, karna Farel adalah cinta pertamanya, ia tidak tau, apa yang akan terjadi dengan hubungannya dengan Farel nanti, apakah ia akan melanjutkan hubungan mereka atau ia akan menyudahi hubungan mereka sampai di sini saja, ia merasa tidak pantas menjadi kekasih Farel bahkan untuk laki-laki manapun, ia bukan wanita baik-baik, ia tidak bisa menjaga kesuciannya, tubuhnya sudah ternodai.
"Baiklah untuk saat ini, aku tidak akan pergi dari sini, aku akan tetap tinggal di sini sampai aku menemukan jalan keluar dari masalah ini, dan menemukan tempat tinggal, tapi itu bukan berarti aku sudah memaafkan kamu, tapi kamu tenang saja aku akan bersikap profesional, aku akan tetap mengerjakan semua pekerjaan ku" ucap Maya akhirnya menyerah.
__ADS_1
"Ia May.. kita pikirkan jalan keluar untuk masalah ini sama-sama, kamu jangan Khawatir, saya tidak akan mengulangi kesalahan saya, saya tidak akan berbuat macam-macam sama kamu, saya akan berusaha untuk menjaga jarak, dan satu hal lagi, kamu tidak perlu memikirkan pekerjaan rumah ini, kamu istirahat saja May... tenangkan hati kamu, aku yakin ini semua pasti sangat berat untuk kamu" Alvian bisa bernapas lega karna Maya mengurungkan niatnya untuk pergi dari rumah ini, ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Maya, ia ingin menebus segala kesalahannya.
Maya dan juga Alvian pergi ke kamar mereka masing-masing, merenungkan semua permasalahan di antara mereka dan berusaha berpikir jernih untuk menyikapi semua ini dengan baik, mencari jalan keluar dengan kepala dingin.
Saat Maya baru saja masuk ke dalam kamarnya tiba-tiba ponselnya berbunyi, ternyata ia mendapatkan panggilan dari Rara adik perempuannya, ia yakin itu pasti adalah ibunya.
"Assalamualaikum..." ucap Maya saat menerima panggilan adiknya itu.
"Waalaikumsalam nak... gimana keadaan kamu" benar dugaan Maya, ternyata ibu nya yang menelpon, selama ini selalu terjadi kontak batin di antara mereka, Ibunya selau tiba-tiba menelpon ataupun bertanya tentang keadaan nya saat ia sedang ada dalam masalah.
"Ibu juga baik-baik aja May... kamu gak usah mengkhawatirkan ibu, ibu merasa gelisah dari semalam, ibu kepikiran kamu terus, kamu yakin kamu baik-baik aja ? kamu gak bohong kan sama ibu" perasaan seorang ibu tidak bisa di bohongi.
__ADS_1
"Ng-nggak aku nggak bohong, aku baik-baik aja Bu" ucap Maya lagi.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik aja, gimana Pak Alvian ? di baik kan sama kamu, Tuan Alvian tidak berbuat macam-macam kan sama kamu" tanya ibu Khawatir.
"Ng-ngak Bu... tuan Alvian tidak pernah berbuat macam-macam sama aku, dia sangat baik sama aku" lagi-lagi Maya harus berbohong, ingin rasanya Maya menceritakan semuanya kepada ibunya, tapi ia tidak ingin membuat ibunya sakit lagi.
"Ibu percaya May... kalau tuan Alvian tidak mungkin berbuat macam-macam sama kamu, dia adalah pria yang baik, dia bukan tipe lelaki seperti itu, walaupun rumah tangganya bermasalah, tapi ibu tidak pernah melihat tuan Alvian membawa wanita lain, atau berbuat macem-macem dengan perempuan lain, dia itu setia, ibu malah merasa kasihan sama dia karna pernikahannya sangat tidak harmonis. kita sudah banyak hutang budi sama dia, dia sudah sangat berjasa kepada keluarga kita, walaupun hutang ibu masih sangat besar kepada Tuan Alvian tapi dia masih berbaik hati untuk membiayai kuliah kamu, hingga kamu bisa melanjutkan kuliah kamu lagi dan mengejar cita-cita kamu, maka dari itu kamu harus kerja dengan bersungguh-sungguh, kamu gak boleh kecewain dia" Jelas Ibu Lagi.
"Andai saja ibu tau apa yang di lakukan dia sama aku semalam, apa ibu akan tetap memuji-muji dia seperti itu, apa ibu akan tetap membiarkan aku kerja di sini, tapi yang di katakan ini juga benar, pada dasarnya Tuan Alvian adalah pria yang sangat baik, kalau saja dia tidak sedang mabuk, Tuan Alvian tidak akan mungkin melakukan semua ini sama aku" gumam Maya dalam Hati.
"Kalau begitu ibu tutup dulu telponnya ya May... kamu jaga diri kamu baik-baik, kalau ada apa-apa segera hubungi ibu" ucap Ibu sebelum mematikan panggilannya.
__ADS_1
"Ia Bu... ibu tidak perlu mengkhawatirkan Maya, Maya baik-baik aja Bu, ibu juga harus menjaga kesehatan ibu, ibu jangan capek-capek dan jangan terlalu banyak pikiran" Jawab Maya lagi.
"Maaf kan Maya Bu... Maya tidak bermaksud membohongi ibu, Maya sudah gagal menjaga kepercayaan ibu, Maya sudah mengecewakan Ibu, Maya sudah kehilangan kehormatan Maya, Maya tidak dapat menjaga kesucian Maya, tubuh Maya sudah kotor Bu..." gumam Maya seraya meneteskan air matanya.