CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 58


__ADS_3

Rara dan Maya memutuskan menggunakan jasa Taxi online untuk kembali ke tempat kerja mereka, agar bisa lebih cepat Sampai ke sana. Keduanya tampak bahagia karna bisa menghabiskan waktu seharian bersama ibu dan Adiknya, mereka juga berjanji akan lebih sering mengunjungi Ibu dan adiknya itu.


Di dalam Mobil


"Dek... gimana hubungan kamu dengan Farel, apa Farel udah menghubungi kamu lagi" Tanya Maya penasaran, Maya juga merasa bersalah kepada Rara, karna hubungan Rara dan Farel harus ikut kandas karna permasalahan yang ia alami, karna Adiknya itu mati-matian membelanya.


"Gak ada kak, dia sama sekali gak ada hubungin aku, mungkin dia udah benci banget sama aku"


"Udah lah kak... biarin aja cowok egois kaya gitu mah" Seperti biasa, Rara selalu berusaha tampak cuek walaupun sebenarnya hatinya terluka.


"Maafin kakak ya Dek... gara-gara kakak hubungan kamu dan Farel jadi seperti ini" ucap Maya lagi.


"Udah gak usah di pikirin kak... ini bukan salah kakak kok, emang dasar dianya aja yang egois, gak bisa bedain mana yang salah dan mana yang bener"


"Udah ah kak gak usah bahas dia lagi" jawab Rara yang berpura-pura sibuk dengan ponselnya


"Kalau kakak sendiri gimana, si Alvian itu udah ngehubungin kakak belom" Sekarang giliran Rara yang penasaran


"Gak ada De... Mas Alvian juga sama sekali gak pernah ngehubungin kakak"


"Bener-bener ya tuh orang, bener-bener gak punya hati"


"Aku kira dia itu bakal nyariin kakak"


"Dan nanyain kabar kakak gimana"


"Setidaknya dia nanyain, kakak tinggal di mana sekarang"


"Padahal kan kalian masih belum benar-benar resmi bercerai Secara hukum" ucap Rara kesal.


"Mungkin Mas Al udah bener-bener benci sama kakak"


"Dia udah mantap bercerai sama kakak"


"Pernikahan kakak udah benar-benar tidak bisa di pertahankan lagi"


"Kakak cuman tinggal nunggu surat panggilan dari persidangan" ucap Maya lirih.


"Aku itu bener-bener gak habis pikir deh sama dia, bisa-bisanya dia gak percaya sama istrinya sendiri, gak mau dengerin penjelasan Kakak sama sekali"


"harus nya kalau dia cinta sama Kakak, dia gak bakal percaya gitu aja sama apa yang di liat, cari tau dulu kebenarannya"


"Memang ya, Bapak anak sama Adek nya sama aja, sama-sama egois dan keras kepala" ucap Rara kesal.


Setelah sampai di rumah Dokter Diana, Supir taksi online yang membawa mereka mengatakan bahwa ia tidak bisa mengantarkan Maya ke panti asuhan, sebab ia ada keperluan mendadak yang sangat penting, ia juga meminta maaf kepada Maya dan Rara.


"Gimana doang kak... mana jam segini suka susah nyari kendaraan umum di sini"


"Gimana kalau Kaka nginep dulu aja di sini, nanti pagi-pagi baru kakak balik ke panti asuhan" Rara merasa khawtir jika Membiarkan Maya pulang sendirian.


"Gak apa-apa Dek... kakak mau pesen ojek online aja, biar lebih cepet"


"Kalau kakak nginep di sini, kasian Bu Ambar jagain anak-anak Sendiri malem-malem"

__ADS_1


"Takut nanti Baby Alma Rewel" Tidak bertemu sehari saja rasanya Maya benar-benar kangen kepada Baby Alma.


"Denger cerita Kakak tentang Baby Alma, Aku jadi gak sabar pengen cepet-cepet ketemu sama Baby Alma, pasti lucu banget"


"Kapan-kapan aku mau maen ya ke panti asuhan" Sejak tadi pagi Maya tak henti-hentinya menceritakan tentang Baby Alma.


"Ia de... nanti kakak kenalin kamu sama anak-anak "


"Ya sudah kalau gitu kakak pulang dulu ya" pamit Maya.


Ketika Maya berpamitan kepada Rara, tiba-tiba Raka keluar dari dalam rumah.


"Kalian sedang apa di luar"


"Kenapa kalian gak masuk" tanya Raka


"Eh mas Raka..."


"Ini kak Maya mau pulang ke panti asuhan, tadi Taksi online nya tiba-tiba ada urusan, jadi dia gak bisa nganterin kak Maya" jelas Rara


"Kenapa kamu gak ajak Maya nginep di sini aja Ra..."


"Sekarang udah malem" ucap Raka lagi.


"Udah Mas... tadi Rara udah ajak kak Maya nginep, tapi kak Maya nya gak mau" jelas Rara lagi


"Ia Mas... saya takut Baby Alma rewel nanti malem" sambung Maya.


"Ya sudah kalau gitu, saya antar kamu ke panti asuhan" ucap Raka kemudian.


"Gak apa-apa May... sekalian saya memang mau keluar"


"Saya mau cari makanan"


"Soalnya Hari ini Rara kan libur jadi gak ada makanan di rumah" bujuk Raka.


"Ya udah kak... kakak ikut aja, lagian aku juga khawatir kalau kakak pulang naik ojek online malam-malam gini" Rara ikut membujuk kakaknya.


"Ya sudah kalau gitu saya ambil mobil dulu ya" ucap Raka kemudian.


Di dalam mobil, Maya dan Raka tampak canggung, beluk ada yang memulai pembicaraan, keduanya memang tipikal orang yang pendiam, tidak terlalu pandai bicara dengan orang yang baru di kenal, keduanya sama-sama bingung harus memulai pembicaraan dari mana.


"May... kamu sudah makan ? " Akhirnya Raka memulai pembicaraan.


"Sudah mas... tadi siang di rumah Ibu" jawab Maya singkat.


"Itukan tadi siang May..."


"Berarti Sekarang kamu belum makan malam dong"


"Kalau gitu kita makan dulu ya, Sebelum saya anterin kamu pulang" ajak Raka


"Gak usah Mas... nanti saja saya makanannya di sana" Maya masih tidak mau menerima tawaran Raka.

__ADS_1


"Gak apa-apa May... sekalian temenin saya makan, soalnya saya juga udah lapar banget"


"Saya juga sekalian mau belikan buat Bu Ambar dan anak-anak, dan buat orang rumah juga"


"Nanti kita berhenti di restoran depan ya"bujuk Raka lagi.


Setelah mobil yang di kemudikan Raka berhenti di depan sebuah Restoran, Raka mengajak Maya untuk turun dan masuk ke restoran tersebut, Maya pun tidak bisa menolak lagi, ia terpaksa mengikuti Raka.


"May kamu mau pesan apa" ucap Raka seraya membuka buku menu.


"Apa saja Mas..." ucap Maya bingung.


"Ya sudah kalau begitu, samain aja ya sama saya" ucap kemudian.


"Ia mas..."


Raka memanggil salah seorang waiters dan menyebutkan pesanan nya.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, Raka dan Maya berbincang-bincang seputar ilmu kedokteran, Maya juga banyak bertanya kepada Raka tentang beberapa hal yang belum ia pahami. Kedua tampak bersemangat dalam berdiskusi, ternyata kecanggungan mereka mencair setelah membicarakan hal tersebut.


"Makasih ya Mas... atas penjelasannya"


"Ternyata kuliah kedokterannya itu gak semudah yang saya bayangkan"


"Apalagi saya harus membagi waktu dengan mengurus anak-anak di panti" ucap Maya merasa senang setelah mendapatkan beberapa penjelasan dari Raka.


"Ia May... untuk menjadi Dokter itu memang tidak mudah"


"Tapi saya yakin kamu pasti bisa" Raka memberikan semangat kepada Maya.


"Nanti kalau kamu kesulitan atau ada yang tidak kamu mengerti, kamu jangan sungkan untuk menghubungi saya ya May"


"Ia mas Raka, saya pasti akan sering merepotkan mas Raka" ucap Maya sambil tersenyum.


"Akhirnya makanan kita datang juga"


"Saya udah laper banget dari tadi"


"Kamu harus cobain May... makanan di sini enak banget" Alvian tampak bersemangat untuk makan.


Ketika mereka tengah menikmati Makan Malam, datanglah Alvian dan juga Bella ke restoran tersebut. Ketika itu Bella membaik-baiki Alvian agar tidak marah lagi kepadanya dan merengek-rengek kepada Alvian untuk makan malam di luar, hingga akhirnya Alvian terpaksa mengikuti keinginan istrinya itu.


"Al... coba kamu lihat deh, bukannya itu Maya"


"Tapi dia sama siapa"


"Apa mungkin itu pacar barunya" ucap Bella menunjuk ke arah Maya. seketika raut wajah Alvian berubah, entah karna cemburu ataupun merasa di hianati.


"Padahal kan kalian belum benar-benar resmi bercerai"


"Tapi bisa-bisanya dia berduaan sama cowok malam-malam gini"


"Atau mungkin itu memang selingkuhan nya Maya, sepertinya Maya memang selingkuh dari kamu Sebelum nya Al" Bella terus menerus memanas-manasi Alvian hingga Alvian tampak marah.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara Alvian langsung berjalan menghampiri Maya dan Raka, di sertai dengan senyuman Bella dari belakang yang tampak senang melihat keadaan ini.


__ADS_2