
Hari ini Gavin dan juga Elia memutuskan untuk mencari keberadaan Monalisa. dua orang anak manusia yang sebenarnya masih memiliki ikatan yang sah itu, tampak canggung satu sama lain. setelah sebelumnya gadis itu menyelinap masuk ke dalam rumah orang tuanya dan mendapatkan sedikit informasi.
Bahwasanya, Monalisa dan juga Sofia saat ini tengah berada di sebuah tempat terpencil di sebuah kota yang sedikit jauh dari keramaian
"kita mau ke mana?"tanya Gavin Seraya menatap wajah Elia sekilas. karena memang, saat ini semua informasi telah dipegang oleh gadis itu.
"kita ke sini sekarang,"ujar gadis cantik itu Seraya menunjukkan sebuah kertas yang ia pegang.
Gavin yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera melajukan kendaraan roda empat itu. melesatkannya menjauh dari sana.
Tanpa disadari oleh siapapun, ada seseorang yang menatap kepergian mereka dengan tatapan yang sangat sendu. "sudahlah, jangan pernah meratapi sesuatu yang tidak pasti. kalau memang dia bukan jodoh loe, sampai kapanpun dia tidak akan pernah menjadi milik loe. begitupun juga sebaliknya,"ujar Justin Seraya menepuk bahu sahabatnya itu.
Yap Arman dan juga Justin memang tengah membuntuti Elia. karena memang gadis cantik itu berangkat dari restoran. selain alasan ingin menjaga Elia, Arman juga memiliki alasan lain. apalagi jika bukan masalah hati.
"semoga apa yang loe katakan itu tidak benar, semoga saja, Elia memang jodoh gue."ucap laki-laki berambut gondrong itu Seraya berjalan untuk naik ke dalam sepeda motor yang sudah dari tadi berdiri tidak jauh dari mereka.
"gue juga berharap, jika kalian akan bersatu."ucap Justin memberikan semangat pada sahabatnya itu. dan akhirnya, dua laki-laki tampan itu segera melajukan kendaraannya masing-masing.
*****
"kita sudah sampai,"ujar Gavin menatap pada Elia yang tengah sibuk mengamati benda pipih yang ada di tangannya.
Membuat Elia yang mendengarnya, segera menghentikan aktivitasnya dan langsung keluar dari dalam mobil itu. tanpa memperdulikan reaksi dari Gavin.
__ADS_1
Elia segera berjalan menuju alamat yang ada di kertas itu. kemudian mengetuk pintu rumah itu. dan tak lama berselang, pintunya seperti dibuka dari dalam oleh seseorang.
"Cari sia,.."suara orang itu terhenti saat kepalanya menoleh ke arah depan. dan terlihat sangat jelas, wajah terkejut dari orang itu.
"Ga-Gavin! El-Elia,"orang itu seketika mengatakan dengan mulut tergagap. dan dengan segera, menutup pintu itu. karena menghindari dua orang yang ada di hadapannya itu.
Namun, pergerakan orang itu segera ditahan oleh Gavin yang langsung mencengkram tangan orang itu yang tak lain adalah Sofia.
"mau ke mana kau mertuaku sayang?"tanya laki-laki tampan itu Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah wanita paruh baya itu.
"Monalisa tolong mama!"teriak wanita paruh baya itu dengan nada yang sangat bergetar karena merasa sangat ketakutan dengan situasi yang tengah dirinya hadapi itu.
Tak lama berselang, Monalisa keluar dari dalam rumah. dan adegannya pun sama seperti sang ibu, wanita cantik itu merasa begitu terkejut. dan juga tak berselang lama, mencoba untuk melarikan diri.
Namun Elia dengan cepat langsung menggapai dan mencengkeram tangan milik kakak tirinya itu dengan kuat.
"tolong lepaskan aku!"teriak Monalisa Seraya mencoba untuk melepaskan diri dari cengkraman adik tirinya itu. begitupun juga dengan Sofia. wanita paruh baya itu juga berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman menantunya.
"kau akan kami lepaskan. tapi nanti setelah kalian sampai di kantor polisi!"ujar Kevin dengan ekspresi wajah yang sangat menyeramkan.
Tentu saja, ucapan dari laki-laki itu membuat sepasang ibu dan anak itu begitu ketakutan. tubuh mereka sama-sama bergetar hebat.
"ayo, ikut kita sekarang juga!"ujar Gavin Seraya menyeret tubuh mereka untuk masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Saat mereka semua hampir sampai di depan mobil ini Gavin, tiba-tiba saja, dua wanita itu berhasil lolos dari cengkraman tangan Elia dan juga Gavin.
"eh, dia kabur Mas.!"teriak Elia dan mencoba untuk mengejar kedua orang wanita itu.
Namun, terlambat. kedua wanita itu telah berhasil masuk ke dalam mobil yang memang masih terparkir di depan rumah.
"Mas, ayo kejar! kenapa malah bingung?"tanya Elia menyadarkan laki-laki itu. dan seperti kerbau yang sedang dicucuk hidungnya, Gavin langsung menuruti perkataan Elia. membuat gadis itu, merasa sangat kebingungan.
Namun, Elia memutuskan untuk tidak peduli. karena dirinya merasa, apa yang menimpa Gavin itu bukanlah urusannya. yang terpenting saat ini, Elia harus bisa mendapatkan dan memenjarakan dua wanita itu.
Aksi kejar-kejaran pun berlangsung membuat mereka sama-sama memacu kendaraannya dengan kecepatan yang sangat tinggi "ayo Mas, jangan sampai kita kehilangan jejak mereka,"ujar Elia pada laki-laki itu.
Gavin yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. matanya masih fokus menatap ke arah depan. dan tiba-tiba saja,..
brak,...
brugh
Duarrr,...
Mobil yang ditumpangi oleh Monalisa dan juga sang ibu, ditabrak oleh kendaraan lain dari arah berlawanan. hingga membuat mobil itu seketika berguling ke arah kiri dan langsung masuk ke dalam jurang. dan seketika itu pula, langsung meledak.
Kejadiannya begitu cepat. hingga membuat Gavin dan juga Elia yang menyaksikan itu, hanya dapat terdiam.
__ADS_1
"mereka sudah mati?"tanya Elia entah pada siapa.
"iya, dan aku tidak menyangka. jika mereka akan mati seperti itu,"gumam Gavin Seraya masih menetap kepulauan asap itu dengan tak percaya.