Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 29


__ADS_3

" Silakan masuk tuan," ucap Nella mempersilahkan Gavin untuk masuk ke dalam ruangannya. saat mereka, telah sama-sama tersadar dari lamunan masing-masing. hal itu, sempat membuat Manohara yang melihat itu, merasa begitu kebingungan dan juga sedikit penasaran.


Namun gadis seksi itu, tidak mau terlalu ikut campur urusan orang lain. apalagi ini tentang kehidupan atasannya. Untuk itulah, Manohara segera meminta izin untuk kembali kepada pekerjaannya.


***


Mereka berdua sama-sama terdiam saat sudah berada di dalam ruangan itu. dan sesekali, Nella melirik ke arah Gavin untuk memastikan. Mengapa, laki-laki ini berada di sini sekarang? Bukankah Kevin tidak tahu jika restoran ini adalah miliknya,


" maaf tuan, anda mencari siapa?" tanya Nella memberanikan diri. karena sudah dari tadi, laki-laki itu hanya terdiam saja. Seraya matanya tidak lepas menatap ke arah Elia yang tengah duduk dengan memainkan kertas.


Layaknya seperti seorang anak kecil yang tengah bermain kertas origami. seketika itu pula, kedua sudut bibir laki-laki itu terangkat membentuk sebuah senyuman manis.


Tingkah laku dari laki-laki yang pernah ada di masa lalunya itu, tentu saja membuat Nella merasa sangat keheranan. wanita itu, bahkan memandangi Elia dan juga Gavin secara bergantian.


Hanya untuk memastikan jika memang mantan kekasihnya itu sedang memandangi seorang gadis yang telah dianggap oleh Nella sebagai Adiknya sendiri.


Yap. Kevin dan Nella dulu pernah menjalin sebuah hubungan satu sama lain saat mereka Tengah memasuki bangku Sekolah Menengah Atas atau SMA. Tentu saja itu tanpa sepengetahuan dari Hesti Aulia sang ibu. karena jika sampai ketahuan, maka, Gavin akan langsung diperintah untuk mengakhiri hubungannya dengan Nella.


Karena memang, pada waktu itu, baik Nella maupun Gavin, masih sama-sama remaja. itulah yang membuat mereka akhirnya menjalin hubungan secara diam-diam.


Namun Seiring berjalannya waktu, hubungan yang mereka telah sembunyikan, akhirnya ketahuan oleh Hesti. dan tepat setelah hampir satu tahun berpacaran, akhirnya hubungan itu Kandas juga.


Karena Hesti selalu memojokkan dan menentang hubungan mereka berdua. karena menurut wanita paruh baya itu, Nella Belumlah masuk ke dalam kriterianya. Apalagi, usia mereka yang menurut Hesty terpaut lumayan jauh.


Karena sudah merasa tidak tahan, akhirnya Nella memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. dan memutuskan untuk segera pergi dari kota itu. Namun, siapa yang menyangka, jika mereka akan bertemu kembali setelah bertahun-tahun terpisah.


" Apakah aku boleh berbicara dengan Elia Empat Mata?" tanya Gavin menatap sekilas ke arah Nella. Seketika itu pula, wanita cantik itu, menganggukkan kepala. dan setelahnya, segera keluar dari ruangannya sendiri untuk menuju pantry yang ada di belakang.

__ADS_1


" sebenarnya ada hubungan apa antara Elia dengan Gavin, kenapa aku merasa tidak nyaman seperti ini? Ayolah Nella, kau sendiri kan yang memutuskan untuk pergi dari kehidupan laki-laki itu? Jadi untuk apa kamu sesali sekarang? tapi aku masih sedikit ada rasa padanya" Nella tak henti-hentinya berbicara sendiri dalam hati. Seakan pikiran dan hatinya telah berperang satu sama lain memutuskan Apakah dia harus kembali mendekati Gavin atau tidak.


" Ah sudahlah Lebih baik aku segera minum kopi saja di belakang." ucapnya memutuskan untuk menenangkan diri dan juga perasaannya yang menjadi kacau setelah pertemuannya itu.


Saat Nella sudah berada di pantry, dirinya bertemu dengan Manohara yang tengah membuat kopi dan juga ada beberapa karyawan yang lain termasuk juga Laksmi.


Mereka begitu sangat terkejut melihat atasan mereka memasuki area dapur. karena biasanya, wanita cantik dan anggun itu akan memerintahkan salah satu dari mereka untuk mengantarkan minuman ke ruangannya.


" Nona Nella, Ada yang bisa saya bantu?" tanya Laksmi yang langsung menghampiri wanita cantik itu.


Nella yang mendengarnya, menggelengkan kepala." tidak usah Laksmi, Saya hanya ingin membuat kopi." ucapnya dengan nada lesu.


Melihat hal itu Laksmi dan yang lainnya segera saling tetap. Menebak-nebak Apa yang sebenarnya terjadi. namun mereka semua, tidak ada yang berani bertanya. karena takut dianggap tidak sopan.


Nella dengan segera meracik kopi yang akan ia konsumsi, dengan tangannya sendiri. dan setelah selesai, wanita cantik itu segera mengkonsumsinya di tempat itu juga.


***


Sementara itu di dalam ruangan milik Nella, tampak Gavin Tengah menetap ke arah Elia yang sedari tadi Tengah bermain kertas origami dengan tatapan sendu.


Grep,..


Tiba-tiba saja, laki-laki itu segera memeluk tubuh Elia dengan begitu erat dan kencang. tentu saja hal itu membuat Elia terperangah kaget. bingung, dan juga bercampur ketakutan.


" lepasin saya tolong!!" teriak gadis itu Seraya sesekali memberontak. berharap, orang yang Tengah memeluknya itu, melepaskan dekapannya. Namun, bukannya melepaskan, Gavin Malah semakin mengeratkan tubuh mungil gadis itu ke dalam dekapannya.


" siapa saja tolong, hiks hiks hiks." Elia mulai menangis dengan kencangnya. hal itu sempat membuat Gavin yang melihat itu, seketika melepaskan pelukannya.

__ADS_1


" Hei ini aku Elia, Gavin." ucapnya Saraya mengusap kepala gadis itu dengan bermaksud untuk menenangkannya.


"Ke-kenapa Anda tiba-tiba memeluk saya, di mana Nona Nella?" tanya Gadis itu dengan nada sangat ketakutan.


" Tenangkan dirimu Elia, Nella ada di luar." ucapnya masih mengusap kepala gadis cantik itu. Berharap, rasa takutnya akan berkurang.


" terus untuk apa anda ke sini tuan,? Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Elia dengan memasang wajah bingungnya.


Greeppp,..


Bukannya menjawab, Gavin malah kembali memeluk tubuh mungil Elia. hingga membuat Gadis itu seketika terdiam. dirinya seakan Tengah mengingat sesuatu. sesuatu yang sepertinya hilang di dalam memorinya.


" Tuan, Apakah yang mela,.." belum tempat Gadis itu menyelesaikan ucapannya, Gavin segera menjawabnya dengan mantap dan juga penuh dengan rasa bersalah.


" Iya Elia Maafkan Aku, aku tidak bermaksud untuk merusak mu." ucapnya dengan nada penuh penyesalan.


Elia yang mendengar itu, seketika hanya dapat terdiam membisu tanpa dapat melakukan apa-apa yang terdengar hanyalah isakan tangis yang begitu memilukan.


" Kenapa, Kenapa anda melakukan ini tuan, hiks hiks hiks hiks." ucapnya dengan deraian air mata.


" aku mohon Elia, Tolong maafkan aku. aku akan bertanggung jawab. kalau perlu, hari ini kita akan menikah." ucap Gavin dengan nada yang begitu tegas.


Elia yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala." tidak Tuan, Saya tidak ingin menikah dengan orang yang menaruh rasa kasihan terhadap saya. Saya hanya ingin menikah dengan orang yang benar-benar tulus mencintai saya." ucap Elia dengan nada lirih namun juga Terdengar sangat tegas.


Nb : mampir ya kak di karya temen author yang sangat memukau ini. hehehe nyesel loh nanti kalau tidak mampir


__ADS_1


__ADS_2