Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 34


__ADS_3

Elia kini merasa sangat ketakutan saat gadis itu telah diperiksa oleh dokter yang dibawa dari rumah sakit ternama itu. Dalam hatinya gadis itu selalu berdoa jika apa yang ia pikirkan itu tidak benar.


" jangan sampai, apa yang aku takutkan terjadi Tuhan" ucapnya dalam hati. tangannya bergetar begitu hebat saat dokter itu mulai memberikan tubuh Aliya di atas ranjang untuk segera diperiksa.


Terlihat sekali ekspresi dokter itu begitu terkejut saat memeriksa di bagian perut Elia. kemudian, wanita paruh baya itu segera mendongakkan kepala menatap ke arah Nella.


" Mari Nona Nella ikut saya." ucapnya Seraya berjalan keluar kamar. Nella yang melihat itu, seketika merasa kebingungan. Namun, wanita itu tetap mengikuti perintah Dokter wanita paruh baya itu.


Selepas kepergian dari dua orang itu, Elia segera beringsut turun dari ranjang. dan dengan segera, gadis cantik itu berjalan perlahan untuk menempelkan telinganya di daun pintu.


Bukan bermaksud untuk kepo, Elia hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Apakah benar Yang Iya khawatirkan itu benar terjadi atau tidak.


" Bagaimana keadaan Elia dokter?" tanya wanita itu samar-samar. seketika itu pula, jantung Elia seakan ingin lepas dari tempatnya. saat menunggu jawaban dari dokter itu.


" sepertinya Nona itu sedang hamil." ucap dokter itu dengan nada sedikit berbisik.

__ADS_1


Degh


Seketika itu pula, jantung Elia benar-benar seakan lepas dari tempatnya saat mendengar ucapan itu.


" tid-ak mungkin. aku tidak mungkin hamil." ucapnya dengan nada bergetar hebat dan dengan segera, gadis cantik itu melangkah mundur dan seketika,..


Brugh


Elia tak sadarkan diri. Gadis itu tergeletak di atas lantai dengan posisi menelungkup. dan tak lama berselang, Elia masih mendengar samar-samar suara langkah kaki memasuki kamar itu. dan setelahnya, Gadis itu tidak tahu lagi apa yang terjadi.


Perlahan tapi pasti, Gadis itu pun membuka matanya. Seketika itu pula, Elia yang memang telah sepenuhnya sadar, segera turun dari ranjang.


" maaf Nona Nella, saya harus pergi dari sini Terima kasih atas semua pertolongan yang Nona berikan. Selamat pagi." Elia segera melangkahkan kakinya dengan begitu tergesa-gesa.


Hingga beberapa kali, Gadis itu sempat menabrak tembok karena berjalan dengan sangat terburu-buru.

__ADS_1


" Elia tunggu! kamu mau ke mana?" tiba-tiba saja Nella yang baru tersadar dari lamunannya, segera berlari dan berteriak memanggil nama gadis itu.


" maaf Nona Saya memang harus pergi dari sini. Terima kasih atas bantuannya, Selamat pagi." ucapnya Seraya menepis halus tangan wanita itu saat mencekal pergelangan tangannya.


" kau tidak usah pergi dari sini, aku akan tetap menjagamu. walaupun aku tahu, di perutmu sudah ada kehidupan yang tidak berdosa tumbuh di sana." ucap Nella dengan nada penuh dengan kekecewaan.


Nella berusaha untuk bersikap biasa saja saat mengetahui Gadis itu Tengah berbadan dua. Walaupun, rasa kecewa seketika menyelinap masuk ke dalam relung hatinya.


" tidak nona, saya harus pergi dari sini. Saya tidak ingin anda juga terkena masalah." ucap Elia yang tetap kekeah pergi dari sana.


Akhirnya Nella pun membiarkan Elia pergi. Karena, Sekuat apapun wanita itu mencegah keinginan Elia, itu tidak akan pernah berhasil.


Karena yang berkeras kepala adalah orangnya sendiri. jadi orang lain tidak bisa untuk memaksa.


Nb : mampir yuk kak di karya kak Tika permata

__ADS_1



__ADS_2