
Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh Gavin, kini telah sampai di depan sebuah toko bunga yang lumayan ramai. dan dengan segera, laki-laki Tampan itu, menepikan mobilnya dan memasukkan ke dalam tempat yang seharusnya.
" Ayo sekarang kita turun." Gavin menuntun istrinya itu untuk segera masuk ke dalam ruangan utama toko bunga.
Tak berselang lama, seorang gadis cantik, datang menghampiri mereka berdua dengan langkah yang sangat tergesa-gesa.
" Bianca, Tolong kamu bawa istri saya ke tempat pekerjaannya." ucap Gavin saat melihat Bianca melangkah mendekati mereka.
Sementara bianta yang mendengar itu, sesaat menatap ke arah Elia, dengan tetapan ibanya." Oh jadi ini yang namanya Elia" gumamnya dalam hati.
Kemudian, menganggukkan kepala. dan langsung menggantinya untuk menuju ke tempat kerja.
" Elia, kalau begitu, Aku akan kembali bekerja. kamu hati-hati di sini." ucapnya Seraya mengusap kepala Elia dengan sangat lembut.
__ADS_1
Kemudian, bergantian menetap ke Arabian k dengan tetapan datar penuh Wibawa." dan untuk kamu Bianca, tolong jaga istri saya. dan beritahukan pada semua karyawan di sini, Jangan pernah ada yang berani mengganggu istri saya. atau kalian semua, akan merasakan akibatnya." ucapnya penuh dengan penekanan.
Tentunya, ucapan dari Gavin itu, membuat Bianca menundukkan kepala. tubuhnya serasa bergetar hebat. Dirinya benar-benar ketakutan dengan ancaman yang diberikan oleh Gavin itu.
"Ba-baik Bos. Saya janji, saya akan menjaga Nona Elia dengan sepenuh hati dan jiwa saya." ucapnya tergagap.
Gavin yang mendengar itu, menganggukkan kepala. Kemudian, kembali menetap ke arah sang istri dengan Tatapan yang sangat Teduh.
" tidak usah merasa tidak enak. Aku melakukan ini, karena merasa bertanggung jawab atas dirimu. karena aku, adalah suamimu" ucapnya Seraya mengusap kepala dari Elia.
Setelahnya, Gavin segera meninggalkan tempat itu. dan melajukan mobilnya keluar dari area toko bunga miliknya itu.
***
__ADS_1
" Maafkan Sikap suami saya ya mbak," ucap Elia yang merasa tidak enak dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Gavin.
Elia Malah semakin takut, jika para karyawannya itu akan membenci dirinya seperti di tempat kerjanya yang dahulu.
Bianca yang mendengar itu, seketika menoleh dan tersenyum tipis." tidak masalah nona, lagi pula, Apa yang dilakukan oleh Bos itu memang sudah benar. tidak akan ada suami yang rela, jika istrinya disakiti oleh orang lain." ucap Bianca Seraya mengusap Pundak Elia.
Seketika itu pula, Elia menundukkan kepala. ada rasa sedih yang menggelayut di dalam hatinya." Apa benar, rasa yang dimiliki oleh suaminya itu, adalah murni rasa sayang, ataukah hanya sebuah rasa kasihan?" tanya Elia dalam hatinya.
Entahlah, Mengapa sekarang ini, dirinya sering sekali berharap dengan hal yang sepertinya mustahil. jelas Kevin hanya kasihan padanya, Mana mungkin, seorang Gavin Harsono, benar-benar jatuh cinta kepadanya. itu sangat mustahil.
Elia menarik nafas panjang, saat pikirannya, semakin tenggelam ke dasar jurang perasaan yang seharusnya, dapat ia tahan itu. Namun, Entah mengapa, kali ini perasaan itu, seakan menyesakkan dada.
" Nona Elia baik-baik saja,?" tanya Bianca Seraya menepuk pundak gadis itu. sontak saja, Elia yang mendengar itu, menganggukkan kepala. sebagai jawaban atas pertanyaan orang yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1