
Setelah mengantarkan para laki-laki di rumah itu, pasangan mertua dan menantu itu segera memasuki ruangan masing-masing.
Brugh
Tiba-tiba saja, Elia jatuh tersungkur di atas lantai. dengan kening, yang terbentur oleh pinggiran meja. hingga membuatnya, mengeluarkan darah segar yang sangat banyak.
" aw sakit banget!" ucap Gadis itu Seraya menyentuh keningnya yang terasa berdenyut.
Sementara Hesti yang melihat itu, hanya tersenyum sinis. Soraya menatap Elia dengan Tatapan yang sangat membenci. Kemudian, wanita paruh baya itu berjalan menghampiri Elia yang masih terduduk di lantai.
" eh gadis kampung, Apa yang kamu lakukan kepada anakku, trik Apa yang kamu lakukan hingga membuat Putra semata wayang ku, bisa menjamah tubuhmu yang murahan ini?!" tanya Hesti dengan nada yang sangat menghina.
" maksud ibu apa?" tanya Gadis itu dengan nada yang sangat gemetar. Sebetulnya, Elia merasa sangat ketakutan berada di rumah ini seorang diri.
Apalagi Gadis itu belum mengetahui seluk beluk dan letak barang-barang mewah yang berada di dalam rumah. Elia hanya takut, tidak sengaja merusak barang-barang milik mertuanya itu.
__ADS_1
Untuk itulah, Elia meminta izin pada Gavin untuk kembali bekerja. tidak masalah jika Gadis itu harus bekerja menjadi bawahan suaminya. yang jelas, gadis itu hanya ingin keluar dari dalam rumah ini untuk sementara waktu.
"cih, tidak usah berpura-pura kau Gadis ingusan! ingat ucapanku, aku akan mencarikan calon istri untuk Kevin yang sepadan dan selevel. bukan gadis sepertimu!" ucap ucap Hesti Seraya berlalu pergi dari sana.
Sementara itu Elia masih terduduk di atas lantai rumah itu. Untung saja, benturan yang baru saja terjadi tidaklah kuat. Sehingga, tidak akan terjadi apa-apa pada kandungannya. dan dengan segera, Elia bangkit dari lantai dan Melangkah dengan perlahan menuju ke kamarnya.
*****
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di perusahaan Gavin, terlihat seorang laki-laki tampan dan mudah, baru saja turun dari dalam mobil. siapa lagi jika bukan Gavin.
Walaupun, laki-laki itu tidak pernah benar dalam berpenampilan. karena selalu akan berpenampilan dengan rambut yang acak-acakan seperti tidak terurus.
" Hai bro, pengantin baru Masih sempat kerja?" tanya Justin menggoda teman sekaligus Bosnya itu.
" terus, kalau nggak kerja, mau dikasih makan apa anak orang?" tanya Gavin Soraya memperbaiki posisi dasinya.
__ADS_1
Justin dan Arman yang mendengar itu, seketika terkekeh pelan. dan dengan segera, mereka bertiga berjalan untuk menuju ke ruangan masing-masing.
" Gimana Bro, nikah Enak gak?" tanya Arman spontan saat mereka hampir berpisah untuk menuju ruangan masing-masing.
" nggak tahu belum ngerasain, lagi pula kan aku baru sehari menjadi suami." ucapnya Seraya melangkah meninggalkan kedua sahabatnya itu.
*****
Siang harinya, Gavin dan teman-temannya, segera menuju ke kantin kantor itu untuk menjalankan makan siang bersama-sama.
" Oh iya Vin, Apakah tante Hesti menerima kehadiran Elia?" tanya Arman saat mereka sedang menikmati makanan masing-masing.
" entahlah, tapi yang jelas, Aku berharap. jika mama bisa menerima Elia sepenuh hati." ucap Gavin Seraya menghembuskan nafasnya pelan.
" lalu, kau meninggalkan istrimu seorang diri di rumah itu, Aku tidak takut jika tante Hesti melakukan sesuatu?" tanya Justin Seraya menatap ke arah Gavin.
__ADS_1