Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 22


__ADS_3

Elia yang berada di kamar mandi, seperti mendengar ada suara orang lain yang berasal dari dalam kamar itu." apa Kak Manohara dan teman-temannya kembali lagi, Oh mungkin mereka sudah selesai." ucap Elia Seraya mengarahkan tongkatnya ke depan sebagai penunjuk jalan.


Ceklek


suara pintu kamar mandi yang dibuka dan dengan segera, Elia berjalan dengan perlahan." Kak Kak Manohara sudah datang?" tanya gadis cantik itu Seraya tangannya sibuk meraba benda di sekitarnya.


" kok nggak ada suaranya, apa tadi aku salah dengar?" tanya Gadis itu dalam hati. dengan perlahan, Elia mendudukkan dirinya di atas ranjang sembari menunggu kakaknya datang.


Namun, tiba-tiba saja, sebuah tangan kekar melingkar di pinggang Elia. sontak saja Elia seketika terkejut. dirinya berusaha meronta untuk melepaskan diri.


" ah, lepaskan saya Anda siapa?!" teriak gadis itu dengan suara bergetar. tubuh Elia berusaha bangkit dari Ranjang itu.


Namun, apa daya, tenaga gadis itu kalah jika dibandingkan dengan tenaga laki-laki yang ada di belakangnya itu yang kini tengah berusaha untuk menyusupkkan tangannya ke dalam pakaian Elia.


jelas saja hal itu membuat Elia seketika memetik ketakutan. " aaaaakkkhhh !! Tolong lepaskan saya!!!" teriak Elia Seraya meronta-ronta.


Namun, bukannya melepaskan, tangan laki-laki itu malah semakin bergerilya menyentuh titik-titik sensitif yang dimiliki oleh Elia. Hingga tanpa sadar, gadis itu mende-sah karena rangsangan yang baru pertama kali dirinya terima.


" Tolong saya Tuhan" Ucap Elisa Seraya mengatupkan kedua tangannya di depan da-da. Namun, bukannya merasa Iba, laki-laki itu yang tak lain adalah Denis, dengan gerakan kasar membanting tubuh Elia ke atas kasur. hingga membuat gadis itu, seketika merasa sangat ketakutan.


Tubuhnya, terasa bergetar dengan sangat hebat. Namun, sepertinya Gavin merasa tidak peduli karena efek dari obat yang dicampurkan ke dalam Minuman laki-laki itu.


Gavin, dengan perlahan, membuka pakaian yang dikenakan oleh Elia dengan sedikit kasar. Entahlah, setan apa yang merasuki laki-laki itu. sehingga dapat berbuat sejauh itu. mungkin, jika nantinya dirinya telah sadarkan diri, dia pasti akan mengutuk keras dirinya sendiri. karena sudah berbuat sangat jauh.


Elia yang mengetahui apa yang akan selanjutnya terjadi, segera beringsut mundur. gadis cantik itu berkali-kali menghindar. saat tangan Gavin mulai merayap ke mana-mana.


Namun, apalah daya, kekuatan Elia tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh Gavin. hingga akhirnya, Gadis itu pasrah saat laki-laki itu mulai melancarkan aksinya.

__ADS_1


"aaaakkkkkhhhhh !! Sakit! Hiks hiks hiks" teriak Elia disertai isak tangis saat Gavin berhasil membobol salah satu barang berharga milik gadis itu. Namun, sepertinya laki-laki yang bernama Gavin Harsono itu sudah kerasukan.


Karena laki-laki itu, malah tersenyum dengan lebar saat tahu jika gadis yang ada di bawah kungkungannya ini baru saja Ia renggut kesuciannya.


Dengan, gerakan perlahan, Gavin mulai menjalankan aksinya dengan sedikit kasar. hingga membuat Elia, semakin menjerit historis dan ketakutan.


Setelah hampir 2 jam berlalu, akhirnya Kevin merasakan kepuasan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. dan dengan segera, laki-laki Tampan itu, ambruk di atas tu-buh gadis Malang itu.


"hiks hiks hiks, Mama Ayah tolongin Elia." ucapnya dengan nada Lirih disertai isak tangis yang menggema di seluruh ruang kamar itu.


****


Sementara itu di luar kamar, terlihat ketiga gadis cantik Tengah duduk di sebuah sofa Seraya sesekali bersenda gurau.


" Mon lu nggak mau lihat adik lu gitu?" tanya salah satu teman Monalisa Seraya sesekali menetap ke arah gadis cantik non seksi itu.


kedua teman Monalisa, hanya Saling pandang Seraya sesekali tersenyum kecil." bener-bener ya lo, memang Apa sih salah Gadis itu, sampai-sampai sebenci itu sama dia?" tanyanya merasa sangat penasaran.


" gue ngerasa Iri aja, dia itu cantik, pinter, dan yang paling penting bergelimang harta." ucap Monalisa yang sedikit agak ngelantur. Karena memang, semua itu efek dari minuman yang baru saja dirinya minum.


Akhirnya, kedua teman Monalisa membawa gadis itu ke dalam mobil. karena memang, Monalisa sudah dalam keadaan mabuk berat.


" apa kita tunggu aja, Gadis itu keluar?" tanya gadis bermata biru yang bernama Sonya itu.


" kenapa, lu merasa khawatir?" tanya gadis yang lain yang bernama Marsha.


" Entahlah Marsha, tapi yang jelas, Gue merasa kasihan banget sama itu anak. pasti sekarang, Dia sedang ketakutan." ucap Sonya dengan nada lirihnya.

__ADS_1


" Ya udah kalau gitu, lebih baik kita sekarang segera samperin dia, gue takut dia kenapa-napa di dalam kamar itu." ucap Marsha Seraya menarik tangan Sonya.


Mereka berdua segera berlari untuk masuk ke dalam Club itu. dan masuk ke dalam kamar yang ada di dalam sana.


Seketika Sonya dan juga Marsha, seketika tertegun saat kedua gadis itu, baru saja membuka kamar yang ditempati oleh Elia.


" Sonya, Elia kenapa?" tanya gadis itu dengan nada bergetar hebat. Kemudian, dengan perlahan mereka berdua, berjalan menghampiri gadis Malang itu.


Seketika itu pula, hati kedua gadis itu ketika merasa sangat teriris. saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu.


di mana, mereka berdua melihat, Elia Tengah menangis sesenggukan serayam berusaha menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Sementara di samping gadis itu, terdapat seorang laki-laki yang sangat Sonya dan juga Marsha kenali.


" Astaga dia Gavin Harsono kan?!" tanya Marsha dengan setengah berteriak. hal itu tentu saja membuat Elia yang mendengarnya, seketika menoleh ke arah sumber suara.


Walaupun Gadis itu tidak dapat melihat, namun dirinya dapat mendengar dengan jelas." tolong Elia, hiks hiks hiks." ucap Gadis itu memohon Seraya menangis terisak.


Dengan segera, Marsha dan juga Sonya, seketika menarik tangan Elia dan menggunakan gadis itu baju. Setelahnya, Marsha dan juga Sonya segera menarik tangan Elia untuk keluar dari kamar itu.


Sedangkan Elia, Gadis malang itu tidak banyak berucap. dan mengeluarkan reaksi ataupun respon. Gadis itu hanya terdiam. hal itu semakin membuat Sonya dan juga Marsha seketika Saling pandang.


" Elia, ini gue temen-temen kakak lu. apa lu baik-baik aja?" tanya Marsha Seraya mengusap pundak gadis itu.


" aku baik kak." ucapnya dengan nada lemah. dengan berjalan sedikit Tertatih, gadis itu keluar dari bangunan yang baru saja menghancurkan masa depannya itu. Sementara Sonya dan Marsha yang melihat itu, Entah mengapa semakin merasa bersalah.


" maafin gue Elia." gumam Sonya Seraya mengusap air matanya yang tiba-tiba saja jatuh tanpa permisi.


NB :mampir yuk kak, di karya teman author di jamin bagus 🤗

__ADS_1



__ADS_2