
Sementara itu di tempat lain, Gavin terlihat sangat kacau. Laki-laki itu, terlihat beberapa kali keluar dari kamar mandi. dengan wajah yang sangat pucat, tentu saja hal itu membuat Arman dan juga Justin yang ada di sana, seketika merasakan sangat terkejut.
" Astaga kau kenapa?!" tanya Justin dengan wajah yang begitu panik.
Gavin yang mendengar itu, menggelengkan kepala. Kemudian, laki-laki Tampan itu berjalan perlahan untuk duduk di kursi sofa yang ada di ruangan itu.
" Apa jangan-jangan Gadis itu,..." seketika itu pula, perkataan Arman terhenti saat melihat raut wajah Gavin yang terlihat begitu terkejut.
" lebih baik, kita segera cari gadis itu." ucap Kevin dengan segera beranjak dari duduknya. dirinya mulai paham dengan apa yang terjadi beberapa hari ini.
***
" Bro Apa benar gadis itu mengandung anak lu?" tanya Arman mencoba untuk memastikan semuanya.
" entahlah, gue nggak tahu. tapi yang jelas, gue akan ke sana untuk memastikannya." ucap Gavin tanpa menoleh ke arah para sahabatnya itu.
Tak berapa lama, akhirnya Gavin dan juga kedua sahabatnya, sampai di sebuah restoran. Arman dan juga Justin yang melihat itu, seketika saling pandang.
__ADS_1
" lu ngapain bro, Emang lu mau makan di sini?" tanya Justin dengan ekspresi wajah bingungnya.
Namun pertanyaan dari sahabatnya itu, tidak dijawab oleh Gavin. laki-laki itu Justru malah langsung turun dari dalam mobil. dan mau tidak mau, Justin dan Arman pun juga mengikuti langkah sahabatnya itu.
" Permisi nona, Apakah pemilik restoran ini sudah datang?" tanya Kevin pada seorang karyawan. yang tak lain adalah Manohara,
Gadis Itu tampak sekali Merasa terpana saat melihat penampilan Gavin yang ada di hadapannya itu. Kemudian, laki-laki itu Melambaikan tangan tepat di depan wajah gadis itu.
Hingga akhirnya, Gadis itu tersadar dari lamunannya." oh nona Nella belum datang tuan. silakan Anda tunggu di dalam." ucapnya mencoba bersikap profesional.
Gavin yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala kemudian, ketiga laki-laki tampan itu, segera masuk ke dalam restoran itu. dan seperti Dejavu, mereka bertiga kembali menjadi pusat perhatian setiap pengunjung yang ada di dalam itu.
" maaf tuan tuan, Kalian mau pesan apa?" tanya Manohara Seraya melangkahkan kaki menghampiri ketiga laki-laki Tampan itu.
" aku hot dog aja deh." ucap Arman Soraya tersenyum tipis ke arah gadis itu. namun sayangnya, senyuman yang diberikan oleh Arman itu tidak ditanggapi oleh Manohara.
tentu saja hal itu membuat Justin yang melihat itu, seketika menahan tawa. sementara Gavin, laki-laki Tampan itu bahkan tidak terusik sedikitpun dengan tingkah kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
" Kalau tuan yang lain mau apa?" tanya Manohara Seraya melirik ke arah Gavin yang sedari tadi hanya diam.
" samakan saja semuanya" ucapnya dengan nada datar namun juga terdengar tegas. Manohara yang mendengar itu, hanya mengganggukan kepala. kemudian dengan segera, Gadis itu segera pergi dari sana.
Tepat saat kepergian Manohara, terdengar pintu utama restoran itu dibuka dari luar. dan tak lama berselang, muncullah wanita yang ditunggu-tunggu oleh Gavin. dan dengan segera laki-laki itu bangkit dari duduknya. Kemudian, berjalan cepat menghampiri Nella.
" Apa kau bersama Elia?" tanya Gavin to the point. tentu saja pertanyaan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu, sejenak membuat Nella terdiam.
" Kenapa diam? kau bersama Elia kan? di mana sekarang dia?" ucapnya Seraya mengulangi perkataannya.
" dia sudah meninggalkan rumahku tadi pagi. entah ke mana Gadis itu Aku pun tidak tahu." ucap Nella setelah beberapa saat terdiam.
Dengan tanpa berkata sepatah kata pun, Gavin segera melangkahkan kaki meninggalkan restoran itu. tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa begitu kebingungan dan juga keheranan.
" Kenapa dengan dia, apa jangan-jangan,..." ucapan Nella terhenti. wanita itu segera menggelengkan kepala. menepis semua pikiran buruknya.
Nb : mampir nih kak, bagus lho ceritanya,
__ADS_1