Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 65


__ADS_3

Setelah melalui Drama yang cukup panjang, akhirnya Gavin memutuskan untuk menyetujui saran dari sang ibu. yang menyuruhnya untuk segera menindak pelaku yang mencelakai Elia. Tanpa disadari oleh laki-laki itu, jika Hesti memiliki maksud tertentu kepada gadis Malang itu.


" Oke kalau gitu, Mama tolong jaga Elia. jangan sampai istri kenapa-napa." ucap Gavin Seraya menatap sang ibu.


Plak


Sebuah pukulan, seketika mendarat mulus di lengan laki-laki itu. saat Hesti ucapan yang keluar dari putranya sendiri.


" Kau pikir mama gila? Hah ?" ucap Hesti Seraya menatap sinis ke arah sang Putra. Sementara Gavin yang mendengarnya, hanya dapat meringis. Karena ternyata, pukulan ibunya itu cukup kuat.


" Sudahlah, lebih baik kita segera temui pelaku itu." ucap Ivan Seraya menarik tangan putranya. Terlihat, Gavin enggan mengikuti langkah sang papa. Karena laki-laki Tampan itu, masih mencemaskan sesuatu hal terjadi pada Elia.


Mengingat, ibunya itu sangat tidak menyukai Elia. Gavin hanya takut, ibunya melakukan hal yang nekat yang dapat merugikan semua orang.


****


Setelah kepergian suami dan putranya, Hesti mulai duduk di samping brankar Elia. Seraya menatap dari atas sampai bawah." Dasar tidak berguna!" ucapnya Soraya menatap Elia yang masih terbaring dengan Tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


"euughh, di mana ini?" tanya Elia sesaat setelah Gadis itu membuka matanya. Dirinya, kemudian meraba seluruh tubuhnya. dan tampak sekali terkejut saat mendapati ada selang infus yang menempel di tangannya.


Seketika itu pula, ingatan gadis itu berputar mengingat tentang apa yang sebenarnya terjadi sebelum dirinya tak sadarkan diri dan berada di rumah sakit seperti ini.


" bayiku, Bayiku ke mana?" tanya Elia Seraya meraba perutnya yang terasa begitu nyeri. Mendadak, Gadis itu merasa ketakutan saat sebuah bayangan mengerikan melintas di dalam otaknya.


Sementara Hesti yang melihat itu, hanya terdiam sembari menunggu momen yang tepat untuk mengatakan sesuatu hal kepada menantunya itu.


" kau Habis keguguran Elia" ungkap Hesti dengan entengnya.


Degh


" kau harus ingat, kau itu,..." Hesti mulai bercerita tentang poin-poin yang akan membuat Elia semakin Down.


****


Sementara itu di lain tempat, Gavin Tengah menahan amarah. Saat laki-laki itu sudah berada di sebuah bangunan yang terletak di pinggiran kota. Laki-laki Tampan itu, merasa begitu geram. dan ingin sekali menghajar pelaku yang telah membuat istrinya celaka dan membuatnya harus kehilangan calon bayi di kandungan istrinya.

__ADS_1


Brak


Sekuat tenaga, Gavin mendobrak pintu bangunan itu. hingga membuatnya hancur tak berbentuk. Memang, jika manusia Tengah dilanda emosi yang meluap-luap, Maka jangan meremehkan tindakan apa yang akan dilakukan oleh orang itu. Jangankan pintu yang terbuat dari kayu, dinding yang terbuat dari beton pun, dapat seketika hancur saat menemui orang yang sedang emosi.


Tendangan kuat dari Gavin, membuat semua orang yang ada di dalam sana, seketika menoleh ke arah sumber suara. dan mendapati, laki-laki Tampan itu berjalan mendekati mereka dengan sorot mata menakutkan.


Sreet,...


Dengan gerakan yang begitu cepat, Gavin segera membuka topeng yang bertengger di wajah orang itu. dan seketika itu pula, mata Gavin membulat sempurna. saat melihat Siapa orang yang ada di balik kecelakaan yang menimpa istrinya itu.


"kau,.." tunjuk Gavin dengan raut wajah yang masih tidak percaya dengan apa yang laki-laki itu dilihat. Kemudian dengan langkah cepat, laki-laki itu mencekik leher dari orang itu. hingga membuatnya, kesulitan untuk bernafas.


" Gevin jangan," ucap Ivan Seraya menarik tangan putranya itu akan menjauh dari orang itu." jangan mengotori tanganmu untuk mencelakai orang ini" ucapnya mencoba untuk menenangkan Putra semata wayangnya itu.


" dia sudah membunuh calon anakku Pah. Jadi, dia harus mati di tanganku!" ucapnya dengan tatapan penuh dengan amarah.


" sabar Fin, memangnya dengan kamu membunuhnya, apa Anak kamu bisa kembali?" Tanya Ivan Seraya mencoba memegangi kedua tangan Gavin.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari ayahnya, seketika membuat Gavin diam membisu.


__ADS_2