
Sepeninggal keluarga Harsono Dari rumah Wirawan, Monalisa tampak menatap tajam ke arah sang ibu. dan dengan segera, gadis cantik itu menarik tangan ibunya untuk segera masuk ke dalam kamar.
" Kenapa Nak?" tanya Sofia Melinda Seraya menatap ke arah Monalisa sang anak dengan tatapannya terheran-heran.
" mah pokoknya, aku minta Mama tolong gagalkan rencana pernikahan Elia dan Gavin. Karena aku tidak rela." ucap Monalisa Seraya melipat tangannya ke arah dada.
" Maksudnya bagaimana? Bukankah kamu sendiri yang menolak Perjodohan itu?" tanya Sofia Seraya menautkan alis karena merasa kebingungan.
Monalisa yang mendengarnya, menghela nafas panjang." Iya memang aku tidak ingin menerima Perjodohan itu. Tapi, sepertinya aku berubah pikiran. dan lagi, aku tidak rela jika Elia mendapatkan kebahagiaannya." ucap Monalisa Seraya membuang muka ke arah lain.
Sofia yang mendengar itu, menghembuskan nafasnya kasar. selalu dan selalu saja, Monalisa itu mempunyai rasa iri terhadap Elia. entah apa penyebabnya. Padahal, Monalisa juga tidak kalah cantik dengan gadis itu.
" sayang, Mengapa kamu begitu iri dengan Elia, padahal kamu itu juga cantik loh." ucap Sofia Seraya mengusap kepala gadis itu dengan lembut.
__ADS_1
" aku membencinya dan akan selalu membencinya." ucapnya dengan nada yang sangat datar namun juga Terdengar sangat menakutkan.
Sofia yang mendengar itu, hanya dapat menghela nafas panjang. kemudian mengusap lengan Putri kesayangannya itu dengan sangat lembut.
" ya sudah, apa sebenarnya yang kamu mau?" tanya Sofia Seraya melirik ke arah Putri kesayangannya itu.
" aku mau mama, segera melakukan apa yang aku inginkan." ucap Monalisa dengan nada yang sangat Ketus.
Monalisa yang mendengar itu, segera menghilang nafas panjang." Oke kalau mama tidak bisa. biar aku sendiri saja yang melakukan itu." ucap Monalisa Seraya melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana.
Seketika itu pula, Sofia segera membulatkan mata. karena wanita paruh baya itu tahu apa yang akan dilakukan oleh Putri kesayangannya itu.
" Apa yang kamu lakukan?!" tanya wanita itu dengan nada yang sangat panik. sementara Monalisa yang mendengar itu, hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
" Mama tenang aja, semua pasti akan baik-baik saja." ucapnya Seraya melenggang pergi dari sana. Sofia yang mendengar itu, segera menghembuskan nafasnya kasar.
Karena jika sudah seperti itu, maka Sofia tidak akan pernah bisa menghentikan keinginan putrinya itu. yang dapat dilakukan, hanyalah menuruti permintaan gadis cantik itu.
Mungkin karena rasa sayangnya yang terlalu dalam. hingga membuat Sofia, enggan untuk menegur ataupun menasehati gadis itu. Sehingga, Inilah hasilnya. Monalisa menjadi begitu kurang ajar terhadap ibunya sendiri.
****
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di restoran milik Nella, terlihat Gavin dan juga Elia baru saja turun dari dalam mobil. Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika melongo tidak percaya.
Termasuk juga Nella sang pemilik restoran itu. wanita cantik itu, bahkan sampai mengerjap mengerjakan matanya. karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
" Nona Nella, saya ingin mengundurkan diri dari restoran anda." ucap gadis itu berjalan menghampiri Nella dengan dituntun oleh Gavin. yang sedari tadi, tidak lepas menggenggam tangannya.
__ADS_1