
Akhirnya, Elia pergi dari rumah itu dengan langkah gontai. Jujur, Gadis itu merasa ketakutan. karena, di luar sana, dirinya tidak memiliki siapapun. Untuk itulah, gadis itu, diam saja saat diperlakukan tidak adil oleh keluarganya sendiri. karena memang, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan.
" pergi dari sini! dan jangan pernah kembali lagi!" terdengar ucapan yang menggelegar yang masih terdengar di telinga gadis itu.
Seketika itu pula, Elia menangis dengan sesenggukan. dirinya tidak menyangka jika ayahnya, akan berbuat seperti ini terhadap Putri kandungnya sendiri.
" Ayah Maafkan Aku, hiks hiks hiks." ucapnya dengan nada terisak. Elia kembali berjalan menyusuri jalanan beraspal itu. hingga Gadis malang itu, sampai di jalan besar. dan dengan segera, gadis itu terus melangkahkan kakinya untuk meninggalkan kawasan kediaman orang tuanya.
Gadis Malang itu tetap berjalan menyusuri jalanan beraspal itu. hingga akhirnya, tak terasa Gadis itu sampai juga di restoran tempatnya bekerja. dan pada saat itu pula, terlihat si pemilik restoran baru saja keluar dari dalam sana.
Seketika itu pula, wanita anggun dan cantik itu, tertegun sesaat. Kala melihat Elia yang berada di hadapannya. Apalagi, Gadis itu menggeret koper dan juga memukul-mukul tongkatnya di tangan kiri dan kanan.
" Elia, Kenapa kamu ada di sini?" tanya Nella Seraya menghampiri gadis itu. Elia yang mendengar itu, segera menatap ke sumber suara.
Gadis cantik itu, tersenyum manis. saat mendengar suara siapa yang ada di hadapannya." Saya tidak apa-apa Bu Nella" ucapnya lembut.
Nella yang mendengar itu, hanya menghembuskan nafasnya kasar. wanita itu menebak, jika kondisi Elia ini, pasti disebabkan oleh ibu tiri dan Kakak tirinya.
" ya sudah, Kalau begitu, Kau masuk dulu." ucap Nella pada akhirnya. dan dengan segera, Gadis itu menganggukkan kepala. Nella segera menuntun Elia untuk masuk ke dalam restoran itu.
Tentu saja hal itu membuat semua karyawan semakin menatap sinis ke arah gadis Malang itu. Apalagi, Manohara dan juga Laksmi. dua wanita berbeda generasi itu, semakin menaruh dendam kesumat pada gadis yang bernama Elia Tiara Dewi itu.
" Lihatlah, sekarang ini, Gadis itu sudah mulai gencar mendekati nona Nella. akan kubuat dia menyesal karena telah berani macam-macam dan berurusan denganku." gumam Laksmi dalam hati.
" semuanya, Tolong perhatikan." ucap Nella yang berada di tengah-tengah karyawannya. semua karyawan dengan sigap, menetap ke arah sumber suara.
" mulai saat ini, Elia resmi menjadi sekretaris Saya sekaligus asisten pribadi saya." ucap Nella dengan wajah seriusnya.
Mendengar penuturan dari atasan mereka, semua karyawan seketika menahan tawa. hal itu tentu saja, membuat Nella, merasa sangat geram.
__ADS_1
Brakk
"Apa yang kalian tertawakan?!" bentak wanita cantik itu pada karyawannya. seketika itu pula, suasana menjadi sangat hening. semua karyawan, seakan terbengkam dengan suara menggelegar dari atasan mereka itu.
Karena, jujur saja, para karyawan itu belum pernah mendengar kemarahan atasan mereka sampai seperti ini. dan juga, mereka semua belum pernah mendengar nada tinggi yang dilontarkan oleh Nella.
" maaf Nona, Apakah Nona yakin akan mengangkat Elia menjadi asisten pribadi sekaligus sekretaris nona?" tanya Laksmi dengan wajah takut-takut.
" tentu saja aku akan mengangkat dia sebagai asisten pribadi dan juga sekretarisku, Memangnya kenapa?" tanya Nella dengan menatap tajam ke arah Laksmi.
"bu bukan begitu maksud saya Nona, tapi kan Elia,..." belum sempat wanita paruh baya itu melanjutkan perkataannya, Nella sudah terlebih dahulu, menyela ucapannya.
" tidak dapat melihat maksudmu?" tanya Nella dengan cepat. Laksmi dengan cepat menganggukkan kepala.
" tidak usah khawatir. Saya akan mencarikan alat agar gadis ini bisa melaksanakan tugasnya dengan baik." ucap Nella Seraya menatap ke arah Elia yang masih terdiam di tempatnya.
Mendengar ucapan dari atasannya itu, tentu saja membuat mereka semua terbelalak kaget. terutama Manohara dan juga Laksmi.
" Iya saya akan melakukan apapun agar gadis ini bisa hidup bahagia. dan bahkan, saya akan mencari rumah sakit mata terbaik untuk menyembuhkan gadis cantik ini." ucap Nella Seraya mengusap lembut kepala Elia.
Mendengar penuturan dari Nella, seketika membuat Manohara, melayangkan tatapan tajam ke arah Elia. Tentu saja itu dilakukan saat Nella tidak menyadarinya.
" dasar gadis sialan, Tunggu saja kehancuran yang akan terjadi pada hidupmu." gumam Manohara Seraya mengepalkan tangannya kuat. dan akhirnya setelah itu, mereka semua membubarkan diri. Elia segera masuk ke dalam ruangan Nella.
Karena mulai hari ini, gadis cantik itu sudah akan bekerja di ruangan Nella.
*****
Sementara itu di kediaman Harsono, terlihat Gavin Tengah diintimidasi oleh sang ibu. karena semalaman, laki-laki Tampan itu tidak pulang ke rumahnya.
__ADS_1
" Kenapa kamu tidak pulang semalam?" tanya Hesti dengan tatapan tajamnya.
Gavin yang mendengar pertanyaan intimidasi dari sang Ibu itu hanya terdiam. karena memang, laki-laki Tampan itu merasa sangat menyesal dengan apa yang terjadi tadi malam.
Walaupun laki-laki itu tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. karena memang, Justin dan Arman tidak mengatakan yang sebenarnya.
" Maaf mah. Gavin semalam menginap di apartemen Arman dan Justin." ucap Gavin Seraya tersenyum kikuk.
Mendengar ucapan dari Sang putra, membuat Hesti seketika semakin menatap tajam ke arah Putra tunggalnya itu.
" Apa kamu bilang?!" tanya wanita paruh baya itu dengan suara sedikit meninggi. Hal itu membuat Ivan Harsono, menghela nafas panjang.
" Sudahlah mah, lagi pula Gavin ini sudah 23 tahun. dia itu bukan anak kecil lagi." ucap Ivan dengan nada tegasnya.
" Pah, Mamah melakukan ini itu demi kebaikan Gavin juga. Bagaimana jika terjadi apa-apa dengan anak kita. Mama nggak mau Pah." ucap Hesti Seraya meneteskan air mata.
Hal itu semakin membuat Gavin merasa aneh dengan tingkah sang ibu. Mengapa terkesan sangat berlebihan seperti ini? pikir laki-laki itu dalam hati.
" Sudahlah mah, lebih baik kita berangkat saja. pesawat pribadinya sudah menunggu sedari tadi." ucap Ivan Harsono Seraya menarik tangan sang istri.
" memangnya, Papa sama Mama mau ke mana?" tanya laki-laki itu Seraya menatap kedua orang tuanya secara bergantian.
" Papa sama Mama mau perjalanan bisnis ke negara sebelah." ucap Ivan.
Gavin yang mendengarnya, hanya melakukan kepala pertanda mengerti. dan dengan segera, laki-laki itu masuk ke dalam kamar. saat kedua orang tuanya, sudah masuk ke dalam mobil untuk berangkat.
*****
" Apa yang sebenarnya terjadi ya,?" tanya laki-laki Tampan itu dalam hati. Walaupun Gavin saat tersadar sudah berada di dalam apartemen milik Arman, namun hati laki-laki itu merasa tidak tenang.
__ADS_1
Nb : mampir ya kak di karya teman aku, ceritanya bagus yuk baca