Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 78


__ADS_3

Pagi harinya, Gavin bangun lebih dulu. Laki-laki tampan itu, menoleh ke arah samping. dan mendapati, istri kecilnya itu masih terlelap di dalam buayan ala mimpi. kedua sudut bibir laki-laki itu, seketika terangkat membentuk sebuah seniman kecil. saat melihat, wajah damai istrinya itu.


" tidak salah aku, dalam menjadikanmu istri. hatimu memang benar-benar lembut" ucapnya Seraya mendekatkan wajahnya terhadap gadis itu.


Baru saja, laki-laki itu ingin mengecup kening dan bibir istrinya, Elia terbangun dari tidur. Tentu saja, itu membuat Gavin sakatika menoleh ke arah samping.


tak lama berselang, laki-laki itu menepuk keningnya sendiri. karena mereka bodoh dan konyol dengan tindakan yang ia lakukan pagi ini." astaga! kenapa aku harus menghindar seperti ini? dia kan tidak bisa melihat!" ucap Gavin dalam hati.


Laki-laki itu, merasa sangat bodoh dengan apa yang baru saja ia lakukan itu. contoh tidak masalah kan, kalau dirinya mencium kening istrinya, mereka kan sudah halal.


" Mas Gavin masih di sana?" tanya Elia secara tiba-tiba dengan tangan yang meraba-raba sekitaran tempat tidur.


Gavin yang mendengar itu, langsung menghampiri dan menggenggam tangan istri kecilnya itu." Iya sayang, Mas masih di sini kok." ucapnya Seraya tersenyum manis.


Elia yang mendengar itu, langsung memeluk tubuh kekar suaminya itu. Sepertinya, Gadis itu sudah tidak malu lagi untuk menunjukkan Sisi lemah dan juga Sisi manjanya.


Sementara Gavin yang melihat itu, langsung mengajak kepala istrinya beberapa kali." Aku mencintaimu" ucapnya Seraya mengusap kepala gadis itu.

__ADS_1


" aku juga mencintaimu." ucapnya dengan wajah malu-malu dan juga pipi yang bersemu merah. Kemudian, mengeratkan pelukannya. menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


Sungguh, pemandangan dan perkataan yang sangat manis. yang disuguhkan oleh istrinya. Apalagi, sepagi ini mereka sudah lengket layaknya perangko. tentu saja, hal itu sama sekali tidak direncanakan oleh Gavin.


Bahkan, rencana nikah muda pun, tak pernah terlintas di dalam otaknya. Karena menurutnya, pernikahan itu adalah hal yang sakral. harus dipikirkan matang-matang. kita saja yang membeli Skin Care ataupun baju untuk sementara, memilih yang bagus dan high quality. Apalagi, untuk pasangan. yang konsepnya, sekali seumur hidup.


Tok tok tok


Seketika itu juga, Lamunan dua anak manusia, seketika buyar. saat, mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya.


" Tuan, Nyonya besar sudah menunggu nyonya Elia untuk pergi." ucap seseorang dari luar sana. yang Gavin tahu, itu adalah asisten rumah tangganya.


" kamu mandi dulu ya," ucap Kevin Seraya melerai pelukannya. membuat, Elia yang mendengarnya, langsung menganggukkan kepala.


Gadis itu hendak berjalan untuk menuju ke kamar mandi. Namun, gerakannya terhenti saat merasakan tubuhnya melayang di udara. sontak saja, Hal itu membuat Elia, merasa sangat terkejut. gadis itu, refleks berteriak kencang.


"akkh!" Gavin yang melihat itu, langsung saja terkekeh pelan. karena melihat, tingkah lucu istri kecilnya itu. laki-laki itu, segera melangkahkan kaki jenjangnya, untuk memasuki ruang kamar mandi.

__ADS_1


" Nah sekarang, kamu mandi. aku mau mengecek laporan ku dulu." ngucapnya Seraya terlalu dari sana.


Elia yang mendengar itu, menganggukkan kepala. Tanpa tahu, jika suaminya sudah berlalu dari hadapannya.


***


Selepas melaksanakan ritual mandi, Elia segera melangkahkan kakinya menuju ruang ganti. gadis itu, tampak sudah hafal dengan tetap barang-barang yang ada di kamarnya. Sehingga, tidak merasa kesulitan lagi untuk menghafalnya.


"Mas, aku sudah siap!" ucap Elia ke sembarang arah. karena Gadis itu tidak tahu, di mana arah suaminya berada. Kevin yang melihat itu, seketika tersenyum tipis. Kemudian, melangkahkan kakinya untuk menghampiri Elia.


" Ayo kita turun, sepertinya, Mama sudah menunggu dari tadi." ucapnya Soraya merengkuh pinggang ramping istrinya itu.


Sementara Elia yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. Soraya mengulas senyum tipis.


****


" Ayo kita sarapan dulu!" ucap Hesti Soraya menarik tangan Elia untuk segera duduk di kursi meja makan. Sebenarnya, itu hanyalah alasan belaka. Karena wanita paruh baya itu, tidak rela jika putranya menyentuh tubuh gadis yang ada di hadapan itu.

__ADS_1


Entahlah, Apa yang dipikirkan oleh wanita paruh baya itu. Sehingga, dapat berbuat sampai sejauh ini. Bukankah, dulu dirinya yang bersih Kukuh ingin segera melihat putranya itu berumah tangga? lalu Mengapa, sekarang berubah seperti ini? memang manusia itu, mudah sekali terhasut oleh sesuatu yang tidak kasat mata. termasuk juga hawa nafsunya sendiri.


Untuk itulah, Kita sebagai manusia harus membentengi diri kita dengan ilmu agama dan keyakinan yang kita anut sedari lahir. agar, tidak mudah terjerumus oleh hasutan hasutan hawa nafsu kita sendiri.


__ADS_2