
Setelah bertemu dengan kedua gadis itu, mendadak, Gavin menjadi sosok yang sangat pendiam. Dirinya merasa sangat bersalah. dirinya menjadi begitu Bimbang harus bagaimana cara untuk menebus semuanya.
" Apakah aku harus menikahinya?" tanya laki-laki itu dalam hati." memang aku sangat sayang dan mulai Mencintainya. tapi bagaimana dengan Mama? dia pasti tidak akan pernah Rela dan akan tetap menentang ini semua." ucapnya dengan wajah frustasi.
"aaaakhhhhh sialan!!" teriak dan Maki Gavin entah pada siapa. dia merasa, Siapa yang harus disalahkan dalam peristiwa ini, lalu tiba-tiba, Dia teringat akan dua sahabatnya. yang membuat awal dari petaka ini terjadi.
" gue harus temuin mereka sekarang juga." ucap Gavin Seraya beranjak dari duduknya. dan dengan segera, menyambar kunci motor yang terletak di atas nakas.
" Tuan, Tadi kenapa tuan berteriak? ada apa?" tanya seorang wanita paruh baya dengan langkah tergesa-gesa menghampiri Gavin.
"hmmm, tidak ada apa-apa. Tadi hanya masalah pekerjaan." ucapnya dengan nada dingin. pelayan itu hanya menganggukkan kepala. kemudian, kembali bekerja seperti biasa.
kini Gavin sudah siap dengan pakaian formalnya. karena memang laki-laki itu akan berkunjung ke perusahaannya. karena memang dia harus stay terus di sana.
Gavin segera mengajukan kendaraannya meninggalkan kediaman rumah mewahnya. Sesampainya di sekitar rumah Elia, laki-laki Tampan itu menghentikan mobilnya dan menepikannya.
Gavin melihat ke kiri kanan. Siapa tahu saja, dirinya bertemu dengan asisten rumah tangga Elia yang waktu itu meminta tolong untuk membukakan pintu gudang.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Gavin melihat orang yang ditunggu-tunggu, keluar juga dari dalam rumah. dan dengan segera, Gavin keluar dari dalam mobil. dan setelahnya, menghampiri wanita paruh baya yang terlihat Tengah membuang sampah.
" Maaf permisi," ucap Gavin Seraya menepuk pelan pundak wanita paruh baya itu. dan dengan segera, Bi Wati menoleh ke arah sumber suara.
" eh tuan, Saya kira siapa, hampir saja saya mau teriak" ucapnya Seraya mengusap dada karena merasakan degup jantung yang cukup kuat akibat rasa terkejutnya.
" Apakah Elia ada di dalam?" tanya laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika, wajah wanita paruh baya yang ada di hadapannya berubah menjadi sedih dan murung.
" Kenapa Bi?" tanya Gavin dengan ekspresi wajah bingung dan juga khawatir. seketika pikiran-pikiran buruk menggelayut di dalam hatinya.
" Tuan Amar mengusir Nona Elia dari rumah, tuan," ucap Bi Wati Seraya menundukkan kepala karena merasa kasihan dengan nasib gadis Malang itu.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu, seketika membuat Gavin tertegun di tempatnya. dan sesaat, pikirannya melayang jauh entah ke mana.
" Bibi tahu nggak dia di mana sekarang?" tanya Gavin dengan ekspresi wajah yang khawatir dan juga gelisah.
Bi Wati yang mendengar itu, menggelengkan kepala." Saya tidak tahu tuan, tapi saya berdoa, semoga Nona Elia baik-baik saja." ucapnya Seraya menghembuskan nafasnya berat.
Dengan tergesa-gesa, Gavin segera berjalan menuju ke arah mobilnya. dan secepat kilat, laki-laki Tampan itu segera mencari keberadaan Elia.
" Kamu di mana Elia,?" tanya laki-laki itu su sayang menyandarkan kepalanya di sandaran kursi." aku akan merasa sangat bersalah jika tidak bisa menemukan dan bertanggung jawab padamu" lanjutnya Seraya kembali melajukan laju kendaraannya.
Mobil yang yang dikendarai oleh Gavin, melaju tanpa arah. dirinya tidak bisa berbuat banyak. karena memang, laki-laki itu tidak memiliki petunjuk apapun Baik itu foto ataupun apa saja yang dapat ia Tunjukkan pada orang lain.
" sial kenapa kemarin aku tidak memfoto dirinya, kalau begini kan aku sendiri yang susah." ujarnya Seraya memukul setir kemudi.
Setelah hampir 3 jam memutari Jalan kawasan itu, akhirnya Gavin menepikan mobilnya. dirinya merasa lelah dan tidak tahu harus mencari kemana keberadaan gadis Malang itu.
" aku akan merasa sangat bersalat seumur hidup jika tidak bisa menemukanmu." gumamnya dalam hati dan setelahnya, Gavin seperti tersadar dari sesuatu.
" Silakan masuk tuan," ucap Manohara yang kebetulan berada di ambang pintu saat Kevin membuka pintu restoran.
"hhmmmm," Gavin hanya membalas dengan deheman saja." di mana atasan kalian?" tanya laki-laki itu sesaat setelah mengedarkan pandangan ke penjuru dalam restoran itu.
" Nona Nella ada di ruangannya tuan," ucap Manohara dengan tersenyum manis. berharap Gavin dapat terpesona dengan senyumannya.
" kalau begitu, antarkan saya ke ruangan beliau." ucap Gavin Seraya melangkahkan kakinya mendahului Manohara yang masih terpaku di tempatnya itu.
" Bu Laksmi, dia ingin ditemani aku" ucap Manohara dengan ekspresi wajah tidak percayanya. Seakan-akan, gadis itu mendapatkan Durian Runtuh saat itu juga.
Laksmi yang mendengarnya, hanya tersenyum dan menggelengkan kepala." Dasar anak muda" ucapnya Seraya terkekeh pelan.
__ADS_1
Entahlah, Mengapa Laksmi sangat membenci gadis yang bernama Elia Tiara Dewi. Padahal, wanita paruh baya itu akan bersikap santai dan cenderung memaafkan jika berhadapan dengan karyawan yang lain.
Namun, Sepertinya itu tidak berlaku untuk seorang Elia Tiara Dewi. karena sekecil apapun kesalahannya, wanita paruh baya itu akan tetap memaki gadis Malang itu dan memberikannya hukuman.
*****
Sementara Manohara, segera mengekor di belakang laki-laki itu. Manohara begitu mengagumi sosok yang ada di hadapannya itu." walaupun penampilannya acak-acakan seperti itu, dia tetap terlihat tampan." gumamnya dalam hati.
Tak lama berselang, Gavin dan Manohara telah sampai di depan ruangan Nella. dan dengan segera, gadis seksi itu segera mengetuk pintu ruangan atasannya.
Tok,... Tok,... Tok,...
Dengan perlahan, Manohara mengetuk pintu ruangan Nella. dan tak berselang lama, terdengar, pintu ruangan itu terbuka dari dalam.
" Ada apa Manohara?" tanya wanita cantik itu sesaat setelah membukakan pintu.
Sejenak, mata keduanya bertemu. dan setelah itu, wajah Nella berubah menjadi merah padam bak kepiting rebus.
" Oh kenapa dia ada di sini?" tanya wanita cantik itu dalam hatinya.
Hal serupa juga diperlihatkan oleh Gavin. ekspresi wajahnya, seketika berubah. entah apa yang terjadi di masa lalu, yang jelas belum saatnya dibuka oleh Allah hehehe.
" ini nona, Tuan Kevin ingin bertemu dengan anda" ucap Manohara Seraya menunjuk ke arah laki-laki yang ada di belakangnya itu.
Degh
Seketika itu pula, jantung Nella seakan ingin lepas dari tempatnya." Ada apa dia mencariku, Apakah ada yang belum terselesaikan?" tanya wanita cantik itu pada dirinya sendiri.
" Eh tunggu, Bukannya dia tidak tahu kalau ini restoran milikku?" tanya wanita itu dengan ekspresi wajah kebingungan.
__ADS_1
NB : Nih author bawakan lagi karya memukau dari teman author. Di jamin nagih