
Swmentara itu, di kediaman rumah Harsono, terlihat Hesti menangis karena menyadari menantunya tidak ada di samping dirinya. tentu saja, hal itu dilakukan karena di hadapannya kini, ada Gavin yang baru saja pulang dari kantor.
" mah, ada apa?" tanya Kevin yang terlihat sangat panik. laki-laki itu, bahkan mengguncangkan pundak sang Ibu beberapa kali.
" Maafkan Mama Vin, hiks hiks hiks," ucapnya Seraya menangis tersedu-sedu. hal itu semakin membuat laki-laki Tampan itu, merasa sangat ketakutan.
" Kenapa Ada apa? mana Elia?" tanyanya Seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. dan tak menemukan sosok istrinya di sana.
" tadi, waktu mama milih-milih baju, Elia masih ada di belakang Mama. Tapi, pas waktu mama menoleh ke arah tempat Elia berada, istrimu itu sudah tidak ada." ucapnya dengan tangis yang sesenggukan.
Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Gavin segera berlari menuju ke garasi untuk mengambil mobilnya. Sementara Hesti yang melihat itu, tersenyum menyeringai.
Kemudian, wanita paruh baya itu berlari mengikuti langkah kaki putranya." tunggu Fin, Mama ikut." ucap wanita paruh baya itu, saat melihat putranya mengeluarkan mobil dengan tergesa-gesa.
Gavin yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, mereka berdua segera masuk ke dalam mobil. dan setelah itu, segera melajukannya untuk mencari keberadaan istri tercintanya.
__ADS_1
" sabar sayang, semoga istri kamu baik-baik saja." ucapan wanita itu menenangkan putranya. Gavin yang mendengar itu, menganggukan kepala.
Gavin terus mencari di mana istrinya berada. Mulai dari butik tempat Elia terakhir berada di sana, sampai ke pantai-pantai. dan sampai saat ini pun, laki-laki itu masih belum menemukan istrinya berada di mana.
Akhirnya, Gavin kembali ke tempat terakhir istrinya berada. dan kali ini, laki-laki itu masuk ke dalam butik untuk bertanya.
" Maaf tante, Apakah tante melihat gadis ini?" tanya Gavin Seraya menyerahkan sebuah foto terhadap seorang wanita paruh baya.
" Oh ini, saya tadi melihatnya bersama dengan seorang laki-laki dan menaiki sebuah mobil mewah." ucapan tak itu tanpa dosa.
Sementara Hesti yang mendengar itu, seketika membulatkan mata. dan setelah itu, matanya berbinar-binar. Karena ternyata, tidak harus bekerja keras untuk memisahkan dua anak manusia itu.
" akhirnya, aku bisa memisahkan mereka tanpa harus bersusah payah. dan aku yakin, setelah ini pasti mereka akan ribut besar." ucap wanita itu dalam hati. dan setelahnya, mengikuti langkah putranya untuk masuk ke dalam mobil.
" Sabar ya Vin, mungkin saja Tante itu salah orang." ucap Hesti mencoba untuk menenangkan putranya.
__ADS_1
****
Sementara itu di tempat lain, di sebuah rumah yang cukup mewah, terlihat seorang gadis Tengah terduduk di kursi ruang tamu. Siapa lagi jika bukan Elia. gadis itu, saat ini berada di kediaman Andra. Sengaja, laki-laki berambut gondrong itu, membawa Elia ke rumahnya. Karena, laki-laki itu tidak tahu harus membawa Elia ke mana.
" Maaf ya, aku nggak bisa bisa bantu banyak." Andra menyerahkan satu gelas berisi jus mangga kepada Elia.
" tidak apa-apa tuan, Saya mengerti." ucap Elia Seraya mengambil Jus itu. dan setelahnya, mereka sama-sama terdiam. entah apa yang mereka pikirkan.
" kamu tahu di mana tempat tinggalmu?" tanya Andra saat mereka sudah terdiam cukup lama.
Elia yang mendengar itu, menggelengkan kepala. Karena memang, gadis cantik itu tidak mengetahui Di mana tempat tinggalnya. Andra yang melihat itu, hanya meringis karena menyadari kebodohannya.
" bodoh kau Andra. mana mungkin dia tahu, dia kan tidak bisa melihat." gerutunya dalam hati.
"euumm, Ya sudah kalau begitu. kamu istirahat dulu. nanti setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya, saya akan antarkan kamu." ucap Andra beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Sementara Elia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. gadis itu, agaknya Tengah memikirkan tentang bagaimana keadaan suaminya.