Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 55


__ADS_3

Pagi ini, Gavin berangkat bekerja seperti biasanya. hanya saja, keadaannya lebih berbeda dari biasanya. Di mana, laki-laki itu kini, membawa sang istri.


" Gavin kau ingin ke mana?" tanya Resti pada Sang putra. Gavin yang mendengar itu, seketika menoleh dan menatap sang ibu dengan tetapan yang sangat serius.


" Gavin akan membawa Elia untuk bekerja di toko bunga milik Gavin Mah pah." ucapnya Seraya sesekali menatap ke arah Elia yang masih menundukkan kepala karena merasa takut.


Tentu saja, hal itu membuat Hesti dan Ivan yang mendengarnya, seketika Saling pandang." Kamu yakin mau bawa istri kamu ke tempat kerja milikmu?" Tanya Ivan dengan ekspresi wajah tak percaya.


" Iya Gavin, apalagi istri kamu ini kan,.. nanti kalau terjadi sesuatu sama dia gimana? yang ada nanti nyusahin malah" ucap Hesti Seraya melirik sinis ke arah Elia.

__ADS_1


Hal itu tentu saja membuat Elia yang mendengarnya, menundukkan kepala karena tidak kuat harus mendapatkan cacian dan Makian yang dilontarkan oleh ibu mertuanya itu.


" Mah tolong lah, Jangan pernah bicara seperti itu. Apalagi, di hadapan Elia. lagi pula, Gavin sudah berkonsultasi dengan dokter mata ternama di kota ini. sebentar lagi, Elia pasti akan dapat melihat lagi." ucapnya Seraya mengusap kepala sang istri dengan rasa sayangnya.


Mata Hesti seketika membulat sempurna. saat mendengar, Putra semata wayangnya akan berkurban demi gadis yang baru saja ia nikahi itu.


" Apa maksud kamu Gavin, kamu mau berkurban dan mengeluarkan banyak biaya, hanya untuk gadis ini, jangan konyol kamu." sentak Hesti dengan nada yang sedikit meninggi.


" maksud Mama apa? Mama nggak suka kalau aku melakukan pengobatan pada istriku sendiri?" tanya Gavin menatap ke arah sang ibu.

__ADS_1


Hesti yang mendengarnya, seketika mendengus kesal." Ya jelas lah Mama nggak suka. kamu itu apa-apaan, lagi pula, Elia itu baru menjadi istrimu beberapa hari yang lalu. jangan buat dia melunjak dengan memanjakannya." ucapnya dengan ada yang sangat Ketus.


Gavin yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala. karena ternyata, pikiran sang Ibu sepicik ini." Kenapa mama bisa berpikiran seperti itu,? Gavin benar-benar nggak nyangka." ucap laki-laki itu kembali bangkit dari duduknya.


Seketika itu pula, rasa lapar yang tadi ia rasakan, langsung menguap begitu saja. saat mendengar penuturan dari sang ibu.


" jelas Mama bersikap seperti itu Gavin, kita tidak akan tahu ke depannya gimana. Nanti kalau kamu sudah menyembuhkan matanya, dan tiba-tiba istrimu itu meninggalkanmu, baru kau menyesal." ucap Hesti Seraya menatap sinis ke arah Elia.


Sontak saja hal itu membuat Elia yang mendengarnya, menangis tersedu-sedu. gadis itu, seakan tidak menyangka. jika ibu mertuanya itu, akan berpikiran sejauh itu.

__ADS_1


" Maaf mah kalau Elia lancang. Tapi, yang Mama tuduhkan itu benar-benar keterlaluan. Elia tidak akan pernah melakukan itu mah," ucapnya Seraya mengusap air mata yang membanjiri wajah cantiknya.


" Heh, Siapa yang tahu? Memangnya kamu Tuhan. Bisa tahu tentang kehidupan di masa depan?" tanyanya Seraya menatap tajam ke arah Elia


__ADS_2