Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 54


__ADS_3

Gavin yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban benar. Mendadak, Elia memasang wajah sedihnya. Gadis itu menundukkan kepala dengan air mata menggenang di pelupuk mata.


tentu saja hal itu membuat Gavin yang melihatnya, merasa begitu cemas. Mengapa istrinya itu, dapat berubah drastis ini dalam waktu sesingkat itu.


" Elia Apa kau baik-baik saja?" tanya laki-laki itu Seraya menyentuh pundak sang istri.


Elia yang mendengarnya, seketika mendengar menatap ke arah sang suami." aku baik Mas. hanya saja, aku merasa perlakuanmu ini sudah berlebihan." ucapnya Seraya kembali menundukkan kepala.


Gavin yang mendengar itu, menggelengkan kepala." tidak Elia, apa yang aku lakukan ini, tidaklah berlebihan. bahkan menurutku, ini sudah wajar dan seharusnya aku lakukan." ujarnya Seraya mengusap punggung gadis itu.


" Aku hanya takut, jika nanti mama kamu akan semakin membenciku." ucapnya dengan kembali menundukkan kepala.


hening,....

__ADS_1


Itulah suasana saat ini. sesaat setelah gadis itu mengatakan hal yang demikian.. karena jujur saja, laki-laki itu merasa kebingungan. karena dirinya, juga tidak tahu apa yang harus dilakukan.


Karena memang, dirinya tahu jika istri dan ibunya tidak akan pernah bisa akur." atau kalau tidak, Kita pindah rumah saja ya," ucap Gavin mengajak istrinya untuk pindah rumah saja.


Karena laki-laki itu sangat mengkhawatirkan kondisi mental dari Elia. Apalagi, kini Gadis itu Tengah berbadan dua. yang otomatis, akan rentan terhadap mental healt.


" nggak usah Mas, Aku tidak ingin Mama akan semakin membenciku karena hal ini. lagi pula, yang mama punya itu cuma kamu kan, jangan sampai kamu menjadi anak yang durhaka." ucap Elia mencoba untuk mengingatkan sang suami.


Mendengar hal itu, Kevin hanya dapat menghela nafas panjang karena memang, apa yang dikatakan oleh istrinya itu ada benarnya juga. sampai kapanpun, dia akan menanggung keluarganya.


Elia yang mendengarnya hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk itu.


" Oh ya Mas bagaimana tentang tawaranku kemarin?" tanya Elia Seraya kembali bangkit dari posisi tidurannya.

__ADS_1


Gavin menautkan alis mendengar ucapan dari sang istri." apa maksudnya tawaran apa?" tanyanya Seraya menampilkan ekspresi wajah kebingungan.


" Aku ingin kembali bekerja. terserah Mas mau ngasih aku kerjaan apa. yang jelas, Aku ingin kembali melakukan kesibukan. agar tidak terlalu bersedih." ucapnya Seraya mengulas senyum tipis.


Gavin yang mendengarnya, menghembuskan nafasnya kasar." Ya sudah kalau begitu. besok, kau akan langsung bekerja di toko bunga milikku." ucapnya serayam mengusappe pundak gadis itu.


Tentu saja, itu membuat Elia yang mendengarnya, memasang ekspresi wajah yang berbinar-binar. karena memang, Gadis itu sangat merindukan yang namanya kesibukan. Walaupun, dirinya baru saja resign dari pekerjaannya yang lama belum ada satu minggu.


" tapi ingat pesanku, Jangan pernah ceroboh. dan jagalah anak kita baik-baik." ucapnya Seraya mengusap perut Elia yang masih tampak rata itu.


Gadis itu hanya menganggukkan kepala. Seraya ikut mengusap perutnya itu. Kemudian, tangan Gavin ikut menggenggam jemari mungilnya.


" sekarang, kamu sudah resmi menjadi milikku. jadi jangan khawatir ataupun sungkan untuk bercerita banyak hal tentang apapun itu." ucapnya Seraya memeluk tubuh mungil itu. membawanya, ke dalam pelukan hangat.

__ADS_1


Elia yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala saja.


__ADS_2