Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 91


__ADS_3

Sementara itu di lain tempat, lebih tepatnya di toko perhiasan, Kevin bersama dengan Monalisa, terlihat sedang memilih sesuatu di etalase toko itu.


" sayang, ini sepertinya bagus ya?" tanya Monalisa Seraya menggelayut manja di lengan laki-laki Tampan itu.


"hmm,"


Gavin hanya berdehem untuk membalas pertanyaan dari wanita yang ada di sampingnya itu. tentu saja, itu membuat Monalisa seketika mendengus kesal.


" dasar! awas aja, akan kubuat kau, bertekuk lutut padaku." ucapnya mengeram kesal.


Sementara Gavin, sama sekali tidak memperdulikan ekspresi wajah dari Monalisa yang tampak begitu kesal. setelah selesai Membeli cincin yang diinginkan oleh Monalisa, Gavin melepas genggaman tangannya.


" Ayo kita pulang." ucap dengan nada yang sangat datar. dan berjalan meninggalkan Monalisa.


Sedari tadi, pikiran laki-laki tampan itu tengah tertuju terhadap satu titik. siapa lagi, jika bukan istri tercintanya.


" Bagaimana keadaannya, apa dia baik-baik saja?" tanya Gavin pada dirinya sendiri. tak lama berselang, laki-laki Tampan itu menoleh ke belakang. saat mendengarkan suara teriakan dari seseorang.


"Gavin, Ayo kita pulang. Mama sudah menunggu," ucap Monalisa Soraya menarik tangan laki-laki itu dengan sedikit kasar.

__ADS_1


Membuat laki-laki itu, seketika menghela nafas panjang. dan dengan segera, mengikuti gadis yang ada di depannya itu.


" sayang, nanti kita tunjukkan ini ke mama ya," ucap Monalisa Seraya mengangkat jari manisnya ke atas.


" terserah kamu aja." ucapnya tampak acuh tak acuh. Tentu saja, itu membuat Monalisa merasa sangat geram karena merasa diacuhkan oleh laki-laki itu.


" awas aja kamu!" ucapnya dengan tatapan penuh dengan kebencian.


****


Sementara itu, Elia telah sampai di depan sebuah rumah mewah. yang membuatnya, sejenak tertegun karena melihat keindahan dari bangunan yang ada di hadapannya ini.


" cantik banget rumahnya." gumamnya dalam hati. dan dengan segera, memencet tombol yang ada di sebelah kiri pagar itu. tak lama berselang, seorang security datang menghampirinya.


Sementara Elia yang berada di luar pagar, juga sama. Gadis itu merasa aneh dengan tingkah penjaga rumah di sini." bukannya, Bapak sudah lama ya tinggal di sini, kok tanya saya siapa, pastikan Bapak sudah tahu," ucap Elia penuh dengan rasa bingungnya.


" Nyonya Elia, Apa benar ini anda? tapi gimana mungkin?" tanya laki-laki paruh baya itu Seraya menggaruk tempurungnya yang sama sekali tidak merasa gatal.


Sontak saja, pertanyaan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu, membuat Elia seketika terkekeh pelan. dirinya mengira, jika penjaga rumah itu tidak tahu jika Gavin telah memiliki istri. Namun ternyata, dugaannya salah. karena ternyata, laki-laki paruh baya itu tidak menyangka jika Elia dapat melihat lagi.

__ADS_1


"hehehe, Bapak ini lucu. saya kira, bapak tidak tahu kalau Kevin sudah beristri. Ternyata, bapaknya Tidak mengenali saya hanya karena, Saya sudah bisa melihat.


Seketika itu pula, security itu membukakan pintu gerbang Seraya masih terkekeh pelan. " hehehe Ya maaf nyonya, saya kan sedikit pangling." ucapnya Seraya menarik pagar.


"haha Bapak ini ada-ada aja, masa iya gara-gara saya bisa melihat, Bapak jadi pangling sama saya?" tanya Elia dengan tawa renyahnya.


Setelah itu, Elia memutuskan untuk masuk ke dalam kawasan rumah suaminya masih dengan senyuman kecil yang menghias wajah cantiknya.


" Oh ternyata kamu sudah sembuh, Baguslah kalau begitu. sekarang kamu masuk dan Bersihkan semuanya." tiba-tiba saja, Hesti muncul dari balik pintu. karena sebenarnya, wanita paruh baya itu telah memperhatikan Elia. Sejak saat gadis itu keluar dari dalam taksi.


Elia yang mendengar itu, sejenak terdiam. karena memang, gadis cantik itu baru pertama kali ini melihat wajah wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu.


" mama?" tanya Elia untuk memastikan. apakah yang ada di hadapannya ini, benar ibu mertuanya atau tidak.


" cih," Hesti yang mendengar itu, seketika berdecih." sudah tidak usah banyak drama. sekarang kamu masuk dan bereskan semuanya. Hitung-hitung, kau harus membalas Budi. karena Putraku, sempat memungutmu dari tempat kotor." ucap wanita paruh baya itu sedikit menyakitkan.


Membuat Elia yang mendengarnya, seketika terdiam Sarah yang menundukkan kepala. dan dengan segera, Gadis itu menganggukkan kepala dan berlalu pergi. untuk menuju tempat yang diperintahkan oleh Ibu mertuanya itu.


" Saya tidak habis pikir, Kenapa anak saya malah jatuh cinta padamu, apa sebenarnya hebatnya kamu?" tanya Hesti yang ternyata, mengikuti menantunya itu sampai ke tempat belakang rumah.

__ADS_1


Elia yang mendengar itu, menggigit Bibir bawahnya. Karena, hatinya terasa sakit saat ibu mertuanya berkata sedemikian rupa. Namun, Elia memperingatkan dirinya sendiri. agar tidak melawan wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu.


Karena bagaimanapun juga, saat ini statusnya masihlah istri sah dari seorang Gavin Harsono. yang mana Berarti, wanita yang ada di hadapan ini adalah ibunya.


__ADS_2