
Sesampanya di depan pekarangan rumahnya, Kevin segera turun dan membopong sang istri untuk keluar dari dalam mobil. tepat saat mereka berjalan menuju ke arah pintu utama, Hesti keluar dari dalam rumah bersama dengan Ivan sang suami.
" istrimu Kenapa itu?!" tanya Hesti dengan ada yang sangat Ketus.
Gavin yang mendengar itu, sejenak menatap ke arah sang ibu." Dia baru saja ditabrak oleh seseorang yang tidak dikenal" ucap Gavin Seraya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah.
karena laki-laki itu tahu, apa yang ada di dalam pikiran sang ibu. Dan Dia, tidak ingin memperdebatkan hal yang sia-sia. karena ibunya pasti akan selalu menang.
Hesti yang melihat itu, memutar kepalanya ke belakang bersama dengan tubuhnya. menatap anak dan menantunya sampai mereka menghilang dari balik pintu.
" Sudahlah, jangan pernah mengganggu menantu kita lagi." ucap Ivan yang sepertinya tahu pikiran dari istrinya itu. Kemudian, laki-laki paruh baya itu menarik sang istri untuk segera keluar dari rumah. karena memang, mereka akan pergi ke luar kota untuk melakukan perjalanan bisnis.
Hesti yang melihat itu, seketika menatap tajam ke arah suaminya. Namun, Percayalah. Ivan tidak memperdulikan itu. laki-laki paruh baya itu tetap membawa istrinya sampai masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Karena Ivan tahu, apa yang akan dilakukan oleh sang istri. saat wanita paruh baya itu marah. dan Ivan, sepertinya sudah kebal akan hal itu. Akhirnya, mobil yang mereka tumpangi, melesat meninggalkan area Perumahan mereka.
*****
Sementara itu, di dalam kamar, Elia dan Gavin, Tengah duduk di tepian ranjang. Seraya sesekali, Gavin meneliti tubuh istrinya. kalau kalau ada luka ataupun goresan yang mengenai tubuh istrinya.
" Elia, kau benar tidak kenapa-napa kan?" tanya laki-laki itu sekali lagi untuk memastikan semuanya baik-baik saja.
" aku tidak apa-apa Mas, euum, sepertinya aku menginginkan sesuatu." ucapnya Seraya tertegun sesaat.
" apa, apa yang kau inginkan?" tanya laki-laki itu Seraya memegang kedua Bunda Elia.
" Aku ingin makan mangga muda Mas hehehe." cengir Elia Seraya menghadap ke arah Gavin.
__ADS_1
Gavin yang mendengar itu, seketika tersenyum dan menghela nafas lega. Kemudian, bangkit dari duduknya." baiklah kalau gitu, kamu tunggu sini saja. biar aku yang ambilkan." ucap laki-laki itu Seraya melangkah pergi meninggalkan kamar.
*****
" Gimana enak nggak?" tanya Kevin Saraya memperhatikan istrinya saat sedang menikmati rujak buatannya itu.
" enak mas, tapi sedikit keasinan hehehe." ucap Elia Seraya tersenyum tipis. Seketika itu pula, Gavin segera mencicipi rujak yang bersajak ia buat.
"euuumm, asin kecut," serunya Seraya mengelap bibirnya. Jika saja Elia tahu ekspresi dari suaminya itu, pasti dia akan tertawa terpingkal-pingkal.
Sayangnya, Gadis itu tidak melihat ekspresi dari sang suami. Kemudian, tangan Gavin menuntun Elia untuk duduk kembali di tepian ranjang. saat Elia sudah menghabiskan semua rujaknya.
" El, besok aku akan membawamu untuk memeriksakan kondisi matamu itu. agar secepatnya, kamu dapat melihat keindahan dunia kembali." ucapnya Seraya menggenggam tangan gadis itu.
__ADS_1
Elia yang mendengar itu, seketika mengerjap mengerjakan matanya. karena merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar itu.
" Mas serius?" tanyanya untuk memastikan semuanya.