Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 51


__ADS_3

Sore harinya, Gavin seperti biasa. pulang dari kantor, laki-laki Tampan itu segera berlalu dan langsung masuk ke dalam kamar. tentu saja hal itu membuat Hesti yang melihatnya, merasa sangat kesal.


" Hah memang dasar gadis sialan! bisa-bisanya dia lebih diperhatikan daripada aku!" ucap Hesti Seraya menatap sinis dan tajam ke arah kamar anak dan menantunya yang baru saja tertutup itu.


" Kenapa ngedumel aja?" tiba-tiba saja, suara seseorang membuat Hesti terjingkat. Kemudian, wanita paruh baya itu menoleh. dan mendapati sang suami sudah berdiri di sampingnya.


" eh Papa udah pulang, Kenapa nggak ada suaranya tadi?" tanya Hesti Seraya mengubah ekspresi wajahnya.


' baru saja, bareng sama Gavin." ucap Ivan membuka jas yang melekat di tubuhnya. Hesti yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, menggandeng tangan sang suami untuk menuju ke ruang makan.


******

__ADS_1


" bagaimana keadaan di perusahaanmu Gavin?" Tanya Ivan di sela-sela aktivitas makan mereka. Sementara Gavin yang mendengar itu, sekilas mendunga dan menatap sang ayah.


" baik Pah Semuanya lancar kok." ucapnya Seraya kembali melanjutkan aktivitas makannya. Sesekali, laki-laki itu akan melirik ke arah sang istri yang tengah menikmati makanan.


" Oh iya Pah, besok aku sama Elia, akan ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya." ucapnya setelah selesai makan.


Hesti yang mendengar itu, seketika segera memasang wajah tak sukanya." ngapain sih harus diperiksa segala, lagi pula, Mama yakin, anak itu pasti bukan anakmu." ucap Hesti dengan nada lirih namun juga sangat Ketus.


" mah Mama ngomong apa sih?!" tanya Kevin sedikit membentak. tentu saja hal itu membuat Hesti yang mendengarnya, seketika tersedak. karena merasa terkejut.


Sementara Gavin yang menyadari apa yang baru saja ia lakukan, segera menghampiri dan menggenggam tangan sang ibu." Mah maafin Gavin, Gavin nggak sengaja ngelakuin itu." ucapnya Seraya berlutut di hadapan sang ibu dengan masih menggenggam jemari wanita paruh baya itu.

__ADS_1


Hesti yang mendengar itu, seketika meneteskan air mata. karena baru kali ini, wanita paruh baya itu mendengar nada tinggi dari sang anak. Kemudian, pandangan Hesti teralih kepada Elia yang masih setia duduk di tempatnya.


" ini pasti gara-gara dia! dasar gadis pembawa sial!" ucapnya dalam hati Seraya melayangkan tatapan tajam yang sangat mengerikan.


Gavin yang mendengar itu, seketika menggenggam dan mengusap punggung tangan sang ibu. agar ibunya, dapat teralihkan dan tidak menatap sinis ke arah Elia.


" Gavin mohon Ma, Jangan pernah mengatakan hal-hal yang tidak tidak. anak yang dikandung oleh Elia itu, itu memang anakku." ucapnya Seraya menatap sendu ke arah sang ibu.


Hesti yang mendengar itu, segera menghembuskan nafasnya kasar. dan dengan segera, bangkit dari duduknya dan langsung menuju ke dalam kamar.


" yang sabar ya Fin, papa akan berusaha untuk membujuk mamamu agar dapat menerima kehadiran Elia." ucap Ivan Seraya ikut bangkit dan mengikuti sang istri yang masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Kini, suasana di ruang makan, suasana semakin tampak hening. dan terdengar di pendengaran Gavin, laki-laki itu seperti mendengar suara seorang wanita Tengah menangis. dan dengan segera, laki-laki itu menoleh dan mendapati istrinya Tengah menangis sesenggukan.


Tentu saja hal itu membuat Gavin, segera bangkit dan menghampiri sang istri." Kamu kenapa menangis Elia?" tanya laki-laki itu Seraya duduk di samping Elia.


__ADS_2