
Beberapa minggu kemudian. di rumah Nella, Elia tampak sekali kurang enak badan. terbukti dengan wajah Gadis itu yang tampak sekali pucatnya. hal itu tentu saja membuat Susanti yang memang ditugaskan untuk menjaga dan mengurus Elia di saat Nella tidak berada di rumah, sangat begitu panik.
Apalagi sedari kemarin malam, Elia tidak pernah mau untuk menyentuh makanan yang dibawakan oleh Susanti. dan Elia pun, sudah dibujuk oleh Nella. akan tetapi, bujuk rayuan itu tidaklah mempan.
" Nona Elia, sebentar lagi, Nona Nella akan datang bersama dengan seorang dokter." ucap Susanti Soraya duduk di samping gadis itu.
Seketika itu pula, Elia dengan cepat menggelengkan kepala." tidak usah Susanti, aku tidak apa-apa. mungkin aku hanya kelelahan saja." ucap gadis itu Soraya mencoba untuk duduk sandaran ranjang.
Elia mulai diserang ketakutan yang sangat berlebih. Karena beberapa hari ini, Gadis itu merasa begitu pusing dan juga mual. Seketika itu pula, pikiran dan ingatan Elia seakan berputar dengan ucapan yang dikatakan oleh Gavin beberapa minggu yang lalu.
" nggak mungkin, nggak mungkin kalau aku benar-benar hamil." ucap Gadis itu dengan air mata yang berlinang membasahi pipinya.
Susanti yang melihat itu, seketika merasa sangat terkejut. dengan segera, gadis belia yang seumuran dengan Elia itu seketika menghampiri gadis itu.
__ADS_1
" Nona, Nona Elia tidak apa-apa?" tanya Susanti Saraya mengusap punggung gadis itu. Sementara itu bukannya Elia menjawab pertanyaan dari Susanti, Gadis itu justru menangis semakin kencang.
Tentu saja hal itu membuat Susanti yang melihat itu, merasa begitu panik. dengan segera, gadis belia itu segera menghubungi Nella.
" Halo Nona, sepertinya Nona Elia terkena depresi. dia menangis terus menerus nona, Apa yang harus saya lakukan?" tanya Susanti saat ponselnya telah terhubung dengan Nella.
" baik kalau begitu, saya akan segera pulang ke rumah." ucap Nella dengan langkah tergesa-gesa. hal itu tentu saja membuat Laksmi dan Manohara yang melihat itu, merasa begitu keheranan.
Nella dengan segera, memasuki kendaraan roda empatnya dan setelahnya, melajukan kendaraan itu meninggalkan tempat restorannya.
Tak lama berselang, terlihat Nella keluar dari dalam rumah sakit itu bersama dengan seorang wanita paruh baya yang memakai jas berwarna putih.
Setelahnya, Nella bergegas menaiki mobil mewahnya bersama dengan wanita paruh baya itu.
__ADS_1
****
Sementara itu di dalam rumah milik Nella, terlihat Elia tamoak semakin memorihatinkan. Wajahnya semakin terlihat pucat. Dan tubuhnya, terlihat semakin gemetaran.
Tak lama terdengar suara seseorang dari luar kamarnya. Dan Elia yakin, jika itu adalah suara Nella. Seketika, tubuh gadis itu tampak gemetar.
Gadis itu merasa sangat takut jika apa yang ada di pikiranya selama ini terjadi. Entah apa yang akan ia lakukan, jika sampai hal itu terjadi dan benar-benar menimpanya.
Tok tok tok
" Elia, Bolehkah saya masuk?" tanya wanita itu Seraya mengetuk pintu kamar gadis itu. Dengan memberanikan diri, akhirnya Elia mengiyakan ucapan Nella.
" silakan nona," ucap gadis itu dengan ekspresi wajah yang begitu ketakutan. dan juga tubuh yang sangat gemetar hebat di dalam selimut.
__ADS_1
Nb : mampir yuk di karya memukau dari author ternama