Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 64


__ADS_3

Malam harinya, Elia masih belum sadarkan diri. hal itu tentu saja membuat Gavin yang se dari tadi menunggunya, tak henti-hentinya berdoa. agar kondisi istrinya itu, baik-baik saja.


Drrrttt,


terdengar suara ponsel yang bergetar. menandakan jika ada panggilan masuk di dalam ponsel itu. dan dengan segera, Gavin merogoh saku celananya untuk mengambil benda pipih itu.


" huftt," terdengar hembusan nafas yang sangat panjang. kala laki-laki itu memandang nama yang ada di layar ponsel itu.


di mana Di sana, tertera nama "my mom" yang itu berarti si Kanjeng Ratu sudah menelpon Putra mahkotanya. dan sebentar lagi, wanita paruh baya itu akan mengomel sepanjang obrolan dengan anaknya itu.


Sebenarnya, laki-laki Tampan itu enggan untuk mengangkat panggilan dari ibunya. Namun, dirinya selalu teringat jika yang menelponnya saat ini, adalah wanita yang melahirkannya. tentu saja, Gavin tidak ingin menjadi anak yang durhaka karena tidak mengangkat panggilan itu.


" Halo iya Mah, ada apa?" tanya Gavin berbasa-basi. Padahal, laki-laki itu sudah mengetahui apa yang selanjutnya akan terjadi.


" Halo Gavin, Di mana kau sekarang, Kenapa kau tidak pulang? Kamu nginap di mana? jangan bilang kamu menginap di apartemen teman kamu itu? Mama tidak ingin hal itu terulang lagi ya," pertanyaan demi pertanyaan, seketika meluncur bebas dari mulut wanita paruh baya itu.


saat Gavin, baru saja mengangkat panggilan dari sang ibu. tentu saja, omelan itu membuat Gavin seketika menghela nafas panjang.

__ADS_1


" mah, Mama pulang dulu ya, Gavin sekarang ada di rumah sakit. Gavin,..." belum sempat laki-laki itu menjawab, Hesti yang berada di seberang sana, seketika langsung panik saat mendengar kata rumah sakit.


" Rumah Sakit, emangnya kau kenapa?" tanya wanita paruh baya itu dengan nada yang begitu panik dan juga khawatir. tak lama berselang, terdengar suara sang ibu yang menggelegar Memanggil nama suaminya." Papa cepetan ke sini!" teriaknya. hingga membuat, Gavin menjauhkan ponsel dari telinganya.


Tak lama berselang, terdengar suara perdebatan mama dan Papanya dari seberang sana." Halo Gavin, sekarang kamu di rumah sakit mana?" Tanya Ivan setelah merebut ponsel itu dari tangan istrinya.


" di rumah sakit Pelita." jawab Gavin. ingin sekali, laki-laki itu memberitahukan yang sebenarnya pada kedua orang tuanya itu. agar tidak terjadi kepanikan yang berlebihan seperti ini.


Namun sayangnya, sambungan ponselnya, sudah terlebih dahulu terputus. Hal itu membuat Gavin, hanya dapat menghela nafas panjang.


" Dasar orang tua" gumamnya Seraya melemparkan ponselnya itu sembarang arah. dan dengan segera, kembali duduk di sebelah istrinya itu.


Atensi Gavin teralihkan. saat Indra pendengarannya, menangkap sebuah suara dari arah pintu ruang rawat itu. dan mendapati, kedua sahabatnya yang berjalan menghampiri laki-laki itu Seraya membawa paper bag di tangan masing-masing.


" nih lu makan, lalu ganti baju. udah hampir seharian Lu nggak ganti baju kan?" tanya Arman yang balas angkutan oleh Gavin.


" Oke kalau gitu, gue ganti baju dulu. Kalian berdua, Tolong jagain Elia." ucapnya Seraya melangkah menuju kamar mandi yang memang tersedia di kamar VVIP itu.

__ADS_1


Selepas kepergian dari Gavin, Justin dan Arman sama-sama memandang ke arah Elia yang masih tidak sadarkan diri." kasihan banget kamu" gumam Arman Seraya menatap ke arah Elia dengan tatapan Iba.


*****


" di mana Gavin,?" tanya Hesti dengan raut wajah yang sangat panik dan juga khawatir. wanita paruh baya itu, Baru saja sampai di rumah sakit yang diberitahukan oleh putranya itu. dan dengan segera, langsung mencari keberadaan anaknya itu.


" mah, Gavin di sini." ucapnya Seraya membuka pintu ruang VVIP yang tepat berada di depan sang ibu.


Secepat kilat, wanita paruh baya itu segera menghampiri dan langsung memeluk anak semata wayangnya itu. Kemudian, mencari Di mana letak luka putranya itu.


Sejenak, keningnya mengerut saat tidak mendapati luka apapun di tubuh anaknya." Kenapa tidak ada luka?" tanya wanita itu dengan ekspresi wajah kebingungan.


" lah memangnya siapa yang sakit?" tanya Gavin dengan raut wajah heran.


" maksudnya?" Tanya Ivan yang tidak mengerti apa maksud dari putranya itu.


Gavin dengan segera, langsung menceritakan apa yang menimpa istrinya itu. dan seketika, Hesti segera menghela nafas lega.

__ADS_1


" syukurlah, Mama pikir kamu yang kenapa-napa." ucap wanita itu tanpa dosa.


__ADS_2