
Saat ini, Kedua keluarga besar itu Tengah berada di ruang tamu. dan Sudah dari tadi, mereka semua hanya Saling pandang.
"ekhem," suara deheman, dari seseorang, mampu mengalihkan semua pandangan." maaf tuan, Saya kemari berniat untuk melamar Putri tuan yang bernama Elia Tiara Dewi, Apakah anda bersedia menyerahkan Putri Anda pada keluarga kami?" tanya Ivan Harsono Seraya menatap ke arah satu keluarga itu.
"ma-maksudnya gimana? tanya Amar Seraya terbata-bata. Sepertinya, laki-laki paruh baya itu masih belum bisa mencerna Apa yang sebenarnya terjadi.
" kami akan meminang Putri Anda yang bernama Elia Tiara Dewi." ucap Ivan dengan nada tegasnya.
Degh
Seketika itu pula, Monalisa membulatkan kedua matanya saat mendengar penuturan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu.
" apa Elia akan menikah?" tanya Monalisa sedikit gemetaran. Memang, Gadis itu menolak perjodohan dan beberapa hari lalu dilakukan.
Namun, sepertinya dirinya juga tidak rela jika Elia mendapatkan laki-laki mapan seperti seorang Gavin Harsono itu.
__ADS_1
Hesti yang melihat itu, seketika tersenyum sinis Seraya memandangi ke arah gadis yang pernah menolak putranya secara mentah-mentah itu.
" Iya benar, Putraku akan menikah dengan seorang wanita yang tentunya sifatnya akan jauh lebih baik daripada kamu." ucapnya dengan nada menyindir.
Tentu saja perkataan dari Hesti itu, membuat Monalisa mengepalkan tangannya kuat. Sementara sang ibu, dari tadi hanya diam saja.
Sementara itu, Amar Wirawan yang mendengar penuturan dari laki-laki paruh baya yang menjadi partner bisnisnya itu, menatap Elia dengan Tatapan yang sulit diartikan.
" Jika benar dia akan menikah, silakan saja. lagi pula, Saya tidak peduli." ucap Amar dengan nada datarnya.
Degh
Sepertinya, pepatah yang mengatakan cinta pertama Ayahnya adalah Putri kandungnya, itu adalah salah besar. Buktinya, Amar sangat membenci Elia yang merupakan anak kandungnya sendiri.
Sungguh, itu merupakan hal yang sangat menyakitkan bagi seorang anak. Hingga tak terasa, Elia meneteskan air mata.
__ADS_1
Seketika itu pula, Gavin segera menggenggam tangan gadis itu. saat laki-laki itu tahu, gadis yang ada di sampingnya telah menangis pilu. akibat perkataan yang dilontarkan oleh laki-laki paruh baya yang tak lain adalah ayahnya sendiri.
" Tenanglah, kuatkan dirimu." ucap Gavin Seraya menggenggam jemari mungil gadis cantik itu.
Sementara Elia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. Seraya mencoba untuk tersenyum. Walaupun, itu merupakan hal yang sangat mustahil.
Karena memang saat ini, hatinya benar-benar hancur akibat ulah dari ayahnya sendiri." baik kalau begitu, sesuai dengan perkataan Anda, berarti anda memberikan Putri kesayangan anda untuk keluarga kami." ucap Ivan Seraya bangkit dari duduknya.
" Terserah kalian, apa yang kalian mau lakukan pada gadis itu, Sungguh saya tidak pernah memperdulikan itu semua." tempat Amar Seraya menatap nyalang ke arah Putri kandungnya itu.
Karena sudah merasa tidak tahan dengan ucapan yang dilontarkan oleh keluarga dari Elia, Gavin dengan cekatan langsung menarik tangan Gadis itu untuk keluar dari dalam rumah.
****
" gila ya, ada keluarga yang seperti itu ternyata di dalam dunia nyata seperti ini. Aku kira hanya ada di dalam cerita-cerita novel." gerutu Gavin Seraya menatap iba ke arah gadis yang ada di sebelahnya itu.
__ADS_1