Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 97 + Visual


__ADS_3

Tak Disangka-sangka, obrolan kedua laki-laki itu ternyata didengar oleh seseorang. siapa lagi jika bukan Gavin.


Laki-laki tampan itu, baru saja kembali ke kantor karena bertemu dengan klien saat dirinya hendak menuju ke kantor ini.


Sontak saja ucapan dari Arman itu, membuat Gavin mengepalkan tangannya kuat-kuat. karena merasakan keanehan saat sahabatnya memuji istrinya sendiri.


Walaupun, Gavin sangat membenci Elia, namun laki-laki tampan itu merasa tidak rela jika istrinya didekati laki-laki lain.


Benar-benar definisi laki-laki egois. dia yang menaruh bara api, dia juga yang merasa panas. ingin sekali, Gavin menghajar laki-laki itu hingga kapok.


Namun, Kevin mengurungkan niatnya saat menyadari jika tempat ini adalah tempat umum. dan dia tidak ingin image yang selama ini ia bangun dengan susah payah, hancur begitu saja dengan mengajar sahabat sekaligus karyawannya sendiri.


Lagi pula, seharusnya Gavin tidak perlu marah. karena dia akan mengatakan akan segera menceraikan Elia secepat mungkin.


Dengan langkah tergesa-gesa, Gavin akhirnya menuju ke ruangan direksi. di mana, ruangannya berada.


*****


Jam istirahat kantor pun, telah dimulai. membuat Gavin dengan cepat, menghampiri kedua sahabatnya dengan maksud tertentu.


Tentu saja itu tidak disadari oleh Arman. karena laki-laki yang memiliki rambut sedikit gondrong itu, tidak mengetahui jika atasan sekaligus sahabatnya itu, telah mendengar pembicaraannya bersama Justin.


"kuylah loe yang traktir ya,"ucap Justin yang sangat antusias.


Sementara Arman, laki-laki yang memiliki rambut sedikit gondrong itu, merasa ada yang aneh dengan sikap atasan sekaligus sahabatnya itu.


untuk itu, Arman memilih untuk tidak ikut bersama mereka. karena dirinya memang ada urusan yang lebih penting. yaitu memantau keadaan Elia yang kini,berada di rumahnya.


"eh, gue nggak ikut ya, gue mau pulang ke rumah ucapnya saat mereka sudah berada di tempat yang sedikit sepi. namun tiba-tiba saja,..

__ADS_1


Bugh,..


Bugh,..


Bugh,..


Tiga pukulan keras, mendarat mulus di wajah dan perut laki-laki gondrong itu. membuatnya seketika terhuyung ke belakang dan akhirnya ambruk di atas lantai.


Tentu saja itu membuat Justin yang melihatnya, merasa begitu terkejut. dan dengan segera, laki-laki yang biasanya slengean itu, seketika menatap tajam ke arah Gavin yang masih menatap Arman dengan tatapan tajamnya.


" Hei, Vin loe kenapa?!"Justin segera menghampiri Arman dan membantu laki-laki gondrong itu untuk berdiri.


"sebaiknya loe tanya sendiri sama sohib loe itu. dasar pembinor!!"ucapnya yang hendak melangkah pergi.


Namun, langkah Gavin terhenti saat mendengar suara dari arah belakang.


Tentu saja, hal itu membuat Gavin seketika naik pitam. dan dengan segera, langsung, menghadiahi Arman dengan satu kali pukulan. hingga membuat laki-laki gondrong itu seketika terbatuk dan mengeluarkan darah.


uhuk uhuk


Seketika itu pula, Justin yang sedari tadi tidak mengerti, langsung paham akan apa yang dialami oleh kedua sahabatnya itu.


"udah Vin, loe bisa aja ngebunuh anak orang!";teriak Justin tepat saat Gavin akan kembali melayangkan bogeman terhadap Arman.


"loe ngebelain dia?"tanya Gavin dengan tatapan tajam menghunus ke arah jantung.


Membuat Justin yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala. "bukan begitu maksud gue, hanya saja,."ucapan Justin terhenti, saat melihat reaksi dari Gavin.


Sementara Gavin, laki-laki tampan itu segera melangkahkan kakinya untuk menjauh dari sana. dirinya merasa sudah tidak sudi lagi harus berteman dengan orang-orang seperti mereka.

__ADS_1


"besok, kalian ambil surat pemecatan kalian di ruang HRD"setelah mengatakan hal itu, Kevin kembali melanjutkan langkah kakinya pergi dari sana.


Meninggalkan kedua laki-laki itu, yang masih menatapnya dengan tatapan tak percaya. "kita dipecat Man, "ucap Justin lirih.


"udahlah nggak usah khawatir, anggap aja rezeki kita bersama Gavin, hanya sampai sini saja."ucap Arman dengan nada yang sangat bijak.


Visual


Gavin Harsono.



Elia Tiara Dewi.



Monalisa Liliana.



***Arman Hendrawan.



Justin Gustom.



__ADS_1


__ADS_2